BONTANG – Sebanyak 104 warga binaan mengikuti program kejar paket untuk mendapatkan ijazah. Baik ijazah SD dengan mengikuti Paket A, ijazah SMP dengan Paket B, serta ijazah SMA dengan Paket C.
Bagian Pembinaan di Lapas Kelas III Bontang, Awaludin mengatakan, sejak tahun ajaran baru, semua warga binaan yang mengikuti program kejar paket sudah diikutkan untuk belajar.
Jadwalnya setiap Kamis dan Minggu. Mulai dari pukul 09.00 Wita hingga 11.30 Wita. “Semua yang kejar paket berkumpul di aula untuk belajar,” jelasnya saat ditemui belum lama ini.
Untuk jumlah pesertanya, yakni Paket A sebanyak 45 orang, Paket B sebanyak 31 orang serta Paket C ada 28 orang. Totalnya 104 orang. Mulai dari anak yang memang usia sekolah, hingga orang tua semua antusias mengikuti program kejar paket. “Warga binaan yang mengikuti pun tak hanya warga Bontang, tetapi ada warga Sangatta, ada juga dari Berau. Pokoknya yang belum memiliki ijazah kami ikutkan,” ungkapnya.
Dikatakannya, bagi warga binaan yang belum memiliki ijazah SD, cukup menyerahkan fotokopi KTP, sehingga siapa pun bisa mengikuti.
Sementara tahun sebelumnya, Lapas Kelas III Bontang meluluskan sebanyak 12 orang untuk program Paket A, 11 orang Paket B dan 9 orang Paket C. “Tahun ini memang banyak sekali, mengingat meningkatnya jumlah warga binaan di Lapas Bontang,” ujarnya.
Tak hanya itu, untuk para warga binaan anak-anak pun, Lapas Kelas III Bontang menyediakan pelatihan pramuka setiap hari Jumat. “15 anak, sudah mengikutinya,” imbuhnya.
Terpisah, tutor dari PKBM Melati yakni Pipin mengatakan, tak ada kesulitan selama mengajar di Lapas. Baginya, semua muridnya dapat menyesuaikan diri dengan pelajaran.
Meskipun usianya sudah tua, mereka masih cepat tanggap. Ada juga yang jago bahasa Inggris karena seorang supir travel. “Asik aja kok mengajar di sini, semua muridnya bisa menyesuaikan,” ujar tutor pelajaran Bahasa Inggris dari PKBM Melati yang meraih prestasi tutor terbaik se-Kaltim tahun 2016 lalu.(mga)





