• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Makin Mudah Maju Pilkada, Mantan Napi Narkoba, Judi, hingga Asusila Diperbolehkan

by Redaksi Bontang Post
4 Juni 2022, 12:00
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Syarat untuk maju sebagai calon kepala daerah kini kian longgar. Mahkamah Konstitusi (31/5) telah mengoreksi aturan pasal 7 ayat 2 UU Pilkada, terkait syarat calon tidak pernah melakukan perbuatan tercela. Dalam lampiran penjelasan, perbuatan tercela itu di antaranya pelaku judi, mabuk, pemakai dan pengedar narkotika, berzina, hingga perbuatan melanggar kesusilaan lainnya. Melalui putusan nomor 2/PUU-XX/2022, MK merevisi aturan pasal tersebut.

Perkara itu diajukan oleh Hardizal, eks bakal calon Wakil Wali Kota Sungai Penuh. Dia gagal maju Pilkada 2020 setelah empat partai mengalihkan dukungan. Penyebabnya, Hardizal berstatus mantan terpidana kasus narkotika.

Dalam putusannya, MK menyebut norma pasal tersebut tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Yakni bagi seseorang yang telah mendapat putusan dan tuntas menjalani masa pidana. ”Serta secara jujur atau terbuka mengumumkan mengenai latar belakang jati dirinya sebagai mantan terpidana,” ujar Ketua MK Anwar Usman saat membacakan putusan.

Baca Juga:  Megawati Tetapkan 48 Paslon Pilkada, Besok Bakal Diumumkan

Dengan demikian, sepanjang yang bersangkutan sudah menyelesaikan masa kurungan dan bersedia mengumumkan riwayatnya secara terbuka, maka dapat menjadi calon kepala daerah.

Dalam pertimbangannya, Hakim MK Suhartoyo menjelaskan, MK pernah mengeluarkan putusan Nomor 56/PUU-XVIII/2019. Di mana saat itu MK memberikan kesempatan kepada terpidana dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara untuk kembali ikut kontestasi politik.

Jika yang mendapat hukuman lebih berat saja masih diberi kesempatan, sementara terpidana perbuatan tercela yang relatif ringan tidak diperlakukan sama, maka akan terjadi disparitas perspektif keadilan hukum. ”Dengan demikian, untuk memenuhi adanya kepastian hukum dan rasa keadilan, tidak ada pilihan lain bagi Mahkamah selain memberi kesempatan yang sama,” ujarnya.

Baca Juga:  Pilkada, Medsos, dan Generasi Pembual

Atas dasar itu, MK tetap membolehkan SKCK menjadi syarat sah administrasi pendaftaran. Dokumen itu bisa digunakan untuk melihat apakah seseorang pernah berbuat tercela atau tidak. Meski demikian, SKCK itu tidak boleh menjadi penghalang bagi calon kepala daerah ikut pilkada.

Putusan itu menambah peluang para eks terpidana untuk maju pilkada. Sebelumnya, melalui putusan nomor 56 tahun 2019, mantan koruptor juga bisa maju pilkada, asalkan statusnya sudah keluar dari penjara dalam durasi 5 tahun. (far/bay)

Tags: pilkada
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Anggaran Porprov Diguyur Rp 4 Miliar, Tambahan Dana Diajukan di APBD Perubahan

Next Post

Biar Tepat Sasaran, Beli Solar Pakai Fuel Card Bakal Diterapkan di Bontang

Related Posts

Sering Berujung Pecah Kongsi, DPR Desak Kemendagri Tegaskan Tugas dan Hak Keuangan Wakil Kepala Daerah
Nasional

Sering Berujung Pecah Kongsi, DPR Desak Kemendagri Tegaskan Tugas dan Hak Keuangan Wakil Kepala Daerah

1 Juli 2026, 19:46
PDIP Bakal Kaji Usulan Bahlil Soal Kepala Daerah Dipilih DPRD
Bontang

PDIP Bakal Kaji Usulan Bahlil Soal Kepala Daerah Dipilih DPRD

8 Desember 2025, 20:32
Final, Caleg Terpilih Harus Mundur saat Maju Pilkada
Nasional

DPR Sepakat, Jika Kotak Kosong Menang akan Pilkada Ulang

11 September 2024, 18:00
Final, Caleg Terpilih Harus Mundur saat Maju Pilkada
Kaltim

Ada 29 Bapaslon yang Bakal Bertarung di Pilkada Serentak Se-Kaltim, Ini Daftarnya

31 Agustus 2024, 16:37
MA Perintahkan KPU Cabut Syarat Batas Usia Calon Kepala Daerah
Nasional

MA Perintahkan KPU Cabut Syarat Batas Usia Calon Kepala Daerah

30 Mei 2024, 16:30
Mahar Politik
Opini

Mahar Politik

17 Mei 2024, 15:04

Terpopuler

  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dibutuhkan 21 Pipe Fitter untuk Pabrik 5 Pupuk Kaltim, Cek Syaratnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.