• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Gas 3 Kg Tembus Rp250 Ribu, Bupati Mahulu Ancam Pihak yang Mainkan Harga Saat Bencana

by Redaksi Bontang Post
20 Agustus 2026, 16:00
in Kaltim
Reading Time: 4 mins read
0
Imbas musim kemarau, Sungai Mahakam mengering dan membuat distribusi sembako ke wilayah perbatasan Mahakam Ulu, tersendat karena kapal tidak bisa berlayar.

Imbas musim kemarau, Sungai Mahakam mengering dan membuat distribusi sembako ke wilayah perbatasan Mahakam Ulu, tersendat karena kapal tidak bisa berlayar.

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID – Harga sejumlah kebutuhan pokok di wilayah hulu Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) melonjak di tengah kondisi kekeringan. Harga gas LPG 3 kilogram dilaporkan mencapai Rp250 ribu per tabung.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Bupati Mahulu Angela Idang Belawan. Ia meminta seluruh perangkat daerah memperkuat pendataan warga terdampak kekeringan agar bantuan selama masa siaga darurat dapat disalurkan secara merata dan tepat sasaran.

Arahan itu disampaikan Angela dalam rapat koordinasi penanggulangan bencana kekeringan di Kantor Bupati Mahulu, Rabu (19/8).

Dua kecamatan di wilayah hulu, yakni Long Pahangai dan Long Apari, menjadi prioritas penanganan karena dampak kekeringan dinilai paling signifikan. Meski demikian, Angela menegaskan tiga kecamatan lainnya tetap harus mendapat perhatian setelah kebutuhan masyarakat di wilayah hulu terpenuhi.

“Betul, kita tidak boleh meninggalkan tiga kecamatan ini, tapi kita memfokuskan di dua kecamatan yang di ulu,” kata Angela.

Ia meminta Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan segera menyiapkan data akurat mengenai kelompok masyarakat rentan. Pendataan tidak hanya mencakup bayi, balita, ibu hamil, dan lansia, tetapi juga warga yang memiliki penyakit tertentu dan membutuhkan obat secara rutin.

“Orang sakit pun harus dicatat datanya. Mungkin seperti orang yang terkena stroke atau punya penyakit yang harus setiap hari minum obat seperti penyakit jantung, itu juga harus kita perhatikan,” ujarnya.

Menurut Angela, kebutuhan warga terdampak tidak boleh hanya dilihat dari sisi pangan. Pemerintah juga harus memastikan kebutuhan penunjang kesehatan tersedia, seperti susu bagi bayi, balita, ibu hamil dan lansia serta popok bagi anak-anak.

Ia mengingatkan agar kondisi kekeringan dan kenaikan harga kebutuhan pokok tidak berdampak terhadap pemenuhan gizi masyarakat maupun meningkatkan angka stunting.

Baca Juga:  Dampak Gempa di Mahulu Dikhawatirkan Bisa Picu Longsor

“Jangan hanya terfokus pada sembako, tapi kebutuhan-kebutuhan lain penunjang untuk kesehatan kita tidak berikan,” tegasnya.

Distribusi Bantuan Harus Merata

Angela juga meminta mekanisme pembagian sembako diperbaiki agar tidak ada warga yang menerima bantuan secara berlebihan, sementara warga lainnya tidak kebagian.

Ia mencontohkan distribusi sebelumnya yang hanya menyediakan sekitar 700 paket sembako. Jumlah tersebut dinilai belum mencukupi kebutuhan seluruh masyarakat di dua kecamatan terdampak.

Bupati meminta pemerintah menghitung kebutuhan bantuan berdasarkan jumlah anggota keluarga dan konsumsi untuk jangka waktu tertentu.

“Walaupun memang betul yang dibawa kemarin tidak banyak, tapi maksud saya begini, kita buatlah bagaimana semua masyarakat kita yang ada di dua kecamatan ini bisa mendapatkan rata,” katanya.

Dengan perhitungan tersebut, pemerintah dapat mengetahui kebutuhan beras dan bahan pokok setiap keluarga setidaknya untuk dua minggu.

“Memang ini akan membuat pekerjaan kita lebih banyak, tapi akan lebih akurat. Yang kita inginkan dulu adalah kebutuhan mereka tercukupi,” ujarnya.

Angela juga meminta DKPP, Eko SDA, dan BPBD mengevaluasi jumlah bantuan yang akan dikirim. Jika masih kurang, jumlah sembako diminta untuk ditambah.

“Kalau memang belum, saya akan minta Eko-SDA untuk melipatgandakan sembako yang akan dibawa. Kita akan melihat kekurangannya berapa, kebutuhan masyarakat berapa,” katanya.

Harga Kebutuhan Melonjak

Di tengah kondisi tersebut, Camat Long Apari Petrus Ngo melaporkan harga sejumlah kebutuhan pokok dan BBM di wilayahnya.

Harga beras 25 kilogram mencapai Rp850 ribu. Gas LPG 12 kilogram Rp850 ribu, sedangkan LPG 3 kilogram menembus Rp250 ribu per tabung.

Harga gula pasir tercatat Rp35 ribu per kilogram. Sementara pertalite eceran mencapai Rp35 ribu per liter.

Baca Juga:  Kedalaman Sungai Kurang dari 1,5 Meter, Mahulu Tetapkan Status Siaga Darurat

Untuk stok BBM, APMS Tiong Ohang masih memiliki pertalite sebanyak 107 drum atau sekitar 20.865 liter. Sementara solar dan Dex dilaporkan kosong.

Kondisi kenaikan harga tersebut membuat Angela mengingatkan seluruh pihak agar tidak memanfaatkan situasi bencana untuk mengambil keuntungan secara berlebihan.

Ia menegaskan tidak boleh ada pihak yang menaikkan harga kebutuhan secara tidak wajar dan tidak sesuai kondisi riil di lapangan.

“Saya tidak mau ini dijadikan sebagai ruang untuk bermain-main, apalagi dalam kondisi bencana seperti sekarang,” tegas Angela.

Siapkan Gudang Logistik

Selain memastikan distribusi bantuan, Angela menginstruksikan pemerintah segera mencari lokasi yang dapat digunakan sebagai gudang logistik di kawasan Long Pakaq.

Menurutnya, langkah tersebut penting karena bencana kekeringan maupun banjir di Mahulu terjadi berulang dan polanya dapat dipetakan berdasarkan pengalaman sebelumnya.

“Kalau bisa, secepat mungkin dicari di daerah Long Pakaq. Kenapa di daerah Long Pakaq? Karena ini sudah beberapa kali terjadi dan kita sudah mengetahui polanya, kapan kita menghadapi kemarau dan kapan kita akan menghadapi banjir,” jelasnya.

Gudang tersebut harus berada di lokasi aman, tidak rendah, serta memenuhi persyaratan penyimpanan bahan pangan.

Angela berharap Mahulu ke depan memiliki stok logistik yang dapat digunakan sebagai langkah antisipasi ketika bencana kembali terjadi, termasuk kemungkinan pembangunan gudang Bulog.

Penggunaan Anggaran Diawasi

Angela juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan anggaran selama penanganan bencana.

Ia meminta Inspektorat memastikan seluruh kegiatan perangkat daerah memiliki perencanaan dan anggaran yang jelas serta sesuai aturan.

“Jangan sampai kita melanggar aturan yang ada,” katanya.

Seluruh penggunaan anggaran dan sumber daya untuk penanggulangan bencana juga harus dilaporkan secara tertulis kepada Inspektorat untuk kemudian disampaikan kepada bupati.

Baca Juga:  Pemprov Kaltim Kebut Jalan Kubar-Mahulu, Siapkan Anggaran Rp90 Miliar

“Apapun yang digunakan untuk menanggulangi bencana ini harus dilaporkan secara tertulis. Nanti laporan tersebut disampaikan kepada Inspektorat, kemudian Inspektorat menyampaikannya kepada saya,” ujarnya.

Menurut Angela, pengawasan diperlukan agar penanganan bencana berlangsung transparan dan tidak menjadi ruang penyalahgunaan anggaran.

Transportasi Jadi Kendala

Penurunan debit sungai juga menjadi kendala dalam mobilisasi bantuan ke wilayah hulu. Pemerintah kini mengupayakan alternatif melalui jalur darat.

Angela meminta kebutuhan kendaraan dihitung berdasarkan jumlah bantuan yang akan dikirim. Setiap kendaraan yang dikerahkan harus benar-benar membawa bantuan bagi masyarakat terdampak.

“Kita harus benar-benar mempunyai data yang akurat sehingga kebutuhan kendaraan juga terlihat. Jadi, tidak hanya asal-asal membawa kendaraan untuk ke hulu, tapi tidak membawa apa pun,” katanya.

Ia juga meminta Dinas Kesehatan memastikan kondisi seluruh personel yang terlibat dalam penanganan bencana tetap sehat. Vitamin dan kebutuhan kesehatan lainnya harus disiapkan bagi petugas yang melakukan perjalanan ke wilayah terdampak.

“Saya tidak mau kalian yang mengantar, kalian yang mengatur ini dalam kondisi tidak sehat. Saya ingin kalian sehat semua dalam kondisi yang fit,” ujarnya.

Pekerjaan pembukaan akses jalan menuju wilayah lebih hulu akan terus dipantau setiap hari. Jika akses dapat dibuka hingga Tiong Ohang, pemerintah memiliki alternatif transportasi yang lebih efektif sekaligus lokasi pendukung distribusi logistik.

Angela berharap seluruh jajaran yang terlibat dalam penanganan bencana dapat menjalankan tugas dengan baik dan kembali kepada keluarga dalam kondisi sehat.

“Semoga kita semua sehat, dalam keadaan baik. Setelah selesai melaksanakan kegiatan selama satu minggu ini, kita kembali dengan keluarga dalam keadaan sehat,” pungkasnya. (KP)

Tags: Mahulu
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Sebut Tidak Sah, Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Dikembalikan

Next Post

Kemarau Bikin Air Bontang Barat Menipis, DPRD Dorong Lahan Eks Galian C Dihijaukan

Related Posts

Tarung Nyawa di Pedalaman Kaltim, Mahulu Butuh Ambulans Terbang demi Pasien Kritis
Kaltim

Tarung Nyawa di Pedalaman Kaltim, Mahulu Butuh Ambulans Terbang demi Pasien Kritis

14 September 2026, 15:01
Sungai Mahakam Surut, Warga Mahulu Mendulang Emas hingga Raup Rp3,7 Juta Sepekan
Bontang

Sungai Mahakam Surut, Warga Mahulu Mendulang Emas hingga Raup Rp3,7 Juta Sepekan

22 Agustus 2026, 17:00
Kedalaman Sungai Kurang dari 1,5 Meter, Mahulu Tetapkan Status Siaga Darurat
Kaltim

Kedalaman Sungai Kurang dari 1,5 Meter, Mahulu Tetapkan Status Siaga Darurat

19 Agustus 2026, 10:39
Beras Tembus Rp1 Juta di Mahulu, Kemarau Putus Jalur Logistik
Kaltim

Beras Tembus Rp1 Juta di Mahulu, Kemarau Putus Jalur Logistik

10 Agustus 2026, 10:00
Pemprov Kaltim Kebut Jalan Kubar-Mahulu, Siapkan Anggaran Rp90 Miliar
Kaltim

Pemprov Kaltim Kebut Jalan Kubar-Mahulu, Siapkan Anggaran Rp90 Miliar

24 Maret 2026, 13:16
Sejumlah Sekolah di Mahulu Tutup karena Guru Mogok Kerja
Kaltim

Sejumlah Sekolah di Mahulu Tutup karena Guru Mogok Kerja

12 Februari 2025, 12:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.