• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Hikmah

Kerusakan dalam Perayaan Tahun Baru

by BontangPost
30 Desember 2016, 13:00
in Hikmah
Reading Time: 4 mins read
0
Oleh: Habib AlMa’ruf Muhammad Mubaligh Muhammadiyah

Oleh: Habib AlMa’ruf Muhammad Mubaligh Muhammadiyah

Share on FacebookShare on Twitter

 

Fenomena perayaan awal tahun, banyak kita dapati di rumah-rumah, kampung-kampung, desa-desa bahkan kota-kota dengan berbagai versi, acara, hiburan yang amat luar biasa diadakan semalam suntuk.

Lalu bagaimanakah hukum perayaan tahun awal baru bagi muslim? Ternyata banyak kerusakan yang ditimbulkan sehingga membuat perayaan tersebut terlarang.

Sejarah Tahun Baru Masehi.

Tahun baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM (sebelum masehi). Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM.

Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir.

Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak  365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini.

Tidak lama sebelum Caesar terbunuh ditahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius, kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.

Sumber bacaan: http://id.wikipedia.org/wiki/Tahun-Baru.

Berikut adalah beberapa kerusakan akibat seorang muslim merayakan tahun baru :

Kerusakan Pertama : Merayakan Tahun Baru Berarti Merayakan ‘Ied (Perayaan) Yang Haram.

Perlu diketahui bahwa perayaan ‘ied kaum muslimin ada dua yaitu ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha. Anas bin Malik mengatakan : Orang-orang Jahiliyyah dahulu memiliki dua hari (hari Nairuz dan Mihrojan) disetiap tahun yang mereka senang-senang ketika itu. Ketika Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah beliau mengatakan, ”Dulu kalian memiliki dua hari untuk senang-senang didalamnya. Sekarang Allah telah telah menggantikan bagi kalian dua hari yang lebih baik yaitu hari ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha”. HR.An-Nasa’i no.1556. Syaikh Al-Albani mengatakan hadits ini shohih.

Baca Juga:  Menghargai Keragaman Antar Umat Beragama

Kerusakan Kedua : Merayakan Tahun Baru Berarti Tasyabuh (Meniru-niru) Orang Kafir.

Dari Abi Hurairah, Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Kiamat tidak akan terjadi hingga umatku mengikuti jalan generasi sebelumnya sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta”. Lalu ada yang menanyakan pada Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam: apakah mereka itu mengikuti seperti Persia dan Romawi. Beliau menjawab :”Selain mereka lantas siapa lagi”. HR.Bukhori no.7319 dari Abu Hurairah.

Dalam riwayat lain, Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :Sungguh kalian akan mengikuti orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk kelubang dhob (yang penuh liku-liku.pen) pasti kalian pun akan mengikutinya.

Kami ( para sahabat) berkata : Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashara? Beliau menjawab :”Lantas siapa lagi?” HR.Muslim no.2669 dari Abu Sa’id Al-Khudri. Dalam bahasan lain oleh ust. Ushuluddin Nur SH,.….Andaikata mereka masuk kelubang semutpun, niscaya kalian akan memasukinya….HR.Bukhori.

Ingatlah, Nabi Shollallahu ‘alaihinwa sallam secara tegas telah melarang kita meniru-niru orang kafir ( tasyabuh ), beliau bersabda: Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka. HR.Ahmad dan Abu Dawud, Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ 1/269 mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid / bagus. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Irwa’ul Gholil no.1269.

Imam Al-Munawy dan Al-‘Alqamy mengomentari makna: Barangsiapa menyerupai suatu kaum, yakni secara zhahirnya dia berpakaian seperti pakaian mereka, mengikuti gaya hidup dan petunjuk mereka didalam berpakaian serta sebagian perbuatan mereka.Ust.Ushuluddin Nur SH.

Kerusakan Ketiga: Merekayasa Amalan yang Tanpa Tuntunan di Malam Tahun Baru.

Jika ada yang mengatakan: Dari pada menunggu tahun baru diisi dengan hal yang tidak bermanfaat, mending diisi dengan dzikir. Yang penting kan niat kita baik baik.

Maka kami sanggah niat baik semacam ini dengan perkataan Ibnu Mas’ud ketika dia melihat orang-orang yang berdzikir, namun tidak sesuai tuntunan Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam. Orang yang melakukan dzikir ini mengatakan kepada Ibnu Mas’ud: Demi Allah, wahai Abu ‘Abdurrahman (Ibnu Mas’ud), kami tidaklah menginginkan selain kebaikan.

Baca Juga:  TA’AT  SAAT  RINGAN DAN BERAT

Ibnu Mas’ud lantas berkata: “Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan, namun mereka tidak mendapatkannya. HR.Ad-Darimi.dikatakan oleh Husain Salim Asad bahwa sanad hadits Jayid ( bagus ).

Kerusakan Keempat: Meninggalkan Perkara Wajib yaitu Sholat Lima Waktu.

Kerusakan Kelima: Begadang Tanpa Hajat.

Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata : Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum sholat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya. HR.Bukhori no.568.

Ibnu Baththol menjelaskan: Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka begadang setelah sholat ‘Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan sholat malam dan khawatir jika sampai luput dari sholat Shubuh berjama’ah.

‘Umar bin Al Khottob sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah sholat ‘Isya, beliau mengatakan: Apakah kalian sekarang begadang diawal malam, nanti diakhir malam tertidur lelap?! Syarh Al-Bukhori, Ibnu Baththol 3/278, Asy-Syamilah. Apalagi dengan begadang ini sampai melalaikan dari sesuatu yang lebih wajib (yaitu sholat Shubuh)?!.

Kerusakan Keenam: Terjerumus dalam Keharaman dengan Mengucapkan Selamat Tahun Baru.

Kerusakan Ketujuh: Terjerumus Dalam Zina.

Karena disebabkan perayaan tahun baru akan terjadi ikhtilath ( campur baur antara pria dan wanita yang) dan terjadinya kholwat ( berdua-duaan) dengan yang bukan makhromnya sehingga akan terjadi zina mata, tangan. Dari Abi Hurairah , Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Setiap anak adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi tidak bisa tidak.

Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina Kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian. HR.Muslim no.6925.

Baca Juga:  Hal-hal yang Wajib Ditinggalkan Orang Berpuasa

Kerusakan Kedelapan: Mengganggu Kaum Muslimin.

Padahal mengganggu kaum muslimin terlarang sebagai sabda Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Seorang muslim adalah seseorang yang lisan dan tangannya tidak mengganggu orang lain “.HR.Bukhori no. 10 dan Muslim no. 41.

Kerusakan Kesembilan: Meniru Perbuatan Setan dengan Melakukan Pemborosan.

Allah berfirman :” Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros,sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.QS.Al-Isro : 26-27.

Kerusakan Kesepuluh: Menyia-nyiakan Waktu yang Begitu Berharga .

Seharusnya seseorang bersyukur kepada Allah dengan ni’mat waktu yang telah Dia berikan. Mensyukuri ni’mat waktu bukanlah dengan merayakan tahun baru. Namun mensyukuri ni’mat waktu adalah dengan melakukan ketaatan dan ibadah kepada Allah.Itulah hakikat syukur yang sebenarnya.

Orang-orang yang menyia-nyiakan ni’mat waktu seperti inilah yang Allah cela (yakni dengan merayakan tahun baru).Allah berfirman: “Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir,dan (apakah tidak) dating kepada kamu pemberi peringatan.

QS.Fathir :37.Qotadah mengatakan ,’ Beramallah karena umur yang panjang itu akan sebagai dalil yang bisa menjatuhkanmu. Marilah kita berlindung kepada Allah dari menyia-nyiakan umur yang panjang untuk hal yang sia-sia.Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim 5/69,pada tafsir surat Al-‘Isro ayat 26-27.

Ya, Allah perbaikilah keadaan umat Islam ini.Perbaikilah keadaan saudara-saudara kami yang jauh dari  aqidah Islam.Berilah petunjuk pada mereka agar mengenal agama Islam ini dengan benar.

“Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya lah aku kembali. QS.Hud :88.

Alhamdu lillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihat.Wa shollallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. (*)

Sumber:

Judul “10 Kerusakan Dalam Perayaan Tahun Baru,” oleh Muhammad Abduh Tuasikal MSc.

Judul “ Perlukah Kita Merayakan Tahun Baru Masehi,“ diposkan oleh Ushuluddin Nur SH di 00.33

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Hikmah Jum'at
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

WADUH!!! Setahun, 920 Pelanggan PDAM Menunggak

Next Post

Pemkot Berharap Pencairan DBH, Janjikan Pembayaran April 2017

Related Posts

Orang-orang yang Wajib Mengeluarkan Zakat
Hikmah

Orang-orang yang Wajib Mengeluarkan Zakat

16 Juni 2017, 10:01
Hal-hal yang Wajib Ditinggalkan Orang Berpuasa
Hikmah

Hal-hal yang Wajib Ditinggalkan Orang Berpuasa

9 Juni 2017, 12:24
Manfaat Zakat untuk Diri dan Masyarakat
Hikmah

Manfaat Zakat untuk Diri dan Masyarakat

2 Juni 2017, 12:31
Gelang atau Kalung Sakti.
Hikmah

Gelang atau Kalung Sakti.

21 April 2017, 12:37
TA’AT  SAAT  RINGAN DAN BERAT
Hikmah

TA’AT  SAAT  RINGAN DAN BERAT

14 April 2017, 08:00
Takut Kepada Syirik
Hikmah

Takut Kepada Syirik

31 Maret 2017, 12:36

Terpopuler

  • Pemprov Kaltim Setop Bayar Iuran BPJS Warga, Wali Kota Neni; Kami Siapkan Langkah Antisipasi

    Pemprov Kaltim Setop Bayar Iuran BPJS Warga, Wali Kota Neni; Kami Siapkan Langkah Antisipasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tabrakan Dua Motor di Muara Badak, Tiga Orang Tewas di Tempat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Andi Harun Protes ke Pemprov Kaltim, 49.742 Warga Miskin Samarinda Terancam Kehilangan JKN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Ajakan Demo Kenaikan Tarif Air PDAM Bontang, Ini Kata Kapolres

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelombang Demo 21 April di Kaltim, Ribuan Massa Desak Copot Gubernur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
No Result
View All Result

Komentar Terbaru

    Arsip

    • April 2026
    • Maret 2026
    • Februari 2026
    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025
    • Maret 2025
    • Februari 2025
    • Januari 2025
    • Desember 2024
    • November 2024
    • Oktober 2024
    • September 2024
    • Agustus 2024
    • Juli 2024
    • Juni 2024
    • Mei 2024
    • April 2024
    • Maret 2024
    • Februari 2024
    • Januari 2024
    • Desember 2023
    • November 2023
    • Oktober 2023
    • September 2023
    • Agustus 2023
    • Juli 2023
    • Juni 2023
    • Mei 2023
    • April 2023
    • Maret 2023
    • Februari 2023
    • Januari 2023
    • Desember 2022
    • November 2022
    • Oktober 2022
    • September 2022
    • Agustus 2022
    • Juli 2022
    • Juni 2022
    • Mei 2022
    • April 2022
    • Maret 2022
    • Februari 2022
    • Januari 2022
    • Desember 2021
    • November 2021
    • Oktober 2021
    • September 2021
    • Agustus 2021
    • Juli 2021
    • Juni 2021
    • Mei 2021
    • April 2021
    • Maret 2021
    • Februari 2021
    • Januari 2021
    • Desember 2020
    • November 2020
    • Oktober 2020
    • September 2020
    • Agustus 2020
    • Juli 2020
    • Juni 2020
    • Mei 2020
    • April 2020
    • Maret 2020
    • Februari 2020
    • Januari 2020
    • Desember 2019
    • November 2019
    • Oktober 2019
    • September 2019
    • Agustus 2019
    • Juli 2019
    • Juni 2019
    • Mei 2019
    • April 2019
    • Maret 2019
    • Februari 2019
    • Januari 2019
    • Desember 2018
    • November 2018
    • Oktober 2018
    • September 2018
    • Agustus 2018
    • Juli 2018
    • Juni 2018
    • Mei 2018
    • April 2018
    • Maret 2018
    • Februari 2018
    • Januari 2018
    • Desember 2017
    • November 2017
    • Oktober 2017
    • September 2017
    • Agustus 2017
    • Juli 2017
    • Juni 2017
    • Mei 2017
    • April 2017
    • Maret 2017
    • Februari 2017
    • Januari 2017
    • Desember 2016

    Kategori

    • Advertorial
    • Bontang
    • Breaking News
    • Catatan
    • Celoteh Edwin
    • Cerpen
    • Dahlan Iskan
    • Dispopar
    • DPRD Bontang
    • ekonomi
    • Entertainment
    • Feature
    • Hikmah
    • Hoaks atau Tidak?
    • Infografis
    • Internasional
    • Kaltim
    • Kesehatan
    • Kolom Redaksi
    • Kriminal
    • Kriminal
    • Kuliner
    • Lensa
    • Lifestyle
    • Lingkungan
    • Loker Bontang
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Pemkot Bontang
    • Pendidikan
    • Pilihan Editor
    • Politik
    • Polling
    • PON 2021 Papua
    • Pupuk Kaltim
    • Ragam
    • Society

    Meta

    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org
    • Indeks Berita
    • Redaksi
    • Mitra
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Pedoman Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
    • Kontak

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Bontang
    • Kaltim
    • Nasional
    • Advertorial
      • Advertorial
      • Pemkot Bontang
      • DPRD Bontang
    • Ragam
      • Infografis
      • Internasional
      • Olahraga
      • Feature
      • Resep
      • Lensa
    • LIVE

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.