• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

KEJAM!!! Jasad Navita Ditemukan Penuh Lebam, Dikubur dengan Cara Tak Laik

by BontangPost
3 Mei 2017, 12:58
in Bontang
Reading Time: 3 mins read
0
BONGKAR: Jajaran Sat Reskrim Polres Bontang membongkar kuburan Navita di Kilometer 28 Desa Prangat Selatan, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (1/5) kemarin. MENGENASKAN: Kondisi tubuh jenazah Navita korban pembunuhan ayah tirinya sangat mengenaskan, karena dipenuhi luka lebam disekujur tubuhnya dan masih menggunakan pampers. di Kilometer 28 Desa Prangat Selatan.(IST)

BONGKAR: Jajaran Sat Reskrim Polres Bontang membongkar kuburan Navita di Kilometer 28 Desa Prangat Selatan, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (1/5) kemarin. MENGENASKAN: Kondisi tubuh jenazah Navita korban pembunuhan ayah tirinya sangat mengenaskan, karena dipenuhi luka lebam disekujur tubuhnya dan masih menggunakan pampers. di Kilometer 28 Desa Prangat Selatan.(IST)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Jenazah Navita (3), korban pembunuhan oleh ayah tirinya Fardi Sali (20) ditemukan penuh dengan luka lebam disekujur tubuhnya. Kedua orang tuanya memakamkan jenazah Navita seperti layaknya binatang. Hanya dibungkus kain putih tanpa dimandikan dan masih menggunakan pempers.

Hal tersebut terungkap setelah jajaran Sat Reskrim Polres Bontang membongkar kembali kuburan Navita di Kilometer 28 Desa Prangat Selatan, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (1/5) kemarin pukul 24.00 Wita.

Kapolres Bontang, AKBP Andy Ervyn melalui Kasubag Humas Iptu Suyono menceritakan kronologis kejadian, peristiwa memilukan tersebut bermula dari Sabtu (29/4) lalu. Saat itu, Fardi alias Ardi hendak ke Kutai Barat bersama istrinya Reni Candra Anita (20) dan anak tirinya Navita. Saat hendak pulang Minggu sekira pukul 19.00 Wita, di tengah perjalanan tersangka menghentikan kendaraannya di Kota Bangun untuk istirahat.

Saat istirahat, anak tirinya duduk di atas perut tersangka Ardi yang sedang berbaring. Tak disangka, Navita buang air besar di atas perutnya. Ardi pun meminta istrinya untuk mengangkat dan membersihkannya, tetapi sang istri menolak membersihkan kotoran di perutnya dan hanya membersihkan kotoran di tubuh anaknya. “Merasa sangat emosi, Navita pun terkena pukulan sebanyak 3 kali di kepalanya hingga mengenai tengkuknya dan pingsan,” jelas Suyono, Selasa (2/5) kemarin.

Baca Juga:  Tolak Wacana Pemkot Beli Kapal Wisata

Melihat anaknya pingsan, kedua orang tuanya berusaha membangunkannya dengan menyiramkan air dan memberi minyak kayu putih di hidungnya agar sadar kembali. Selepas itu, mereka melanjutkan perjalanan.

Mendekati Tenggarong, mereka kembali beristirahat. Saat istirahat itu, anaknya kembali kencing di celana tersangka. Lagi-lagi, sang istri tak mau membersihkannya.

“Disitu, tersangka akhirnya turun dari mobil dan marah-marah sambil membawa anak tirinya turun lantas dia pukuli kembali sampai dilempar ke bak truk hingga melambung ke atas,” ujarnya.

Setelah dilempar, anak itu dibawa kembali ke istrinya dalam kondisi pingsan. Di perjalanan menuju Samarinda, mereka mengecek bahwa anaknya sudah tak bernyawa. Akhirnya, sampai di Samarinda pada Senin subuh, keduanya singgah untuk membeli kain kafan dan cangkul.

Sebelum sampai di Gunung Menangis atau Kilometer 28 arah Samarinda Bontang, Desa Prangat Selatan, jenazah anak tersebut dibungkus dengan cara yang tidak layak dan dikubur di tengah hutan dengan lubang kuburan yang tidak sesuai. “Barulah saat sampai di Bontang, dia bercerita kepada penjual bakso bahwa anaknya sudah meninggal karena menjadi korban tabrak lari dan sudah dimakamkan,” terang dia.

Baca Juga:  Dewan Minta Data Kebutuhan Concrete

Mendengar kabar tersebut, tukang bakso tersebut langsung melaporkan ke Ketua RT 17. Dari Ketua RT melaporkan lagi ke Bhabinkamtibmas Tanjung Laut Indah, Bripka Mulyono. Karena menemukan kejanggalan, keduanya lantas digiring ke Polsek Bontang Selatan.

Disana, barulah sang istri mengaku dan bercerita bahwa anaknya meninggal karena dipukuli suaminya. “Dari keterangan itu, Sat Reskrim dan Inafis langsung memastikan ke Prangat, lokasi kuburan Navita,”ungkapnya.

Ternyata benar, setelah digali, kondisi jenazah Navita penuh dengan luka lebam. Mulai dari kaki, hingga mukanya yang penuh luka lebam dan menyebabkan matanya bengkak. Tak hanya itu, tangan kanan Navita seperti dalam keadaan patah. Mulutnya juga mengeluarkan darah bercampur cairan.

Sementara di tangan, badan serta kedua lututnya mengalami bengkak dan memar hingga membiru. “Jenazahnya pun lantas dibawa ke RS AW Syahrani untuk menjalani autopsi, memastikan apakah penyebab meninggalnya, apa karena dipukul atau dikubur dalam kondisi masih hidup,” terang Suyono.

Baca Juga:  Mobil Ringsek Tabrak Median Jalan

Sementara sang istri, hanya bisa terdiam dan tak bisa berbuat apa-apa. Nita beralasan takut karena diancam suami dan diminta menceritakan kepada tetangga sesuai dengan skenario Ardi yakni korban tabrak lari.

Saat dikonfirmasi, tak tampak raut wajah sedih dari Ardi yang memakai baju tahanan Polres. Dirinya mengaku tak berniat membunuh anaknya. Tetapi dirinya cemburu, karena sang istri sering melawan karena anaknya.

Sehingga, apabila melihat anak tirinya, Ardi seakan melihat bapak kandung Navita. Ardi juga mengaku bahwa mereka selama di perjalanan singgah 4 kali dan 4 kali juga memukuli Navita. “Saya kesal, istri mulai melawan, makanya diluapkan emosi saya sama Navita, karena saya sayang sekali sama istri saya dan tak mau memukulinya,” ujar Ardi.

Ardi juga mengaku jika saat dia kecil sering dipukuli oleh bapaknya dan kejadian itu dia ulangi ke anak tirinya. Sebelum Navita meninggal, Ardi bercerita selalu dimimpikan Navita yang akan meninggalkannya. “Pas belum kubunuh itu sempat dimimpikan, dia (Navita, Red.) bilang: Ayah dadah,” ungkapnya. (mga)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: bontangpembunuhan sadis
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Penyidikan Pembunuhan Novita Tetap di Bontang

Next Post

UN SMP Hari Pertama Tanpa Kendala, UNBK Dibagi Tiga Sesi, UNKP Satu Sesi

Related Posts

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November
Kaltim

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November

15 November 2025, 13:00
Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025
Bontang

Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025

6 Oktober 2025, 09:00
Balita di Berau Tewas Dibunuh Ayah Kandung
Kaltim

Balita di Berau Tewas Dibunuh Ayah Kandung

11 Juli 2024, 15:49
Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes
Kriminal

Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes

20 Desember 2023, 12:00
Suami Mutilasi Istri di Hadapan Anaknya yang Masih Balita
Kriminal

Suami Mutilasi Istri di Hadapan Anaknya yang Masih Balita

14 November 2022, 11:22
Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot
Bontang

Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot

23 Januari 2022, 17:23

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.