• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Kedaulatan Buruh di Bumi Kutai Timur

by BontangPost
29 April 2017, 12:30
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
Bendahara DPD KNPI Kutim(Oleh Felly Lung, SH. )

Bendahara DPD KNPI Kutim(Oleh Felly Lung, SH. )

Share on FacebookShare on Twitter

Tanggal 1 Mei merupakan peringatan hari buruh internasional. Hari buruh yang peringatannya identik dengan aksi buruh untuk menyuarakan hak-hak yang selama ini tidak terpenuhi baik oleh pemerintah ataupun perusahaan.

Mari kita melihat semangat dan roh Hari Buruh Internasional ini dengan kondisi yang perlu direfleksikan bersama, bukan sekedar euforia perayaan tanpa terwujudnya kedaulatan buruh itu sendiri.

Perlahan secara bertahap beberapa tuntutan buruh terutama dalam hal peningkatan kesejahteraan: Pertama, banyaknya sorotan kepada perusahaan – perusahaan yang tidak memberikan upah sesuai dengan Upah Minimum Sektor Kabupaten ( UMSK ) yang telah ditetapkan.

Kedua, Masih berkaitan dengan kesejahteraan, antara lain fasilitas yang diterima buruh misalnya jaminan pensiunan buruh, jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, dan jaminan hari tua. Tidak lupa, salah satu isu marak tentang BPJS juga disuarakan buruh, semua hal normatif ini harus ada kepastian perlindungan bagi buruh. Sandaran tanggung jawab atau kontrol untuk kepastian ini perlu peran maksimal dan ketegasan pemerintah yang mana Dinas Tenaga Kerja yag merupakan perpanjangan tanggan perintah harus memastikan semua perusahaan yang beroperasi di Kutai Timur menerapkan hal ini.

Baca Juga:  ‘Ketimbang Nganggur’, Cewek Jadi Pengedar

Ketiga, Outsourching merupakan sistem kerja yang selama ini ditolak oleh para buruh karena posisi buruh dengan status pekerja outsourching sangat lemah dalam hal pemenuhan hak dan fasilitas yang diterima serta memiliki job security yang rendah. Artinya, sewaktu-waktu dapat mengalami pemutusan hubungan kerja atau digantikan pekerja lain.

Empat, Sumber Daya Manusia lokal. Kutai Timur telah memiliki beberapa perguruan tinggi dan banyak melahirkan bibit unggul yang berprestasi, tetapi rupanya impor tenaga kerja luar daerah Kutim masih jadi primadona. Hal ini lambat laun akan menimbulkan kesenjangan sosial. Papua bisa menjadi rekomendasi di mana peraturan daerah yg memihak buruh asli papua. Bukan anti tenaga kerja luar tetapi perlu keseimbangan dan keberpihakan yang berkeadilan bagi SDM daerah.

Baca Juga:  BPD Mitra Pemerintah Desa, Dalam Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat

Kelima, durasi kontrak kerja, hak permanent, pemutusan kontrak dan PHK, di sini ada azas fundamental atas kepastian hak – hak buruh yang sering terabaikan dan akhirnya menjadi pil pahit yang harus ditelan buruh.

Bagai merindukan air di tengah gurun, perlu langkah kongkret dan tegas sehingga bisa menyadarkan semua pihak salah satunya sinergi atas – bawah.

Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serikat buruh, dan perusahaan sangat diperlukan. Sinergi tersebut dapat diwujudkan dengan sosialisasi agar pegawai dan pengusaha sadar bahwa mereka mempunyai hak yang sama untuk dapat hidup layak.

Dengan hal itu, perusahaan pun dapat berjalan sesuai aturan dan mendukung upaya kesejahteraan para buruh. Begitupun buruh harus menjalakan kewajibannya sesuai aturan yang telah disepakati.

Baca Juga:  Pembunuh Mertua Divonis 18 Tahun

Pemerintah daerah sebagai pemberi izin harus menunjukkan simpatinya terhadap rakyatnya. Dalam hal ini Disnaker harus melakukan pengawasan secara ketat tidak menunggu saat ada keluhan tetapi harus ada sidak secara reguler dengan demikian, para buruh benar-benar dilindungi payung hukum, perusahaan pun tidak ada lagi yang berani melenceng dari aturan yang telah ditetapkan.

Harus ada rekomendiasi – rekomendasi positif, baik dari buruh maupun pengusaha yang bisa melahirkan kerjasama dan keseimbangan hak serta kewajiban.

Kita berharap keterlibatan semua pihak benar-benar mengupayakan masa depan buruh yang berdaulat sehingga perputaran antar generasi untuk mendapatkan pekerjaan dapat seimbang antara hak dan kewajibannya.

Selamat Hari Buruh. (*)

Tags: bpjsburuhsanggata post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Strategi Menghadapi Perubahan Zaman

Next Post

Dianggap Biang Kecelakaan Lalulintas

Related Posts

Obat Pasien JKN Habis dan Diminta Beli Sendiri? Ini Penjelasan BPJS Bontang
Bontang

Obat Pasien JKN Habis dan Diminta Beli Sendiri? Ini Penjelasan BPJS Bontang

25 September 2026, 11:05
RSUD IA Moeis Samarinda Nonaktifkan Dokter RMF usai Komentar ke Pasien BPJS Viral
Kaltim

RSUD IA Moeis Samarinda Nonaktifkan Dokter RMF usai Komentar ke Pasien BPJS Viral

7 Agustus 2026, 08:00
Menko PKM Pastikan Iuran BPJS Warga Tak Mampu Bakal Dibayar Pemerintah
Nasional

Menko PKM Pastikan Iuran BPJS Warga Tak Mampu Bakal Dibayar Pemerintah

25 Februari 2022, 13:28
Ribuan Buruh Kena PHK Masal, Daerah Ini Paling Banyak
Nasional

Draf RUU Cipta Kerja, Bisa Kontrak Seumur Hidup dan Tak Dapat Pesangon

16 Februari 2020, 14:00
Ribuan Buruh Kena PHK Masal, Daerah Ini Paling Banyak
Nasional

Ribuan Buruh Kena PHK Masal, Daerah Ini Paling Banyak

1 Februari 2019, 16:40
Buruh Desak Gubernur Evaluasi UMP
Kaltim

Buruh Desak Gubernur Evaluasi UMP

31 Oktober 2018, 16:20

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.