bontangpost.id – Beberapa parpol mulai menyiapkan diri untuk bertarung di Pilkada, November mendatang. Golkar pun dikabarkan mengusung Neni Moerniaeni untuk kursi Bontang satu. Namun demikian Partai Gerindra mengaku belum menjalin komunikasi dengan parpol lain.
“Belum ada lobi terkait dengan pilkada,” kata Ketua DPC Gerindra Bontang Agus Haris.
Kendati sempat disebutkan Ketua DPD II Golkar Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam untuk membangun koalisi di pilkada, pria yang akrab disapa AH ini justru tidak mengetahuinya. Ia pun masih menunggu arahan dari DPD Gerindra Kaltim untuk bergabung bersama parpol lain.
“Sampai saat ini memang belum ada. Pastinya Gerindra harus bergabung dengan parpol lain. Karena jumlah kursi yang diperoleh hanya tiga. Dari ketentuan lima kursi untuk persyaratan pilwali,” ucapnya.
Secara pribadi, AH mengaku siap untuk ikut berlaga di kontestasi politik di Bontang. Melalui jalur pilwali Bontang. Tetapi ini belum masuk tahapan pleno di partai. Pleno itu merupakan hasil pengurus ranting, kecamatan, dan kota.
“Itu yang nanti disampaikan ke DPD. Secara keseluruhan akan memplenokan 10 kabupaten atau kota di Kaltim,” tutur dia.
Menurutnya sejauh ini dimungkinkan untuk menjalin koalisi dengan parpiol manapun. Dirinya pun siap jika secara elektabilitas hanya bisa untuk posisi cawawali. Karena survei itu menggambarkan sambutan dari masyarakat.
“Akan tetapi sejauh ini instruksi dari Ketua DPD Gerindra Kaltim ialah bontang satu. Jika ada perubahan pasca hasil pemilu. Maka harus menunggu hasil rapat koordinasi,” terangnya.
Pada Pileg 2024 ini, Gerindra merebut tiga kursi dari tiap dapil. Dapil Bontang Utara melalui Agus Haris. Di Bontang Selatan yakni Heri Keswanto dan Bontang Barat diwakili Sem Nalpa Mario Guling. Meski jumlah kursi sama dengan torehan di Pileg 2019 lalu. Tetapi Gerindra harus merelakan kursi pimpinan DPRD kepada PDI Perjuangan yang memiliki jumlah suara lebih. Walaupun jumlah kursi yang diperoleh sama.
Sebelumnya, Ketua DPD II Golkar Bontang Andi Faiz menyebut partainya telah menjalin komunikasi dengan Agus Haris. Terkait posisi cawawali yang diusung dengan duet Neni Moerniaeni. Golkar masih menunggu hasil survei di masyarakat. Menyangkut elektabilitas dari beberapa calon baik secara individu maupun berpasangan. Mengingat kontestasi politik ini tentu parpol ingin mendapatkan hasil terbaik.
“Upaya komunikasi sudah ada. Ada beberapa nama mulai dari Agus Haris, Bajuri, maupun Muhammad Aswar. Tetapi politik ini masih dinamis,” pungkasnya. (ak)







