• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

KPAI Sebut yang Curangi PPDB Harus Disanksi

by Redaksi Bontang Post
20 Juli 2023, 17:30
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
ilustrasi PPDB.

ilustrasi PPDB.

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyayangkan sikap orang tua yang berbuat curang untuk meloloskan anaknya dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Sebab, sikap negatif orangtua akan berdampak pada karakter anak. Mereka bisa menganggap kecurangan sebagai hal yang wajar.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Aris Adi Leksono menyebutkan, anak yang mengetahui proses masuk sekolahnya diperoleh dari kecurangan, dalam perjalanan berikutnya, akan menggampangkan. Mereka tahu bahwa orang tuanya mampu menyiasati aturan.

”Mereka akan merasa, saya enggak perlu berjuang, saya pasti masuk. Saya tidak perlu berjuang, sudah pasti maju. Karena orangtua saya mampu,” ujarnya kemarin (19/7).

Karena itu, Aris meminta para orangtua berhati-hati dalam berperilaku. Terutama dalam memberikan contoh dan pendidikan moral kepada anak. Salah satunya dengan tidak memalsukan data demi masuk sekolah idaman.

Baca Juga:  Sekolah Negeri Tambah Rombel, Sekolah Swasta Menjerit

Aris mengakui, sistem zonasi memiliki tujuan yang baik, yakni demi pemerataan kualitas pendidikan dan tak ada kastanisasi. Namun, realitas di lapangan selalu berpolemik. Karena itu, Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 penting untuk segera direvisi. Sehingga dapat menyesuaikan dengan dinamika di masyarakat. Misalnya soal penentuan zonasi, batasan umur, dan sertifikat prestasi.

”Ini menjadi catatan dari KPAI bahwa sistem ini harus segera dievaluasi dan diperbaiki sehingga ke depan tidak terjadi lagi,” tegasnya.

Selain itu, lanjut Aris, para pelaku kecurangan harus segera diproses berdasar peraturan. Jika tidak, tak ada efek jera bagi mereka dan akan terulang di tahun berikutnya.

Sekretaris umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama itu juga mendorong satuan pendidikan melibatkan RT dan RW yang terdekat dengan sekolah. Masyarakat juga harus terlibat aktif dalam pengawasan. Dinas pendidikan pun didorong untuk bisa lebih proaktif mengedukasi masyarakat soal PPDB sejak jauh-jauh hari.

Baca Juga:  PPDB SD dan SMP Mulai Dibuka Bulan Ini

”Bila perlu melakukan pendataan, deteksi dini potensi anak yang akan masuk ke sekolah tersebut berapa orang, umurnya berapa, dan seterusnya,” ungkap dia.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Natasya Zahra menilai penerapan sistem zonasi pada PPDB seharusnya dilakukan bertahap. Dengan mempertimbangkan daya tampung sekolah (supply) dan jumlah siswa di daerah tersebut (demand). Kebijakan dapat dimulai dari wilayah-wilayah yang minim ketimpangan supply dan demand-nya. (jawapos)

Tags: PPDB
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Gegara Sabu Dua Warga Loktuan Diciduk Polda Kaltim, Satu Orang DPO

Next Post

Bakal Dijadikan TKD, Basri Minta 76 Relawan Pemadam Kebakaran Serius Ikuti Pelatihan

Related Posts

Seleksi Penerimaan Murid Baru di Bontang Digelar Mei
Bontang

Seleksi Penerimaan Murid Baru di Bontang Digelar Mei

12 Maret 2025, 14:30
Budaya “Berkas Titipan” di PPDB Masih Jadi Langganan
Bontang

Budaya “Berkas Titipan” di PPDB Masih Jadi Langganan

1 Juli 2024, 14:42
Orangtua Pertanyakan PPDB Jalur Perpindahan Tugas, Kecewa Hasil Seleksi Tak Dapat Diakses
Bontang

Orangtua Pertanyakan PPDB Jalur Perpindahan Tugas, Kecewa Hasil Seleksi Tak Dapat Diakses

24 Juni 2024, 15:20
PPDB SMP Bontang Tahap Kedua, Tiga Jalur Dibuka Hari Ini
Bontang

PPDB SMP Bontang Tahap Kedua, Tiga Jalur Dibuka Hari Ini

19 Juni 2024, 14:30
Minim Sarpras, SMK Negeri 4 Bontang Usul Pembangunan Lapangan dan Pagar
Bontang

Terkendala Akses dan Jaringan, SMK 4 Masih Pakai Skema PPDB Luring

25 Mei 2024, 10:44
Tujuh Sekolah Pesisir Bontang Terapkan PPDB Offline
Bontang

Terkendala Jaringan Internet, Tujuh Sekolah Kembali Geber PPDB Offline

15 Mei 2024, 17:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.