BONTANGPOST.ID, Bontang – Musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air di wilayah Bontang Barat. Cadangan air bawah tanah di kawasan tersebut disebut telah turun hingga sekitar 50 persen.
Anggota DPRD Kota Bontang Joni Alla Padang menilai kondisi itu menjadi sinyal agar pemerintah segera membenahi kawasan yang berfungsi menyimpan dan menyerap air.
Joni mendorong agar lahan-lahan kritis menjadi prioritas dalam program penghijauan. Salah satu kawasan yang menurutnya perlu mendapat perhatian khusus ialah bekas galian C.
Ia meminta Pemkot Bontang mengarahkan kegiatan penanaman pohon secara lebih terfokus ke lokasi yang kondisi lingkungannya sudah rusak. Menurutnya, upaya tersebut lebih penting dibanding sekadar mengejar jumlah penanaman.
Joni juga mengingatkan agar persoalan berkurangnya air tidak hanya dilihat dari sisi distribusi. Penanganan sumber masalah di kawasan resapan, kata dia, perlu dilakukan agar ketersediaan air dapat kembali terjaga.
“Sekarang tidak lagi saling menyalahkan. Pemkot Bontang segera buat instruksi. Sentralkan program penanaman pohon ke lahan eks galian C,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (20/8/2026).
Menurut Joni, kawasan hutan lindung yang membentang hingga Bontang Lestari memiliki peran terhadap cadangan air Bontang Barat. Pembukaan lahan dalam skala besar dinilai dapat mengurangi kemampuan tanah menyerap air hujan.
Selain pemulihan lahan, ia menilai pembatasan distribusi air oleh Perumda Tirta Taman memang diperlukan ketika pasokan menurun. Namun langkah tersebut menurutnya hanya menjadi penanganan jangka pendek apabila tidak dibarengi perbaikan kondisi lingkungan.
Joni turut menyoroti luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dikelola pemerintah daerah. Dalam pembahasan sebelumnya, RTH milik Pemkot Bontang disebut sekitar 9,3 persen dari wilayah daratan.
Menurutnya, kawasan perusahaan dan hutan mangrove juga dapat menjadi bagian dari sistem ruang hijau yang mendukung keseimbangan lingkungan.
Ia juga mendorong anggaran tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR lebih diarahkan untuk pemulihan kawasan hijau dan lahan kritis.
“Jangan tunggu krisis semakin parah. Anggaran CSR juga dipusatkan untuk pemulihan RTH. Kami yakin ini akan bermanfaat bagi generasi penerus,” terangnya.
Sementara itu, Perumda Tirta Taman telah memberlakukan pembatasan distribusi air bersih sejak Senin (17/8/2026). Kebijakan tersebut diambil setelah debit air baku turun akibat kemarau panjang.
Pasokan di WTP Altra dan wilayah Bontang Barat dilaporkan berkurang sekitar 50 persen. Dampaknya, durasi aliran air kepada pelanggan harus dibagi berdasarkan kondisi wilayah. (*)







