BONTANG – Kasus kebakaran di wilayah Bontang masih kerap terjadi. Tahun 2019 lalu, peristiwa itu mengalami peningkatan sekitar 60 persen jika dibandingkan pada 2018 lalu. Hal itu dilihat dari data rekapitulasi penanggulangan kejadian kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang. Dari Januari hingga Desember 2019 mencapai 77 kejadian dari 14 jenis kejadian kebakaran. Merangkak naik 48 kejadian dibandingkan pada 2018 lalu hanya mencapai 29 kejadian.
Dari data itu, ada 3 jenis kebakaran yang mengalami peningkatan. Urutan pertama paling dominan yakni kasus kebakaran lahan mencapai 47 kejadian dengan lahan sekitar 56,83 hektar. Kasus kebakaran itu paling banyak terjadi pada Maret lalu sebanyak 13 kejadian, kemudian pada September 18 kejadian.
Kemudian diikuti kebakaran rumah tinggal sebanyak 12 kejadian. Jenis ini meningkat 50 persen dibandingkan 2018 lalu hanya 6 kejadian. Kebakaran permukiman ini paling banyak terjadi pada awal tahun lalu mencapai 5 kejadian. Begitu juga dengan kebakaran ruko atau tempat penampungan, meningkat 3 kejadian dari 2018 hanya 2 kejadian. Sedangkan 2019 mencapai 5 kejadian. (Selengkapnya lihat grafis).

Mengurangi angka kebakaran yang semakin meningkat ini, pihaknya lebih gencar melakukan sosialisasi ke warga sekitar, dengan mengadakan pelatihan simulasi memadamkan api. Agar kebakaran tersebut dapat segera ditangani. Serta tidak menjalar lebih luas lagi sehingga merugikan banyak orang.
“Tahun ini kami akan melakukan sosialisasi ke seluruh RT di Bontang dengan mendompleng kegiatan yang mereka lakukan,” papar Kasi Pencegahan Dan Pemberdayaan Masyarakat Disdamkartan Bontang, Said Zainal Abidin saat dihubungi Bontangpost.id.
Selain itu pihaknya juga tahun ini mendapatkan tambahan armada fire fighting dengan kapasitas tangki mencapai 3.700 liter, sehingga total mencapai 6 armada. Terdiri dari 1 unit tangki dengan daya tampung 10 ribu liter air, serta masing-masing 3 unit fire fighting dengan daya tampung air 3 ribu liter air dan 4 ribu liter.
“Dan tambahan mobil rescue,” ujarnya
Sedangkan tahun ini, katanya, Disdamkartan kembali mengusulkan dua unit mobil tangki air sebagai penyuplai bahan baku. Pasalnya, saat ini mereka hanya memiliki satu unit truk 10 ribu liter yang digunakan untuk mengambil air.
“Sebenarnya itu hanya untuk menyemprot, tapi kami jadikan untuk suplai air,” terangnya.
Selain itu juga, langkah pencegahan lainnya yakni mendirikan posko pemadam kebakaran di beberapa kelurahan, seperti di Loktuan dengan menyediakan satu unit fire fighting dengan anggota pemadam kebakaran yang bertugas satu shift-nya sebanyak 4 orang.
“Ke depan dibangun di Berbas,” tambahnya.
Pihaknya mengimbau agar warga lebih waspada lagi, salah satunya yakni memperhatikan sambungan listrik. Sebab hal ini yang diduga jadi penyebab kebakaran terbanyak. Selain itu, juga lebih mengawasi anak-anak tidak memainkan bahan yang menyebabkan kebakaran seperti korek api.
“Jangan ada colokan sampai 3, karena itu menyebabkan panas dan menimbulkan api, tidak merokok di tempat tidur,” imbaunya.(Zaenul)






