Fakta mengejutkan datang dari Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kubar. Kurun Januari–Agustus 2023, BNK sudah mengirim 13 pecandu ke panti rehabilitasi narkoba di Samarinda.
bontangpost.id – Sekretaris BNK Kubar Jamidi mengungkapkan, seluruh klien yang ditanganinya itu ada anak di bawah umur. Kasusnya bukan pecandu narkotika, layaknya kasus pada umumnya. Tapi kasus kecanduan ini karena menghirup uap pertalite.
“Mereka terdiri 11 laki-laki dan dua perempuan. Di mana satu orang masih di bawah umur,” kata Jamidi. Ia pun enggan membeber secara detail kasus langka tersebut. Menurut dia, hobi tersebut akhirnya meresahkan karena untuk mendapatkan pertalite dia mencuri tangki motor.
“Hanya karena dia masih anak-anak, maka dia dimaafkan. Atas izin orangtuanya, dia dikirim ke Samarinda untuk menjalani rehabilitasi,” jelasnya.
Dia mengungkapkan sebagian besar yang direhabilitasi adalah mereka yang ditangkap polisi atau BNK. Sangat jarang ada yang datang sendiri dan minta tolong direhabilitasi. “Mereka yang tertangkap dengan barang bukti narkoba di bawah 1 gram, ada alternatif untuk dikirim rehabilitasi,” ungkap Jamidi.
Lebih lanjut dikatakan, klien yang terlibat rehabilitasi tersebut satu di antaranya aparatur sipil negara (ASN). Mereka ditangkap polisi dan ditahan, kemudian diputuskan untuk direhabilitasi.
Dia berpesan kepada masyarakat bila ada yang ingin mengajukan diri, atau keluarga untuk direhabilitasi silakan datang ke BNK Kubar. “Kalau ada warga yang mengajukan untuk direhabilitasi, setelah kami lihat, cek dan pastikan, hari itu juga bisa kami kirim,” tegas Jamidi.
Mengenai biaya tempat tinggal, makan, dan obat-obatan, semuanya ditanggung negara. “Yang bersangkutan tinggal menjalani program rehabilitasi dengan disiplin dan semoga cepat sembuh dari ketergantungannya,” harapnya.
Untuk diketahui, bensin mengandung metana dan benzena yang merupakan senyawa kimia berbahaya. Paparan aroma dari uapnya bisa berdampak negatif terhadap kesehatan Anda. Pada orang yang sensitif, menghirup bau bensin dapat menyebabkan sakit kepala, mual, hingga muntah.
Kerusakan Saraf
Menarik napas dalam-dalam untuk menghirup uap bensin dapat mengakibatkan kerusakan sistem saraf, terutama apabila dilakukan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Lambat laun, menurut National Institute on Drug Abuse, residu uap bensin yang menumpuk dalam tubuh bisa merusak mielin, selubung tipis yang melindungi serabut saraf otak. Akibatnya, Anda akan mengalami kesulitan dalam mengingat dan melakukan percakapan seperti biasanya. Kerusakan sistem saraf dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan kejang otot dan tremor yang kemudian memengaruhi kemampuan seseorang untuk berjalan, membungkuk, dan berbicara.
Bahaya Permanen
Dilansir dari Livestrong, menghirup bau dari bensin ataupun bahan kimia lainnya bisa mengakibatkan kerusakan berbahaya yang sulit untuk dipulihkan. Misalnya, timbulnya penyakit degeneratif, kerusakan otak, kelemahan otot, dan kerusakan sumsum tulang belakang. Bahkan beberapa penderitanya bisa mengalami kerusakan pada indra penciuman dan pendengaran.
Mati Lemas
Jika kebiasaan menghirup uap bensin ini sudah berlangsung hingga tahunan, residu uap yang melemahkan kerja saraf akan memengaruhi fungsi jantung, paru, dan otak. Pasalnya, kerja organ-organ vital dalam tubuh manusia sangat bergantung pada sistem saraf. Apabila paru-paru tidak bisa lagi menghirup jumlah oksigen seperti seharusnya, hal ini bisa meningkatkan risiko mati lemas secara tiba-tiba karena Anda perlahan berhenti bernapas. Kerja jantung pun ikut melambat di waktu yang bersamaan hingga akhirnya berhenti. (*/luk/kri/k8)







