BONTANG – Usai melaksanakan seluruh rangkaian di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina), jemaah haji Bontang barsama rombongan jemaah lainnya yang tergabung dalam kloter 4 Balikpapan selanjutnya melakukan tawaf ifadah. Tawaf ini merupakan rukun haji yang wajib dijalankan oleh para jemaah haji.
Amir L, selaku Tim Pemandu Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) Kloter 4 Balikpapan mengatakan, selama menjalani tawaf ifadah, semuanya berjalan dengan lancar, aman, dan tidak ada kendala yang berarti. Hanya saja, pelaksanaannya tidak dilakukan bersamaan. Melainkan jemaah melakukannya secara terpisah. Ada yang duluan, kemudian baru disusul jemaah lainnya di waktu yang berbeda.
“Selain tawaf ifadah, juga akan dilakukan sai dan tahallul. Seluruh kondisi saat ini masih dalam keadaan sehat. Hanya masih kelelahan saja setelah armuzna,” ujarnya kepada Bontang Post, Ahad (26/8) kemarin.
Dijadwalkan, setelah melakukan tawaf ifadah ini, jemaah Bontang akan melaksanakan tawaf wada’ (tawaf perpisahan). Lalu kemudian, seluruh jemaah kloter 4 Balikpapan akan langsung bertolak ke Madinah untuk melaksanakan salat arbain selama 8 hari. “Rencananya kami akan bertolak ke Madinah pada 1 atau 2 September mendatang,” terang pria yang menjabat Kepala KUA Bontang Selatan itu.
Sebagai informasi, tahun ini jemaah haji reguler asal Kota Taman yang berangkat menunaikan ibadah haji sebanyak 147 jemaah. Mereka tergabung dalam kloter 4 embarkasi Balikpapan bersama dengan 180 jemaah haji asal Kutim, 93 jemaah haji asal Kubar, dan 31 jemaah haji asal Balikpapan. Terbang dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan Selasa (31/7) lalu sekira pukul 17.15 Wita, para jemaah yang terbang menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GIA 4104 tersebut tiba di Bandara King Abdul Aziz (KAA) Jeddah pada Rabu (1/8) dini hari Waktu Arab Saudi (WAS).
Nantinya setelah melaksanakan serangkaian ibadah haji, para jemaah kloter 4 Balikpapan akan kembali ke Tanah Air pada 11 September 2018 mendatang. Bagi jemaah haji Bontang, dijadwalkan akan tiba di Kota Taman sehari setelahnya, yakni pada 12 September 2018. (bbg)






