• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Kadar Amonia di Bawah Baku Mutu

by M Zulfikar Akbar
20 Februari 2019, 11:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Foto ilustrasi; Areal pabrik Pupuk Kaltim. Di wilayah ini, juga beroperasi perusahaan lain yang juga menggunakan bahan amonia. (FAHMI FAJRI UNTUK BONTANGPOST.ID)

Foto ilustrasi; Areal pabrik Pupuk Kaltim. Di wilayah ini, juga beroperasi perusahaan lain yang juga menggunakan bahan amonia. (FAHMI FAJRI UNTUK BONTANGPOST.ID)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Aroma amonia yang dikeluhkan warga dinilai masih berada di bawah ambang baku mutu. Itu berdasarkan pengecekan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang.

Ada empat titik pengambilan sampel. Di SMP Imanuel Loktuan, Pelabuhan Lhoktuan, Pasar Citra Mas, dan Masjid Al Hikmah. Hasilnya, di bawah batas baku mutu, yakni 2 part per million (ppm).

“Hasilnya ada yang 0,9, 0,8, dan 0,1 ppm. Itu masih di bawah baku mutu ambience udara,” kata Hikmatun Meida selaku Kasi Pengendalian Pencemaran Lingkungan DLH.

Dituturkannya, pengecekan menggunakan alat bernama oudalog logger. Dengan durasi satu jam, alat bakal mendeteksi kualitas udara ambience. Meida menjelaskan jika di atas 2 ppm, maka kualitas udara sudah tidak aman bagi kesehatan.

Baca Juga:  Pupuk Kaltim Tutup Bulan K3 Nasional 2020, Umumkan Pemenang Lomba

“Kami rutin melaporkan empat kali dalam satu tahun. Konsentrasi di bawah 2 ppm. Bahkan, terkadang tidak terdeteksi,” ujarnya.

Bahkan, ketika warga melaporkan adanya gangguan udara pengecekan pun segera dilakukan. Namun, sejak dua pekan ini, DLH belum menerima laporan terkait bau amonia.

Disebutkan Meida, data pengecekan ini masih belum valid. Mengingat laboraturium milik DLH masih belum terakreditasi.

Informasi merebaknya aroma gas kimia tanpa warna ini dibenarkan Kepala DLH Bontang, Agus Amir. Menanggapi hal ini, pihaknya telah menerjukan tim untuk menyelidikinya lebih lanjut.

“Intinya kami ingin ada forum komunikasi. Semua pabrik amonia yang ada, harus  menginformasikan ke DLH setiap kali melakukan kegiatan TA (turn around),” kata Agus Amir.

Baca Juga:  Smart Green House, Langkah Pupuk Kaltim Perkuat Ketahanan Pangan Menyambut IKN

Menurut dia, penyampaian informasi ini penting dilakukan. Sehingga LH bisa memberikan jawaban resmi kepada seluruh masyarakat. Dalam hal ini, ada prosedur yang mesti ditaati perusahaan dalam melakukan aktivitasnya. Khususnya yang berkaitan dengan lingkungan hidup. “Memang regulasinya seperti itu. Wajib melaporkan,” ungkapnya.

Sementara, Superintendent Hubungan Eksternal Humas Pupuk Kaltim Ramli menyebut, zat kimia tersebut bukan dari aktivitas Pupuk Kaltim. Perusahaan produsen pupuk itu disebutnya tengah dalam masa TA, perbaikan, dan pembersihan (storage). Namun, selama proses tersebut, tetap memperhatikan prosedur operasi standar.

“Masih layak dihirup oleh masyarakat. Terkhusus yang berada di buffer zone karena masih di bawah batas baku mutu,” kata Ramli.

Baca Juga:  Hadiah HUT Ke-77 RI, Kapal Pengangkut Amonia dari Bontang Lolos Paris MoU

Menurutnya, di areal pabrik Pupuk Kaltim juga terdapat 10 perusahaan lain yang menggunakan bahan amonia. Sehingga tidak hanya pihaknya yang disudutkan.

“Alangkah baiknya kalau perusahaan lain juga dilibatkan. Sehingga sama-sama peduli terhadap lingkungan,” sebutnya. (ak/luk)

Tags: amoniadinas lingkungan hidupPencemaran Udarapupuk kaltim
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Gema Mendunia

Next Post

Ketahuilah, Makan Malam Dalam Jumlah Banyak Ternyata Berbahaya Lho

Related Posts

PKT BERSERI Tumbuhkan Potensi Desa dan Kemandirian Petani Bulutana
Pupuk Kaltim

PKT BERSERI Tumbuhkan Potensi Desa dan Kemandirian Petani Bulutana

29 Oktober 2026, 14:36
Jangkau 2.340 Warga Bulutana, Pupuk Indonesia Grup Gelar AKSI 2026
Pupuk Kaltim

Jangkau 2.340 Warga Bulutana, Pupuk Indonesia Grup Gelar AKSI 2026

22 Oktober 2026, 19:16
Perkuat Daya Saing Manufaktur Nasional, Pupuk Kaltim Raih Primaniyarta 2026
Pupuk Kaltim

Perkuat Daya Saing Manufaktur Nasional, Pupuk Kaltim Raih Primaniyarta 2026

17 Oktober 2026, 12:04
Dukung Dekarbonisasi, PLTS Atap Pupuk Kaltim Raih ASEAN Energy Awards 2026
Pupuk Kaltim

Dukung Dekarbonisasi, PLTS Atap Pupuk Kaltim Raih ASEAN Energy Awards 2026

17 Oktober 2026, 11:48
Perputaran Ekonomi Selama Pupuk Kaltim Cup Tembus Rp772,9 Juta
Pupuk Kaltim

Perputaran Ekonomi Selama Pupuk Kaltim Cup Tembus Rp772,9 Juta

15 Oktober 2026, 19:41
Antusiasme Tinggi, Pupuk Kaltim Upayakan PKT Cup Jadi Agenda Tahunan
Pupuk Kaltim

Antusiasme Tinggi, Pupuk Kaltim Upayakan PKT Cup Jadi Agenda Tahunan

13 Oktober 2026, 07:03

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.