bontangpost.id – Keluhan warga sekitar Bontang Citimall perihal dugaan pembuangan limbah yang menganggu kenyamanan lantaran menimbulkan bau tak sedap mendapat perhatian dari Ketua DPRD Kota Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam. Dia menyebut pihaknya bakal menindaklanjuti hal tersebut.
“Akan kami lakukan sidak lagi ke lokasi,” katanya.
Diketahui, pihaknya pernah meninjau keamanan fasilitas di BCM beberapa waktu lalu.
Hasilnya, sejumlah fasilitas menjadi catatan, pun dengan surat layak fungsi (SLF) yang kala itu belum terpenuhi. Namun saat ini BCM telah mengantongi surat tersebut.
“Demi kenyamanan masyarakat, karena BCM saat ini menjadi salah satu tujuan di sektor hiburan,” jelasnya.
Ia menyayangkan bila hal itu terus terjadi, sebab saat ini iklim investasi di Bontang khususnya di BCM tengah berkembang.
Menurutnya, semua pihak harus berjalan beriringan dan mendapatkan manfaat, bukan malah dirugikan.
“Silakan berinvestasi, tapi jangan mengganggu hajat hidup masyarakat yang berada di sekitarnya,” tandasnya.
Diketahui, terdapat saluran pipa yang diduga mengalirkan limbah ke selokan dekat permukiman.
Baca juga; Limbah Bontang Citimall Dikeluhkan Warga, Manajemen Sebut Ada Masalah Teknis
“Sudah lama dikeluhkan warga, tapi belum ada tindakan dari pihak BCM,” kata salah seorang warga yang tak ingin disebutkan namanya.
Hal itu pun dinilai mengganggu aktivitas, karena aromanya yang tidak sedap tercium sampai ke rumah warga.
“Pokoknya dari mal buka sampai tutup, pasti bau,” lanjutnya.
Kendati begitu, menurut pantauan media ini, saluran pipa yang menghubungkan buangan dari gedung ke selokan telah ditutup.
Dikonfirmasi terpisah, Manajer Bontang Citimall Herdito menjelaskan, sistem pembuangan limbah tengah mengalami kendala teknis.
Diungkapkan dia, limbah tersebut telah melalui beberapa proses sebelum dibuang. Pengelolaan limbah menggunakan sewage treatment plant (STP) yang di dalamnya melalui beberapa komponen.
“Semuanya masih dalam perbaikan, termasuk di basement. Jika tidak ada kendala lain, kami usahakan selesai bulan ini,” bebernya. (*)







