SAMARINDA – Jumlah taman kota di Kota Tepian bakal bertambah. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tengah merencanakan pembangunan taman baru yang berlokasi pinggiran kota, tepatnya di samping SMAN 1 Samarinda. Pembangunan taman ini ditargetkan rampung Oktober mendatang.
Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menyatakan, dipilihnya lokasi itu bukan tanpa alasan. Sebab, dibutuhkan lokasi seluas 1 hektare untuk membangun proyek pemerintah pusat yang menghabiskan anggaran Rp 5 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) ini. Nah, lokasi yang dianggap cocok adalah di ruang terbuka hijau (RTH) di Jalan Anang Hasyim tersebut.
Jaang menegaskan, proyek taman ini berasal dari pemerintah pusat. Pemkot Samarinda hanya bertugas menyediakan lahan. “Pemerintah pusat perlu lahan seluas 1 hektare, ya jadi cuma di sini (Jalan Anang Hasyim, Red.) yang memenuhi kriteria tersebut,” tutur Jaang dalam kunjungannya ke lokasi pembangunan taman, beberapa waktu lalu.
Pembangunan taman ini sendiri diklaim hampir rampung. Berikutnya, pemeliharaan taman akan menjadi tanggung jawab pemkot. Untuk itu Jaang menyebut pihaknya perlu mempersiapkan beberapa hal dalam persiapan pemeliharaan.
“Biasanya kita kan waktu membangun semangat luar biasa, pada saat pemeliharaan yang kurang. Jadi saya minta Perkim (Dinas Perumahan dan Permukiman, Red.) untuk mempersiapkan diri. Jadi pas tahap pengerjaan sudah selesai, yang mengelola juga sudah ada,” bebernya.
Jaang mengharapkan, jangan sampai ketika pekerja sudah tidak berada di sana, perawatan taman menjadi terabaikan. Seperti misalnya ada fasilitas yang rusak, hilang, maupun menjadi tempat hal-hal negatif. Sehingga menyebabkan tujuan edukasi dari pembangunan taman tersebut menjadi sia-sia.
Terkait perencanaan nama taman, Jaang mengaku belum memikirkannya. Meski demikian, karena nama jalan di sekitar taman adalah nama seorang wali kota, Jaang lantas berkeinginan menamai taman tersebut sesuai nama jalan di kawasan itu.
“Sesuai nama jalan di sini, insayaallah taman ini akan kami namai Taman Anang Hasyim. Kalau perlu di papan namanya pun ditulis Taman Anang Hasyim Wali Kota Samarinda keempat. Soalnya kadang-kadang masyarakat banyak yang tidak tahu. Kebanyakan orang tahunya Kadrie Oening saja,” ucap Jaang.
Sedangkan untuk penerangan dan penjagaan, Jaang berkata telah memerintahkan pengelola taman untuk mempersiapkan semua hal itu. Terutama karena kawasan tersebut bisa dibilang berada di pinggiran kota dan rawan terjadi perbuatan tidak senonoh.
“Makanya harus ada pengelolanya. Dan hal pertama yang saya tanyakan pas sampai ke sini kan masalah lampunya. Sehingga pada malam hari tidak terlalu gelap,” kata dia.
Memang, diakui Jaang, sampai saat ini kawasan tersebut belum tersentuh aliran listrik. Sehingga, salah satu alternatifnya yakni untuk menggunakan solar cell. “PLN kan sudah sampai ke bawah (SMPN 1 dan SMAN 1, Red.). Tapi untuk sementara pakai solar cell dulu,” tandas Jaang.
Sebelumnya, salah satu pekerja, Suwarto berkata, pekerjaan fisik taman sudah hampir selesai. Sehingga sudah banyak pekerja lain yang berasal dari luar daerah pulang kampung. Saat ini, beberapa pekerja yang tinggal hanya fokus untuk memperbanyak pohon agar taman lebih rindang. “Secara fisik bentuknya hanya seperti ini. Selebihnya tinggal menunggu pohonnya tumbuh besar,” tutur Suwarto. (*/dev)







