• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Kawasan Pesisir Kutim Butuh Setrum PLN, Infrastruktur Jalan Tak Kalah Memprihatinkan 

by BontangPost
13 Juni 2017, 12:23
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
FOTO WAJAH: MUHAMMAD LEBAR (IST)

FOTO WAJAH: MUHAMMAD LEBAR (IST)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Program pemerataan pembangunan yang digalakan pemerintah dianggap belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di daerah pesisir Kutim. Khususnya jaringan listrik dan infrastruktur jalan yang memadai. Seperti yang banyak dirasakan masyarakat Kecamatan Sangkulirang, Sandaran, Kaubun, Karangan, dan Kaliorang (Sangsaka).

Menurut anggota Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kutim Muhammad Lebar, satu-satunya kecamatan yang telah mendapatkan penerangan listrik 24 jam hanyalah Kecamatan Sangkulirang. Itupun baru dirasakan masyarakat di Desa Benua Baru Ilir dan Benua Baru Ulur.

Listrik di kedua desa itupun baru dirasakan masyarakat sekitar setahun belakangan ini. Sementara di desa atau kecamatan lainnya di wilayah tersebut, penerangan hanya mengandalan mesin genset yang berseumber dari Badan Usaha Desa (Bumdes).

“Krisis penerangan masih benar-benar menjadi masalah yang cukup serius di daerah pesisir Kutim. Masalah itu bukan satu atau dua tahun belakangan ini, tapi sudah berlangsung bertahuntahun. Sampai sekarang belum ada solusi apapun yang diambil pemerintah terkait itu,” kata politisi PDI Perjuangan ini, Senin (12/6) kemarin.

Baca Juga:  Atlet Kutim Siap Berjuang di Porprov 2018

Terbatasnya penerangan listrik di daerah Kaliorang, Kaubun, dan Sandaran berdampak pada lambatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pasalnya, mesin genset yang jadi penopang listrik hanya beroperasi dari pukul 18.00 Wita sampai pukul 22.30 Wita. Otomatis aktifitas industri tidak berjalan.

“Kalau sudah seperti itu, listrik hanya untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga. Sementara untuk kegiatan produksi, seperti usaha industri rumah tangga dan industri lain tidak bisa. Sehingga wajar jika pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah Sangsaka lambat,” katanya.

Bagi politisi asal daerah pemilihan (Dapil) 5 ini, hal yang memprihatinkan dia yakni minimnya sumbangsi perusahaan di daerah setempat. Padahal mulai dari perusahaan pertambangan dan perkebunan banyak beraktifitas di wilayah kelahiran Bupati Kutim Ismunandar ini.

Baca Juga:  Perbaiki Insfrastruktur Dulu, Baru Tarik Retribusi 

“Lebih banyak perusahaan yang bandel di Sangsaka. Selama ini kami nggak tau bagaimana dana Coorporate Social Responsibility (CSR) mereka. Bahasanya kepada masyarakat membantu pembangunan, tapi akhirnya urunan juga,” ujarnya.

Beberapa perusahaan yang beroperasi di wilayah Sangsaka antara lain, PT Indexim, PT KPP, dan PT Firko. Menurut Lebar, jika semua perusahaan menjalankan komitmennya membangun masyarakat Kutim, maka masalah krisis penerangan bisa diselesaikan dengan mudah.

“Ketiadaan partisipasi perusahaan membangun masyarakat sekitarnya, sangatlah kami sayangkan. Nanti kami akan komunikasikan masalah ini dengan Pemerintah Kutim,” ucapnya.

Dia menyebutkan, kondisi infrastruktur jalan di daerah Sangsaka juga tidak kalah memprihatinkan. Pasalnya, hanya beberapa Jalan Poros Kaubun, Sangkulirang, dan Kaliorang yang telah mendapatkan diaspal dan disemenisasi. Itupun belum merata, karena masih banyak titik yang jalan tanah.

Baca Juga:  Api Mengamuk di Hutan Pelangi

“Dampak dari itu yakni sulitnya masyarakat memasarkan, atau membawa keluar hasil pertanianya. Akibatnya juga membuat harga barang di daerah pesisir serba mahal. Kan kasian masyarakat kalau sudah seperti itu,” tuturnya.

Diakui, beberapa perusahaan pernah membantu memperbaiki jalan masyarakat. Namun sangat disayangkan, karena pembangunannya tidak merata, melainkan hanya dititik tertentu saja.

“Tapi malah terkadang hanya bantu materil, tapi untuk mengangkut dan mengecor, ya warga yang harus urunan. Kalau dibangun seperti itu, ya sampai 5 tahun ke depan ngak akan bisa selesai,” akunnya. (drh)

Tags: PedalamanPembangunan KutimperbatasanSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Persyaratan Lengkap, Dana Desa Segera Cair

Next Post

Marak Pencurian saat Ramadan, Polisi Disebar di Titik Rawan

Related Posts

Miris, Anak-Anak di Perbatasan Lebih Memilih Sekolah ke Malaysia
Nasional

Miris, Anak-Anak di Perbatasan Lebih Memilih Sekolah ke Malaysia

18 November 2019, 07:00
Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30
Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri
Breaking News

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri

24 Desember 2018, 15:10
Pemkab Harus Terbuka
Breaking News

Pemkab Harus Terbuka

24 Desember 2018, 15:05
Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus
Breaking News

Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus

24 Desember 2018, 15:00
Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 
Advertorial

Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 

24 Desember 2018, 08:00

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.