• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Karst Kutim Tak Ada Samanya di Dunia, Bisa Jadi Asal Mula Tatto Kalimantan

by BontangPost
29 Mei 2017, 17:28
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
JEJAK KEHIDUPAN: Gambar cadas dalam gua Karts Mangkalihat.(ISTIMEWA)

JEJAK KEHIDUPAN: Gambar cadas dalam gua Karts Mangkalihat.(ISTIMEWA)

Share on FacebookShare on Twitter

Penelusuran Tim Ekspedisi Penyelamatan Gambar Cadas

Jejak dan silsilah tapak tangan atau gambar cadas dalam gua Karts Mangkalihat, Sangkulirang menyimpan banyak misteri. Tim peneliti yang terdiri atas arkeolog dan geologi terkemuka Indonesia mencoba mengungkap teka-teki rock arts itu.

TANAH belum terlalu terang kala itu, tim ekspedisi sudah bersiap menuju Gunung Gergaji. Mereka berangkat dari Hambur Batu, Kecamatan Bengalon. Tim menggunakan moda transportasi kapal klotok menempuh sekira 40 kilomter. Di sana mereka ingin meneliti  gambar cadas yang diperkirakan sudah berusia ribuan tahun.

“Penelitian ini dilakukan untuk terus melestarikan cagar budaya,” kata Silvano Hajid, Koresponden CNN Indonesia, di dalam video yang tayang di channel Youtube CNN Indonesia, bertajuk Inside Indonesia: Siapa Nenek Moyang Sangkulirang.

Baca Juga:  Wisata Bersama Bimbel ME, Lestarikan Terumbu Karang dan Mangrove 

Perjalanan tim ekspedisi penyelamatan situs gambar cadas yang digawangi Balai Pelestarian Cagar Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ini sedikit berat, karena harus melawan arus Sungai Bengalon. Ditambah lagi banyaknya batang pohon yang hanyut di tengah sungai. Namun halangan itu tak berarti lagi, karena dari kejauhan gunung Gergaji menampakkan batang hidungnya. Seperti namanya, gunung itu bergerigi bak gergaji.

“Biasanya gunung ini hanya didatangi oleh warga yang ingin mencari sarang burung walet. Dulu tidak ada yang tahu bahwa di sini peninggalan zaman pra sejarah,” kata Kusmin warga setempat.

Tim eskpedisi langsung memanjat tebing karts. Butuh tenaga ekstra, karena satu-satunya jalan  menuju Gua Tewet, dimana gambar cadas itu berada adalah dengan mendaki sekira 40 meter, lalu memanjat tebing setinggi 20 meter. Di dalam gua, tim langsung mendapati gambar cadas. Berdasarkan pengamatan, gambar tersebut tergolong unik, pasalnya gambar itu sangat khas Kalimantan. Bahkan belum pernah ditemukan di tempat lain.

Baca Juga:  Apresiasi Pelatihan Batik Lokal 

“Saya identifikasi, paling tidak ada 10 variasi, mulai dari tangan dan garis-garis atau hiasan di dalam gambar. Biasanya di daerah lain seperti Sulawesi, bahkan di dunia hanya telapak tangan saja. Tapi di sini ada isian (corak khas) di dalam gambar telapak tangan itu,” jelas Cecep Eka Permana , Dosen Arkeologi Universitas Indonesia.

Menurutnya, gambar ini sangat kental dengan khas kalimantan, karena di dalam gambar telapak tangan memuat gambar lain seperti motif tatto. Seperti diketahui, suku asli Kalimantan biasanya menggunakan tatto.

“Di Kalimantan itu ada tradisi buat tatto. Itu juga mungkin cikal bakal, tradisi itu berlanjut,” katanya.

Setelah itu tim juga melakukan pengambilan data. Salah satu sampel yang diambil adalah mengukur ancaman apa saya yang dapat merusak lukisan di dalam goa.

Baca Juga:  Puluhan Gua di Kutim Belum Dikenal 

“Bisa lewat flora dan fauna, suhu udara, itu semua berpengaruh terhadap keaweten lukisan itu,” kata Falentinus Triwijaya, Tim Peneliti Balai Pelestarian Cagar Budaya Kaltim, yang juga dikutip dari video tersebut.

Potensi kerusakan yang paling serius adalah pengelupasan pada batu. Pasalnya, batu dengan gambar cadas itu terbuka secara berlapis.

“Bukan lukisannya yang terkupas. Tapi batu tempat lukisan itu terbuka dari bantuan induk,” tambahnya. (hd)

Tags: budayakarst kutimsejarahwisata
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Soal Adanya Aktivitas LGBT, Komisi I Akan Undang Stakeholder

Next Post

Pejabat Baru Jangan Malas, Harus Turun ke Lapangan, HP Wajib Aktif 

Related Posts

Selamatkan Situs Tapak Tangan
Kaltim

Gua Purba di Sangkulirang Kaltim Terancam Pabrik Semen, Menteri Kebudayaan Colek Bahlil

7 Juni 2025, 16:24
Pabrik Semen Beroperasi, Ekosistem Karst Dipertanyakan
Kaltim

Pabrik Semen Beroperasi, Ekosistem Karst Dipertanyakan

25 Agustus 2023, 13:00
Minta Penggunaan Bahasa Kutai di Pengumuman Bandara SAMS Sepinggan
Kaltim

Minta Penggunaan Bahasa Kutai di Pengumuman Bandara SAMS Sepinggan

1 Juni 2022, 13:00
PPKM Bontang, Anjungan Bontang Kuala tetap Buka
Bontang

PPKM Bontang, Anjungan Bontang Kuala tetap Buka

18 Januari 2021, 17:43
Menikmati Potensi Wisata di Desa Batu Lepoq Kutim: Dari Air Terjun Kembar Siapat sampai Gua Mengkuris
Bontang

Menikmati Potensi Wisata di Desa Batu Lepoq Kutim: Dari Air Terjun Kembar Siapat sampai Gua Mengkuris

5 Juli 2020, 17:00
Tanjung Galau
Bontang

Tanjung Galau, Wisata Baru dari Tanah Uruk

16 Februari 2020, 16:00

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.