BONTANG – Gelaran senam sehat di arena Car Free Day (CFD) Jalan MH Thamrin, simpang tiga Plaza Taman Ramayana, Minggu (29/4) pagi kemarin kembali tampil berbeda. Selain olahraga bersama yang dipandu instruktur berpengalaman, senam juga dirangkai dengan sosialisasi dan kampanye seputar kanker serviks oleh Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Bontang kepada semua peserta senam yang hadir. Bahkan dalam kesempatan ini, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni pun turut hadir pada acara senam dan sosialisasi tersebut.
“Bunda mengajak kita semua untuk hidup sehat melalui Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, Red.). Rajin makan buah dan sayuran, serta rutin melakukan cek kesehatan,” ajak Neni di hadapan peserta senam yang didominasi kaum hawa tersebut.
Sementara itu, penjelasan seputar kanker serviks atau kanker mulut rahim disampaikan oleh dokter spesialis kandungan RSUD Taman Husada Bontang, dr. Fatmawati Patondran. Dalam penyampaiannya, dr. Fatma menjelaskan beberapa penyebab terjadinya kanker serviks seperti nikah di usia dini, berganti-ganti pasangan seksual, kurang menjaga kebersihan vagina, hingga keputihan dalam waktu yang cukup lama.
Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, dirinya pun menyarankan untuk melakukan deteksi dini melalui cek pap smear. Pap Smear merupakan salah satu metode deteksi dini kanker leher rahim, dengan cara mengambil sampel sel leher rahim menggunakan spekulum yang dimasukkan ke dalam vagina. Sampel sel leher rahim kemudian diuji secara mikroskopik di laboratorium.
Adapun syarat mengikuti tes Pap Smear ini adalah, sudah pernah melakukan hubungan seksual, tidak sedang haid, tidak sedang hamil, dan tidak melakukan hubungan seksual 24 jam sebelumnya.
Sebagai informasi, kanker serviks atau sering dikenal dengan kanker mulut rahim adalah kanker yang terjadi pada servik uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina). Kanker ini merupakan jenis kanker terganas nomor dua yang menyerang kaum wanita. Faktanya, semua orang dapat terinfeksi virus HPV yang menjadi penyebab kanker serviks ini. (bbg)









