• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Olahraga

Ketum PSSI Jadi Tersangka Match Fixing, Dicekal ke Luar Negeri

by M Zulfikar Akbar
16 Februari 2019, 14:10
in Olahraga
Reading Time: 2 mins read
0
Joko Driyono. (IST)

Joko Driyono. (IST)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Ibarat kapal, PSSI kini benar-benar terguncang hebat. Tadi malam (15/2) sang nakhoda, Joko Driyono (Jokdri), ditetapkan sebagai tersangka kasus pengaturan hasil pertandingan.

Pelaksana tugas ketua umum PSSI itu menjadi tersangka ke-15 dalam rangkaian kasus match fixing. Yang diawali laporan Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani. Sebelumnya, anggota Komite Eksekutif Johar Lin Eng dan personel Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto juga jadi tersangka.

’’Kami sudah menetapkan (Joko Driyono) sebagai tersangka sejak Kamis (14/2),’’ ucap Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Argo Yuwono ketika dimintai konfirmasi oleh Jawa Pos kemarin.

Jokdri adalah orang lama di persepakbolaan Indonesia. Pria kelahiran Ngawi, Jawa Timur, itu pernah menduduki berbagai jabatan penting. Baik dalam operator liga maupun PSSI.

Januari lalu, dalam Kongres Tahunan PSSI, dia ditunjuk sebagai Plt ketua umum. Sebab, Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi memilih mengundurkan diri untuk berkonsentrasi sebagai gubernur Sumatera Utara.

Baca Juga:  Edy Rahmayadi Mundur, Joko Driyono jadi Plt Ketum PSSI

Pada Kamis malam lalu itu, apartemen Jokdri di Apartemen Taman Rasuna Tower 9 memang dua kali digeledah Satgas Antimafia Bola. Dalam penggeledahan pertama, anggota satgas menyita 14 barang.

Masing-masing 1 laptop, 1 iPad, buku tabungan, kartu kredit, 4 bukti transfer, 9 handphone, dan sebendel dokumen PSSI. Juga, 1 buku catatan warna hitam, 1 note hitam, 2 falshdisk, 1 surat, 2 lembar kuitansi, sebendel dokumen, dan 1 tablet.

Karena dirasa masih kurang, tim lain dari Satgas Antimafia Bola turun lagi untuk melakukan penggeledahan. Penggeledahan kedua dilakukan sampai Jumat pagi (15/2) pukul 07.00. Hasilnya, ada 9 item yang disita. Di antaranya, handphone, BPKB, kunci kantor, dan beberapa dokumen lain.

Meski sudah menjadi tersangka, Jokdri tidak ditahan. Namun, dia dicekal ke luar negeri atas status tersebut. ’’Ya benar, surat pencekalan untuk Pak JD (Jokdri) sudah dikirim ke imigrasi hari ini (kemarin),’’ tegasnya.

Baca Juga:  Jokdri Rombak Komite Wasit PSSI

Di tempat terpisah, hal berbeda justru disampaikan Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Dia menegaskan, Jokdri sejauh ini belum ditetapkan sebagai tersangka. ’’Senin (18/2) untuk update-nya ya,’’ katanya.

Dalam penjelasan sebelumnya, Dedi menyatakan, penggeledahan pada Kamis malam lalu menindaklanjuti 11 laporan kasus dugaan match fixing. Tiga di antaranya tersangka perusakan barang bukti. ’’Kasus di Liga 3 dan 2 yang bisa jadi pintu ke Liga 1,’’ terangnya.

Sementara itu, kemarin (15/2) Jawa Pos sempat berusaha naik ke lantai 18 Tower 9 apartemen Jokdri yang digeledah. Di depan kamar bernomor 0918C itu tidak ada police line. Hanya, gagang pintu terlihat dirusak dan baru diperbaiki.

Salah satu pengurus tower membenarkan bahwa pada Kamis malam banyak polisi yang menggeledah apartemen Jokdri. Ada 20-an orang. Para polisi itu memakai rompi hitam dan menunggu di lobi Tower 9 sejak sore.

Baca Juga:  PSSI Bontang Digoyang, Wacana Muskotlub Menguat 

’’Kamis sore (14/2) sudah banyak di bawah (lobi). Ada di taman-taman juga (lantai 4). Sepertinya menunggu yang punya (Jokdri) datang,’’ katanya.

Ya, Jokdri memang belum datang ketika Satgas Antimafia Bola berencana melakukan penggeledahan. Dia masih berada di Hotel Sultan, makan malam bersama timnas Indonesia U-22 yang akan berangkat ke Kamboja untuk Piala AFF U-22. Sekitar pukul 22.03, Jokdri baru kembali ke apartemen. Dia pun menyaksikan langsung penggeledahan.

Pihak PSSI tidak mau banyak berkomentar. Direktur Media PSSI Gatot Widakdo menyerahkan sepenuhnya kepada polisi untuk menuntaskan kasus pengaturan skor. ’’Kami mendukung segala langkah satgas. Kami juga akan kooperatif jika memang dimintai bantuan,’’ tegasnya. (rid/idr/bry/c5/ttg/jpg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: joko driyonoketua umum pssimatch fixingpssi
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Satpol PP Patroli di Hari Valentine, Temukan Pelajar Keluyuran sampai Larut Malam

Next Post

Borneo FC Menang Tipis Kontra PSS Sleman

Related Posts

PSSI Sinkronisasi Regulasi agar Pemda Danai Kompetisi Sekolah-Amatir
Olahraga

PSSI Sinkronisasi Regulasi agar Pemda Danai Kompetisi Sekolah-Amatir

11 Juni 2024, 13:22
Kapolri Tegaskan Siap Sinergi dengan PSSI Babat Habis Mafia Bola
Olahraga

Kapolri Tegaskan Siap Sinergi dengan PSSI Babat Habis Mafia Bola

20 Februari 2023, 17:00
Erick Thohir Calonkan Diri Jadi Ketua Umum, Berikut Deret Masalah yang Harus Dibenahi PSSI
Bontang

Erick Thohir Calonkan Diri Jadi Ketua Umum, Berikut Deret Masalah yang Harus Dibenahi PSSI

17 Januari 2023, 12:00
Ketum PSSI Minta Maaf, Rencanakan Liga 1 Dimulai Lagi 25 November
Olahraga

Ketum PSSI Minta Maaf, Rencanakan Liga 1 Dimulai Lagi 25 November

14 Oktober 2022, 16:00
Shin Tae-yong Tidak Mau Lima Pemain Brasil Masuk Proyek Naturalisasi
Olahraga

Shin Tae-yong Tidak Mau Lima Pemain Brasil Masuk Proyek Naturalisasi

23 Agustus 2020, 14:00
Merasa Jadi Anak Tiri di PT LIB, Klub Liga 2 Usulkan Operator Baru
Olahraga

Merasa Jadi Anak Tiri di PT LIB, Klub Liga 2 Usulkan Operator Baru

1 Juni 2020, 16:00

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.