• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Maharlika

by M Zulfikar Akbar
13 Februari 2019, 06:13
in Dahlan Iskan
Reading Time: 2 mins read
0
Dahlan Iskan

Dahlan Iskan

Share on FacebookShare on Twitter

Saya sering salah menuliskan Filipina. Kadang Philipina. Kadang Philippina. Kadang Phillipina.

Presidennya sendiri kini usul: nama Filipina diganti dengan Maharlika. Lebih pribumi, katanya.

Nama Philippina memang diambil dari penjajah. Raja Philip II. Yang dulu menjajah Filipina.

Raja Philip II sebenarnya tidak hanya menjajah Filipina. Juga menguasai Portugal, sebagian Italia dan sebagian besar Belanda. Pun sampai sebagian Inggris. Di tahun 1500-an.

Sedang Maharlika berasal dari bahasa Melayu. Melayu Tagalog. Yang berakar pada bahasa Sansekerta. Artinya: bebas, merdeka, damai, sejahtera.

Juga lebih nasionalis.

Ide mengganti Filipina menjadi Maharlika sebenarnya tidak baru. Pernah juga diwacanakan oleh Presiden Ferdinand Marcos. Tapi keburu jatuh. Oleh people power. Menandai berakhirnya orde baru yang otoriter di sana.

Baca Juga:  Dobel Alhamdulillah

Presiden Duterte sendiri rasanya juga tidak sempat membidani nama baru itu. Masa jabatannya tidak sampai setahun lagi. Di Filipina seorang presiden hanya boleh satu masa jabatan.

Tentu tidak mudah mengganti nama negara. Toh tidak ada pemicu yang kuat. Kecuali alasan nasionalisme tadi.

Beda dengan Macedonia. Yang bulan lalu berubah nama. Menjadi Macedonia Utara.

Alasannya kuat: dari pada rebutan nama. Yang berlarut-larut. Menghabiskan energi. Tidak ada hasilnya.

Penyebabnya: Macedonia bertetangga dengan Macedonia. Yang terakhir itu adalah nama propinsi paling utara di Yunani. Yang merasa lebih Macedonia dibanding Macedonia.

Pertengkaran tidak habis-habisnya. Sejak Macedonia merdeka. Dari Yugoslavia. Dengan menggunakan nama negara Macedonia.

Baca Juga:  Dokter Cerai

Masalahnya: Macedonia ingin segera menjadi anggota masyarakat Eropa. Agar cepat makmur. Juga menjadi anggota NATO. Tapi selalu terganjal nama. Digugat oleh Macedonianya Yunani.

Rakyat di Macedonia juga berkeras. Mereka merasa berhak menggunakan nama negaranya Macedonia. Justru yang di Yunani itu kan hanya sebuah propinsi.
Tapi akhirnya yang waras mengalah. Demi kemajuan negara. Rakyat Macedonia melakukan referendum. Akhir tahun lalu. Hasilnya: perubahan nama negara menang tipis. Menjadi Macedonia Utara.

Rakyat propinsi Macedonia masih belum bisa menerima. Negara itu tidak boleh sama sekali menggunakan kata Macedonia. Biar pun diberi tambahan Utara.
Persoalan ini sampai dibawa ke parlemen Yunani. Akhirnya parlemen mengakui nama Macedonia Utara. Akal sehat memperoleh kemenangan.

Baca Juga:  Syukuran Arab Hays

Kalau saja Filipina berubah menjadi Maharlika itu juga tidak baru. Myanmar dulu juga bernama Burma.

Pernah juga ada yang usul. Nama Indonesia diubah menjadi Asia Raya. Mumpung belum ada yang menggunakan nama itu. Biar tidak berbau Indo. Menjadi lebih gagah: Asia Raya.

Tapi wacana itu tidak pernah mendapat sambutan. Nama Indonesia sudah menjadi garis tangan. Siapa tahu juga membawa kedamaian dan kemakmuran. (dahlan iskan)

Tags: dahlan iskandis way
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Hore! 32 Ribu Pelajar Bakal Dapat Perlengkapan Sekolah Gratis

Next Post

Akhirnya, Bawaslu Bontang Kabulkan Permohonan Caleg yang Dicoret KPU

Related Posts

Menang Nirkuasa
Dahlan Iskan

Menang Nirkuasa

10 Mei 2019, 06:17
Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Dokter Cerai

9 Mei 2019, 06:00
Kursi Roda
Dahlan Iskan

Kursi Roda

7 Mei 2019, 06:43
37 Derajat
Dahlan Iskan

37 Derajat

6 Mei 2019, 05:57
Orang Suci
Dahlan Iskan

Orang Suci

5 Mei 2019, 12:01
Jantung Bocor
Dahlan Iskan

Jantung Bocor

4 Mei 2019, 13:05

Terpopuler

  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.