BONTANGPOST.ID – Tren penurunan kemiskinan di Kalimantan Timur yang berlangsung hampir satu dekade kembali tersendat. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat, pada September 2025 angka kemiskinan naik tipis dibanding semester sebelumnya.
“Persentase penduduk miskin pada September 2025 sebesar 5,19 persen, meningkat 0,02 persen poin dibanding Maret 2025 sebesar 5,17 persen, dan menurun 0,32 persen poin terhadap September 2024,” beber Kepala BPS Kaltim, Mas’ud Rifai.
Dari sisi jumlah penduduk, angkanya juga bergerak naik secara semesteran. “Jumlah penduduk miskin pada September 2025 sebesar 202,04 ribu orang, meningkat 2,33 ribu orang dibanding Maret 2025 sebesar 199,71 ribu orang, dan menurun 9,84 ribu orang dibanding September 2024,” lanjutnya.
Secara historis, tren kemiskinan Kaltim sebenarnya cenderung menurun. “Pada periode Maret 2016–Maret 2025, terkecuali masa Covid-19 pada 2020–2022, kemiskinan di Kaltim cenderung mengalami penurunan. Namun pada September 2025 terjadi kenaikan, baik dari sisi jumlah maupun persentase,” sambungnya.
Artinya, kenaikan kali ini bukan gambaran jangka panjang, melainkan dinamika semesteran yang perlu dicermati. Jika dibandingkan dengan September 2024, justru terlihat perbaikan yang cukup signifikan.
Data kemiskinan September 2025 dihitung berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Konsumsi dan Pengeluaran. Data ini menjadi rujukan utama pemerintah dalam menyusun kebijakan sosial, termasuk perlindungan bagi kelompok rentan.
Kenaikan 0,02 persen poin memang terlihat kecil secara statistik. Namun di balik angka tersebut, terdapat lebih dari dua ribu warga yang kembali berada di bawah garis kemiskinan. Stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat menjadi kunci agar tren penurunan kemiskinan tetap terjaga. (KP)




