• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Terbaring dalam Petak Warung, Cukupi Kehidupan dari Hasil Jualan 

by BontangPost
1 Maret 2018, 11:50
in Feature
Reading Time: 2 mins read
0
MENDERITA SAKIT: Sri Mulyanti hanya bisa terbaring di petakan warung miliknya karena penyakit tumor anus yang diidapnya.(ADIEL KUNDHARA/BONTANG POST)

MENDERITA SAKIT: Sri Mulyanti hanya bisa terbaring di petakan warung miliknya karena penyakit tumor anus yang diidapnya.(ADIEL KUNDHARA/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

Sri Mulyanti hanya bisa merebahkan diri di warung kelontong miliknya. Ukurannya sekitar 2,5 x 4 meter. Sembari menunggu pembeli datang, ia hanya bisa memegang sebuah kotak kaleng biskuit berisi uang. Memprihatinkan, begitulah kondisi yang dialaminya tatkala divonis petugas medis mengidap penyakit tumor anus.

ADIEL KUNDHARA, Bontang

HAMPIR setahun, Sri Mulyanti menderita penyakit tumor di bagian anus. Dua benjolan berukuran kecil menjadi biang nyeri yang selama ini dirasakannya. Ia harus menahan rintihannya, kendati rasa sakit itu tidak datang secara terus-menerus. Baik itu di siang maupun malam hari.

“Tidak begitu besar ukuran benjolannya,” kata Sri Mulyanti dengan nada tertatih-tatih kepada Bontang Post, kemarin (28/2).

Perempuan kelahiran Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur ini mengetahui dalam tubuhnya terdapat tumor sejak enam bulan silam. Kala itu, ia memeriksakan kondisi raganya ke RSUD Taman Husada Bontang. Akan tetapi, pihak rumah sakit plat merah di Bontang ini menyarankan untuk dirujuk ke rumah sakit di Samarinda. Sri Mulyanti diwajibkan menjalani kemoterapi.

Baca Juga:  Atlet Voli yang Jadi Pendidik, Antar Siswanya hingga Level Nasional

Melihat jarak yang terlalu jauh, Sri Mulyanti enggan mengikuti anjuran tenaga medis tersebut. Mengingat sang suami yang merupakan pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) lagi bergelut dengan usaha membuka toko kelontong di Jalan Cipto Mangunkusumo.

“Tidak ada yang menunggu kalau harus berobat ke Samarinda, dan pasti itu bolak-balik,” tambah perempuan kelahiran 1959 ini.

Praktis, ia menghabiskan banyak waktunya dengan rebahan di lantai. Sembari menunggu para konsumen membeli barang dagangannya. Bahkan, ketika seorang pelanggan datang, ia pun tak beranjak. Lantas, pembeli mengambil sendiri apa yang hendak dibutuhkannya.

“Kebanyakan ya begini (terbaring, Red.) tetapi saya bisa berdiri,” ujarnya dengan balutan handuk berwarna merah guna menutupi bagian sakitnya.

Baca Juga:  90 Persen Warga Bontang Sudah Punya KTP-el 

Kondisi ini membuat beberapa pelanggan menaruh rasa iba. Tak jarang, rasa empati diwujudkan melalui menolak diberi uang kembalian. “Nangis saya rasanya, mas. Melihat sikap orang kepada saya,” kata dia.

Riwayat keluarga ini sebelum menetap di Bontang memiliki sejarah panjang. Pernah mengikuti saudara yang berada di Rantau Pulung, Kabupaten Kutai Timur. Selang beberapa waktu, keluarga ini memutuskan hijrah ke Berau.

“Sekitar lima tahun saya berada di Bontang,” ucap Sri Mulyanti.

Kehidupan ekonominya tergolong cukup. Usaha yang ditekuninya mampu untuk membayar petakan dan kehidupan sehari-hari. Di mana per bulan, ia harus merogoh kocek sejumlah Rp 300 ribu.

“Kalau keuntungan ini bapak yang tahu, tetapi kami tidak pernah sampai berutang,” tambahnya.

Baca Juga:  Kisah Inspiratif Warga Bontang: Iptu Rihard Nixson (222); Sempat Gagal Tes Polisi, Impiannya Ingin Mengabdi di KPK

Sebelumnya ia punya keinginan untuk kembali ke kampung halaman. Namun, hasrat itu harus ditunda sehubungan dengan kondisi tubuhnya yang lemah. “Fokus pengobatan terlebih dahulu, pulangnya tidak jadi,” ujarnya.

Sementara itu tetangga korban, Heni mengatakan sebenarnya kepedulian sering diberikan. Salah satunya dengan mengajak mengonsumsi obat herbal. Mengingat Sri Mulyanti sudah terlalu sering meminum obat kimia tapi tak ada perkembangan. Namun, karena penderita memiliki sikap kukuh, ajakan Heni pelan-pelan memudar.

“Orangnya kaku sekali, ketika saya tanya selalu habis berobat tetapi kok saya lihat tidak sembuh-sembuh,” kata Heni.

Pernah Heni mengintip, dikatakannya benjolan tersebut berwarna kuning kemerah-merahan. Aroma tak sedap dari benjolan tersebut menjadi santapan kala angin berhembus.

“Seperti bau busuk memenuhi bagian petaknya,” tutupnya. (***)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Kisah InspirasiOrang Pinggiranwarga bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

HOAX!!! Akun Twitter SBY Dipalsu untuk Tebar Ancaman

Next Post

Kabar Razia Pajak STNK, Kasat Lantas: Itu Hoax

Related Posts

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan
Bontang

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan

31 Maret 2026, 08:00
6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang
Bontang

6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang

31 Januari 2023, 16:08
Cerita Seru Carol Pio, Peserta Pertukaran Pelajar Asal Bontang (1)
Feature

Cerita Seru Carol Pio, Peserta Pertukaran Pelajar Asal Bontang (1)

30 November 2018, 17:00
Ubah Kampung Kumuh Jadi Kampung Berprestasi Lewat Kompos
Feature

Ubah Kampung Kumuh Jadi Kampung Berprestasi Lewat Kompos

24 November 2018, 17:00
Perusda Berminat Mengelola Bandara APT Pranoto
Bontang

Sambut Positif Rute Baru Bandara APT Pranoto

16 November 2018, 16:35
Kumpulkan 1 Ton Plastik, Perpanjang Umur TPA
Feature

Kumpulkan 1 Ton Plastik, Perpanjang Umur TPA

11 November 2018, 17:10

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.