SANGATTA – Jumlah warga Kutim yang sudah melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) masih jauh dari target. Mau tak mau diterapkan program jemput bola.
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) telah melakukan perekaman di salah satu desa, yaitu Batu Lepoq di Kecamatan Karangan.
Kadiscapil Yanuar Putra Lembang Alam mengungkapkan program jempot bola terus dilakukan.
“Ada lima petugas Disdukcapil yang kami tugaskan dan dibantu oleh teman-teman kecamatan dalam perekaman KTP-el menggunakan alat yang ada di sana,” tuturnya, Sabtu (28/4).
Dia juga menambahkan, bahwa pelayanan perekaman ditambah dari awalnya tiga menjadi lima hari. Karena ada permitaan dari kepala desa yang melaporkan masih ada warganya belum melakukan perekaman.
“Ternyata ibu Kades minta diperpanjang sampai hari minggu. Maka kami laksanakan sesuai permintaan,” terangnya.
Yanuar pun merasa peran akitf kepala desa sangat membantu dalam pengumpulan dan perekaman KTP-el ini. Termasuk terkait perubahan data masyarakat yang belum dilaporkan, diantaranya RT yang berubah, lalu masyarakat yang pindah.
“Ada warga yang tidak melaporkan. Untung saja kadesnya pro aktif. Walau sampai mondar mandir membawa data injek terbaru,” ungkapnya.
“Dari laporan Azwar sebagai ketua Tim melalui sambungan telpon, ada ratusan data yang diperbaruhi,” ungkapnya.
Selain perekaman, Azwar dari Disdukcapil juga menyerahkan KTP-el warga Desa Batu Lepor yang sudah tercetak.
“Yang kami bawa kemarin sekaligus diserahkan secara simbolis sebanyak 163 KTP-el,” ucap Yanuar. (hd)






