• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Kembangkan Komoditi Penyangga, Produksi 100 Ton Lada Per Tahun 

by BontangPost
24 Februari 2018, 11:01
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
MASIH JADI ANDALAN: Tanaman sawit masih menjadi salah satu andalan para petani di Kutim.(IST)

MASIH JADI ANDALAN: Tanaman sawit masih menjadi salah satu andalan para petani di Kutim.(IST)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Dinas Perkebunan Kutim menilai pengembangan komoditi penyangga tak bisa dianggap remeh. Pasalnya komoditi ini dapat menopang saat produk utama tengan mengalami kelesuan.

Sekretaris Disbun Kasiyanto menjelaskan, pertumbuhan pada sektor sawit memang mulai pesat. Bisa dilihat dari bertambahannya luas kawasan penghasil Crude Palm Oil (CPO) itu. Sekarang memang mulai dikembangkan komoditi lain, agar saat nilai jual sawit turun maka tanaman perkebunan tersebut bisa jadi penopang. Paling tidak bisa sedikit menutupi kerugian yang didapat petani. Selain itu tanaman penyangga bisa menjadi salah satu harapan saat tanaman utama terserang hama atau penyakit.

“Lahan sawit kini mencapai 500.000 Hektare. Mulai lahan kebun inti, pola kemitraan hingga lahan swadaya (modal sendiri),” terang Kasiyanto di Ruang Kerjanya, Bukit Pelangi, Sangatta, Kamis (21/2) lalu.

Baca Juga:  Tekan Angka Golput, KPU Buka Stand Pilgub 

Adapun tanamanan yang tengah giat disampaikan ke petani yakni karet. Di Kutim kebun karet baru mencapai 4.000 Ha. Selanjutnya kakao, ada juga lada dan vanili yang nanti ditanam menggunakan konsep tumpang sari. Untuk lada sendiri, di Kutim sudah berhasil menghasilkan 100 ton per tahun. Sentra komoditi yang dikenal lada putih ini ada di Kecamatan Batu Ampar.

“Tidak susah menjualnya, karena karet, kakao hingga lada pembeli yang akan datang sendiri, seperti dari samarinda hingga Banjarmasin,” ungkapnya.

Memang diakuinya untuk tanaman karet nilai jual masih rendah. Hal itu disebabkan kurangnya peningkatan kualitas produk. Para petani hanya menjual dalam bentuk LUMP atau karet mentah, berbeda jika sudah menjadi karet setengah matang.

Baca Juga:  Venue Renang Ditarget Rampung Tahun Ini 

“Petani sudah banyak tua-tua, jadi olahannya hanya Lump yang per kilogram dihargai Rp 13.000, tapi jika dijual di posisi setengah matang harga bisa mencapai Rp 43.000 per kilogram,” sebutnya.

Pria berkacamata ini juga mengungkapkan, jika konsep tumpang sari dijalankan dengan benar maka sangat banyak manfaat yang diperoleh para petani, mulai dari penghematan pupuk hingga terintegrasi dengan pengembangan perternakan.

“Pakan tertenak dan pupuk bisa dari situ. Mulai dari daun kakao yang dipotong bisa untuk pakan kambing, lalu kotoran kambingnya bisa jadi pupuk kompos, Itu sudah diterapkan di Kecamatan Karangan,” tuturnya.  (hd)

Tags: perkebunan kelapa sawitSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pengusaha Digembleng KP2KP

Next Post

Papan Reklame di Median Jalan akan Ditertibkan 

Related Posts

Akal-Akalan Perusahaan Sawit di Kutim; Bangun Kebun Plasma di Hutan, Kini Disita Satgas PKH
Kaltim

Akal-Akalan Perusahaan Sawit di Kutim; Bangun Kebun Plasma di Hutan, Kini Disita Satgas PKH

20 November 2025, 20:34
Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30
Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri
Breaking News

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri

24 Desember 2018, 15:10
Pemkab Harus Terbuka
Breaking News

Pemkab Harus Terbuka

24 Desember 2018, 15:05
Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus
Breaking News

Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus

24 Desember 2018, 15:00
Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 
Advertorial

Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 

24 Desember 2018, 08:00

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.