BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang sudah melaksanakan sosialisasi. Terkait ketentuan seleksi penerimaan murid baru (SPMB) di tahun ajaran baru mendatang. Kepala Disdikbud Bambang Cipto Mulyono mengatakan sosialisasi ini bertujuan untuk memaparkan sehubungan teknis SPMB yang sedikit berbeda istilah dengan penerimaan siswa baru sebelumnya.
“Jadi dengan sosialisasi ini diharapkan pelaksanaan SPMB di Bontang bisa berjalan lancar,” kata Bambang.
Ketentuan teknis terkait SPMB diatur dalam Permendikdasmen 3/2025. Nantinya Pemkot Bontang akan membuat juknis turunan dari regulasi tersebut. Sebelum pelaksanaan SMPB dimulai. “Acuannya tetap permendikdasmen,” ucapnya.
Disinggung mengenai pelaksanaan SPMB, khusus di Bontang akan dilangsungkan lebih cepat. Dijadkwalkan tahapan penerimaan murid baru itu akan dimulai pada Mei. Saat disinggung mengenai kebijakan ini, Bambang menyebut tradisi Bontang selalu menggelar penerimaan murid baru di awal dibandingkan lainnya.
“Mei nanti pelaksanaannya SPMB. Lebih cepat karena biasanya Bontang seperti itu,” tutur dia.
Disinggung mengenai percepatan SPMB ini apakah ada hubungannya dengan pengadaan perlengkapan sekolah gratis, ia pun tidak menampiknya. Berdasarkan tahun sebelumnya, penerimaan peserta didik baru dilakukan pendataan untuk ukuran seragam dan sepatu siswa. Tujuannya agar saat tahun ajaran baru sudah mulai didistribusikan.
Dalam Permendikdasmen 3/2025 terdapat empat jalur yang bisa ditempuh oleh calon siswa baru. Meliputi domisili yang sebelumnya zonasi, prestasi, afirmasi, dan mutase (sebelumnya perpindahan tugas orangtua). Persentase kuota untuk jalur domisili paling sedikit 70 persen untuk jenjang SD sedangkan SMP minimal 40 persen.







