bontangpost.id – Komisi II DPRD Bontang menggelar rapat bersama PDAM Tirta Taman di Selasa (10/11/2020) siang. Agenda rapat membahas proyeksi bisnis perusahaan milik daerah itu.
Rapat dipimpin Ketua Komisi II, Rustam HS. Diikuti 3 anggotanya; Nursalam, Suharno, dan Sutarmin. Sementara Perumda Tirta Taman dihadiri langsung direkturnya, Suramin diikuti beberapa stafnya.
Dalam rapat, anggota Komisi II, Nursalam langsung meminta catatan bisnis Perumda Tirta Taman sepanjang 2020 ini dibeberkan. Mulai akumulasi pendapatan. Hingga detail komponen pengeluaran perusahaan milik daerah itu.
Dijelaskan Suramin, hingga Oktober 2020 PDAM Tirta Taman berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 43 miliar. Akumulasi pengeluaran per September 2020 Rp 36,6 miliar. Dengan rincian, pengeluaran untuk listrik Rp 9,8 miliar; membayar pegawai Rp 8,2 miliar; pemeliharaan Rp 8 miliar. Kemudian beban operasional Rp 1,3 miliar, bahan kimia Rp 4,7 miliar.
“Pada 2019 kami berhasil surplus sampai Rp 200 juta. Walau masih untung semu. Tapi sebenarnya ini progres baik,” ujar Suramin dalam rapat.
Sementara Ketua Komisi II, Rustam cukup mengapreasiasi kinerja PDAM Tirta Taman. Sebab tahun-tahun sebelumnya, perusahaan itu selalu minus dalam pendapatan. Sekarang bisa surplus walau semu. Karena juntrungnya dipakai juga untuk operasional.
Dia menekankan agar Perumda Tirta Taman dapat memperluas cakupan pelanggan. Pun mendorong agar perusahaan ini bisa mencetak laba. Guna mendukung upaya Pemkot Bontang mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).
Soal menjadikan PDAM sebagai sumber PAD potensial, cukup ditekankan Rustam. Dia katakan, ketergantungan Bontang terhadap dana bagi hasil (DBH) terlalu tinggi. Menurutnya Bontang tidak bisa terus-terusan bergantung DBH. Maka salah satu opsinya ialah mendorong perusahaan daerah mencetak laba.
“Kita ini harus bersiap memasuki Bontang pascamigas. Maka PAD ini harus digenjot,” ujar Rustam. (adv)







