• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Strategi Menghadapi Perubahan Zaman

by BontangPost
29 April 2017, 12:30
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
Oleh:
Satriani Rustam, S.Pd.I

Oleh: Satriani Rustam, S.Pd.I

Share on FacebookShare on Twitter

 

Setiap zaman terus mengalami perubahan, saat ini kita berada di abad 21 yang disebut abad Milenium dimana semua alat-alat serba canggih. Hal ini memberi efek positif yakni mempermudah/mempercepat segala aktifitas kita, tetapi disisi lain bisa memberikan efek negatif, yang berakibat pada jauhnya anak-anak dari agama dan jati diri mereka sebagai seorang muslim pun tidak tampak. Sehingga diperlukan metode khusus mendidik generasi Islam abad 21 yang penuh tantangan. Baik tantangan bertahan hidup, tantangan dalam interaksi pergaulan, tantangan dalam menuntut ilmu, serta tantangan-tantangan yang lainnya.

Dengan perubahan zaman ini tentu berdampak juga pada perubahan cara mendidik dan berkomunikasi orangtua  dengan anak, inilah yang menjadi tantangan atau PR besar orang tua dalam mendidik anak untuk mempersiapkan mereka mengahadapi zamannya, seperti yang dikatakan Ali bin Abi Thalib ”Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka bukan hidup dizamanmu” sehingga orang tua perlu belajar terus menerus dan mengetahui perkembangan zaman ke zaman.

Baca Juga:  Kutim Siap Jadi Contoh, Bagi Pelayanan Samsat Desa 

Karena orangtua terutama ibu merupakan pendidik utama dan pertama  bagi anak, tentu harus mengetahui metode-metode dalam mendidik anak. Karena anak merupakan aset masa depan, mereka adalah generasi cemerlang calon pemimpin dan akan menjadi pengukir peradaban Islam, sehingga orangtua harus menyadari pentingnya melahirkan generasi cemerlang ini, sehingga mereka bisa menjadi generasi unggul seperti para ilmuwan islam, para mujahid dan mujtahid.  Sebagaimana yang disebutkan dalam al-Quran bahwa umat Islam adalah Khairu ummah (Ummat terbaik)

“kamu sekalian adalah sebaik-baiknya umat yang dilahirkan untuk manusia, yang menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar serta beriman kepada Allah” (TQS. Al-Imron: 110)

Sebagai ummatan wasshatan (umat adil dan pilihan), “Demikian pula kami telah menjadikan kalian (umat Islam) umat yang adil dan pilihan agar kalian menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rosul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kalian” (TQS. Al-Baqarah:143)

Baca Juga:  Normalisasi Sungai Tanpa APBD

karena itu penting bagi orangtua untuk menanamkan modal berfikir kritis bagi anak yaitu diawali dengan penanaman akidah Islam yang mampu menuntun mereka membedakan haq dan bathil, dimana Islam mengajarkan berfikir mendalam atas setiap persoalan karna berfikir kritis adalah menguji setiap hal yang dihadapi, termasuk didalamnya mengenai fakta permasalahan, informasi/sumber berita, dan pemikiran/solusi agar bisa dibuktikan kebenarannya dengan standar Islam, tidak boleh taklid dan sekedar mengikuti pendapat sebagian orang dan banyak faktor yang akan menjauhkan mereka dari agamanya, seperti sekarang dikampanyekan paham liberal yang identik dengan materialistik yang mengagung-agungkan kebebasan mutlak, yaitu bebas berakidah (keluar masuk agama), bebas berperilaku dimana wanita bisa bebas mengumbar aurat seenaknya alhasil maraknya pencabulan dan pemerkosaan.

sehingga bagaimana mungkin lahir sikap hormat terhadap wanita?, dan tidak ada jaminan perlindungan terhadap anak ketika mereka berada di tengah masyarakat, atau pendapat lain tentang evolusi materi menganggap peran Tuhan tidak ada karena semua benda di alam adalah hasil evolusi materi termasuk manusia yang berevolusi dari kera, sebagai contoh, mana mungkin sebuah batu bisa berevolusi menjadi rumah tanpa ada tangan-tangan manusia yang mengerjakan?.

Baca Juga:  Sekda Pastikan Tes Transparan 

Teori-teori konyol ini jangan sampai membuat manusia menjadi bodoh dan menafikkan keberadaan Allah yang tak bisa dilihat mata Zat Nya, keberadaan Allah nyata dari ciptaan-ciptaan Nya. Untuk itu menanamkan anak-anak dengan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wata’alaa sangatlah penting. Yaitu menghadapi berbagai persoalan-persoalan dengan berfikir ktritis, menjadikan halal dan haram sebagai tolak ukur dalam perbuatan, meraih ridho Allah Subhanahu Wata’alaa sebagai tujuan hidupnya, sehingga anak-anak menjadi generasi cemerlang serta mempunyai kepribadian Islam yang utuh dan mampu menghadapi segala tantangan abad 21 ini. (*)

Tags: Kisah Inspirasisanggata post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Bontang FC Bidik Kasta Tertinggi 

Next Post

Kedaulatan Buruh di Bumi Kutai Timur

Related Posts

Sempat Terseret Tsunami, Lolos dari Maut Setelah Naik Gunung
Feature

Sempat Terseret Tsunami, Lolos dari Maut Setelah Naik Gunung

4 Oktober 2018, 11:31
Permainan Tadisional Dijadikan Lomba Agustusan 
Feature

Permainan Tadisional Dijadikan Lomba Agustusan 

12 Agustus 2018, 11:50
Istri Jadi Tulang Punggung, Hidupi Empat Anak
Feature

Istri Jadi Tulang Punggung, Hidupi Empat Anak

28 Maret 2018, 11:00
Terbaring dalam Petak Warung, Cukupi Kehidupan dari Hasil Jualan 
Feature

Terbaring dalam Petak Warung, Cukupi Kehidupan dari Hasil Jualan 

1 Maret 2018, 11:50
Kalah Senjata dan Pengalaman, Kota Jatuh ke Tangan Belanda
Feature

Kalah Senjata dan Pengalaman, Kota Jatuh ke Tangan Belanda

30 Januari 2018, 11:30
Belanda Terus Menggempur, Para Pejuang Terkepung
Feature

Belanda Terus Menggempur, Para Pejuang Terkepung

28 Januari 2018, 11:30

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.