BONTANGPOST.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) akan membentuk tim investigasi untuk menelusuri dugaan kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang marak terjadi belakangan ini. Langkah cepat ini diambil sembari menunggu hasil uji laboratorium dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menjelaskan hasil uji BPOM membutuhkan waktu yang cukup lama. Di Jakarta, hasil baru keluar dalam empat hingga tujuh hari, sementara di daerah bisa mencapai 14 hari.
“Dalam kasus dugaan keracunan ini, kami tidak bisa langsung menyimpulkan. Semua tetap harus menunggu hasil resmi BPOM,” kata Nanik di Kantor BGN, Senin (22/9).
Tim investigasi ini, lanjutnya, dibentuk sebagai langkah cepat sekaligus second opinion sebelum hasil laboratorium resmi keluar. Tim terdiri dari ahli kimia, farmasi, hingga tenaga kesehatan.
Mereka akan meneliti berbagai aspek mulai dari bahan baku, proses memasak, hingga sampel makanan yang disimpan di lemari pendingin selama dua hari. Tim ditargetkan mulai bekerja pekan ini.
“Insyaallah dalam minggu ini tim investigasi akan segera turun. Ini langkah nyata agar masyarakat cepat mendapat jawaban,” ujar Nanik.
Ia menegaskan, temuan awal terkait dugaan kasus MBG bukan berasal dari laporan pihak luar, melainkan hasil pengamatan langsung tim BGN di lapangan.
BGN berharap kehadiran tim investigasi dapat memberi kejelasan penyebab kasus dugaan keracunan. Hasilnya akan menjadi dasar perbaikan, baik pada pengolahan makanan maupun penanganan pasien. “Kami dalami supaya isu ini tidak berkembang liar,” pungkasnya. (prokal)







