bontangpost.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang menyatakan proses tender paket pekerjaan penurapan Sungai Bontang berjalan dinamis. Kepala Dinas PUPRK Tavip Nugroho mengatakan semula paket ini dirancang untuk enam bulan pengerjaan. Tetapi tiga bulan telah terpakai untuk mekanisme pelelangan.
“Karena waktu yang dipergunakan tender secara psikologis sudah menggunakan 50 persen. Tiga bulan digunakan dan belum ada pemenang,” kata Tavip.
Nantinya, dokumen ini akan direvisi lagi atau tender ulang. Menyesuaikan dengan durasi pengerjaan tersisa hingga akhir tahun. Secara otomatis anggaran yang dikucurkan awalnya disusutkan. Saat ini Dinas PUPRK sedang melakukan perhitungan. Pasalnya jika skema tender ulang, maka proses pelelangan membutuhkan waktu sebulan lagi. Sementara pengerjaan sudah harus selesai di medio Desember. Praktis hanya 2,5 bulan tersisa.
“Masih dihitung apakah karena waktunya tersisa separuh maka anggarannya juga 50 persen,” ucapnya.
Ia menjelaskan panjangnya proses pelelangan karena adanya regulasi baru. Setelah keluarnya Perpres 12/2021. Bila anggaran yang dialokasikan setengahnya maka hanya senilai Rp 11 miliar. Dari Rp 22 miliar yang dikucurkan dari bantuan keuangan Pemprov Kaltim.
Sehubungan tidak terserapnya anggaran penuh, ia menyakini tidak berpengaruh dengan proyeksi bankeu tahun berikutnya. Sebab, kondisi itu terjadi lantaran panjangnya proses pelelangan. Artinya dana sisa tidak ditarik lagi masuk kas Pemprov Kaltim.
“Karena ada kondisi itu tadi. Tidak menyangka ada dinamika. Apalagi ada peraturan baru juga ditengah perjalanan,” tutur dia.
Berdasarkan kalkulasi maka dengan waktu tersisa penurapan hanya bisa mencapai panjang 250 meter. Dikarenakan pengerjaan kali ini memakai metode pasang batu manual. Bukan pemancangan dari pabrikasi. Secara teori pengerjaan tidak bisa dilakukan pada malam hari atau saat air pasang.
“Kalau pancang dengan waktu singkat bisa volumenya banyak. Tetapi ini desainnya pasang batu manual,” urainya.
Awalnya penurapan ini menyambungkan konstruksi lama. Tepatnya dari jalan Brokoli, samping SDN 010 Bontang Utara hingga jembatan di dekat SD Betlehem. Total panjang penurapan sebesar 500 meter. Kanan dan kiri sisi sungai. Dengan ketebalan di ujung atas mencapai setengah meter.
Rencananya, sisi tepi sungai nantinya juga dibangun jalur inspeksi. Dengan lebar maksimal empat meter. Tetapi itu bergantung dengan kondisi lahan di lapangan. Harapannya jalur ini dapat dilalui kendaraan roda empat. Jalur inspeksi ini juga akan terus dijadikan percontohan hingga aspek hilir nantinya. (*/ak)


