• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Kecanduan Gim Online, Dua Bocah Dirawat di Rumah Sakit Jiwa

by Redaksi Bontang Post
16 Mei 2022, 14:30
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Dua bocah harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. Penyebabnya, karena mereka tak bisa lepas dari gawai, khususnya permainan gim online yang saat ini merajalela.

Untungnya dua anak ini bisa disembuhkan berkat perawatan dari rumah sakit. Kedua anak ini berasal dari Kota Banjarmasin yang masih berusia 14 tahun dan dari Kabupaten Banjar yang bahkan masih berusia 11 tahun. “Hanya dua kasus itu sampai ini. Alhamdulillah tahun ini tak ada,” ujar Wakil Direktur Pelayanan Medik, RSJ Sambang Lihum, Yuyun kemarin.

Di tahun lalu, pasien yang berasal dari Kabupaten Banjar dirawat dari tanggal 5 sampai tanggal 19 Juni. Sementara pasien kedua, dirawat dari 13 sampai 27 Oktober tahun lalu. “Mereka diantar keluarganya untuk dirawat, karena memang kondisi kejiwaannya sempat terganggu,” katanya.

Dia tak bisa menjelaskan terperinci bagaimana kondisi dua anak tersebut. Pasalnya dia baru saja menempati jabatan di RSJ Sambang Lihum saat promosi dan mutasi jabatan di Pemprov Kalsel belum lama tadi. “Dari informasi yang saya dapatkan, memang sang anak kejiwaannya sudah terganggu. Tak bisa lepas dari gawainya,” tuturnya.

Baca Juga:  Usir Jenuh dengan Gim Online, Pemuda Bontang Berharap IeSPA Segera Dibentuk

Terpisah, Psikolog dari Fakultas Kedokteran ULM Sukma Noor Akbar menjelaskan, data dari survey APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), gim online merupakan konten hiburan yang termasuk paling banyak di akses yakni 16,5 persen, setelah video online dengan persentase 49,3 persen.

Tak bisa dipungkiri, hal ini sebutnya, juga dampak dari pandemi Covid-19 dan kemajuan teknologi yang sangat canggih. Mirisnya generasi milenial dengan mudahnya menggunakan gawainya maupun PC tanpa kontrol maksimal dari orangtuanya.

Dikatakan Sukma, penggunaan gim online ini sangat populer khususnya bagi anak dan remaja. Meski ada dampak positif, namun jika tanpa kontrol, dampak negatif tentu saja akan mempengaruhi terhadap kejiwaan anak, apalagi di usia mereka yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Baca Juga:  Asyik Main Game Online, Pemuda di Samarinda Tewas

Dia mencontohkan, saat ini sangat mudah melihat anak di bawah umur 5 tahun yang pandai bermain gawai. Bahkan sudah memahami memainkan gim online dan mampu fokus berjam-jam di layar smartphone mereka. “Jangan sampai karena tak dikontrol, akan menjadi candu dan membuat anak pikirannya bahkan kejiwaannya terganggu,” ujar Sukma kemarin.

Kecanggihan teknologi saat ini yang tak bisa dibendung, memerlukan pengawasan orangtua. Orangtua harus tegas dan perlu mengatur penggunaan, durasi, lokasi dan konten yang dilihat dan dipermainkan oleh anak. “Jangan sampai konten yang dipermaikan anak bersifat negatif atau kekerasan sehingga akan mempengaruhi kepribadian anak selanjutnya,” tambahnya.

Ketua HIMPSI Kalsel ini menerangkan, anak-anak memiliki kepekaan yang tinggi. Anak-anak juga sangat cepat dan mudah dalam meniru. Selain itu, faktor lain anak bisa kecanduan disebabkan pula lingkaran pertemanannya yang merupakan pemain game online. “Sehingga anak-anak rentan untuk adiksi gim online,” imbuhnya.

Selain berdampak terhadap pendidikan, yang akhirnya anak menjadi malas belajar dan berujung pada menurunnya prestasi. Yang paling parah adalah, disaat tidak dituruti keinginan sang anak, maka anak yang masih labil emosinya bisa saja akan mengamuk, agresif. “Adiksi gim online sendiri adalah ketergantungan individu secara berlebihan terhadap game online dengan ingin melakukan secara terus-menerus yang pada akhirnya menimbulkan efek negatif pada fisik maupun psikologis individu,” paparnya.

Baca Juga:  Asyik Main Game Online, Pemuda di Samarinda Tewas

Lalu apa yang harus dilakukan agar anak bisa terhindar dari ini? Dia mengatakan, orangtua perlu modifikasi perilaku dan lingkungan. “Orangtua diharapkan bisa bersikap tegas mengelola penggunaan gawai dan mengarahkan anak dengan kegiatan positif lainnya. Jangan malah sebaliknya, membiarkan,” tandasnya. (mof/by/ran)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: gim online
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kecelakaan Bus di Tol Surabaya-Mojokerto, 13 Orang Meninggal

Next Post

AH Minta Rekomendasi ke Perusahaan Kutim Dicabut, Gulirkan Wacana Interpelasi

Related Posts

Asyik Main Game Online, Pemuda di Samarinda Tewas
Kaltim

Asyik Main Game Online, Pemuda di Samarinda Tewas

13 Februari 2022, 19:02
Usir Jenuh dengan Gim Online, Pemuda Bontang Berharap IeSPA Segera Dibentuk
Feature

Usir Jenuh dengan Gim Online, Pemuda Bontang Berharap IeSPA Segera Dibentuk

18 Januari 2019, 20:00

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SPMB Bontang 2026 Dibuka Mei, Jalur Afirmasi Dapat Kuota 25 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kartu Bontang Pintar Tetap Prioritas, Pemkot Sesuaikan Nominal Bantuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.