• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Masih Banyak Upah Tak Sesuai UMP di Kaltim

by BontangPost
1 Mei 2018, 11:35
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Awang Faroek Ishak(DOK/METRO SAMARINDA)

Awang Faroek Ishak(DOK/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak meminta kepada semua buruh dan pekerja untuk tidak melakukan aksi unjuk rasa pada peringatan Hari Buruh Sedunia (May Day), Selasa (1/5) hari ini. Sebagai gantinya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menyediakan panggung khusus bagi serikat buruh dan pekerja untuk menyampaikan aspirasinya pada Apel Gabungan May Day, hari ini.

“May Day, kita peringati dalam bentuk apel. Saya senang karena sudah konsultasi dengan serikat buruh, tidak perlu demo menyampaikan tuntutan. Aspirasi akan disampaikan secara baik-baik pada upacara resmi. Dan akan didengarkan langsung oleh Gubernur, Pangdam, dan Kapolda,” kata Awang, Selasa (30/4) kemarin.

Rencananya, pelaksanaan Apel Gabungan May Day  akan dipusatkan di Lapangan Parkir GOR Segiri Samarinda. Pada acara itu, para perwakilan serikat buruh dan pekerja akan diberikan kesempatan untuk menyuarakan aspirasi mereka. Gubernur menyebut, model tersebut adalah yang pertama dilaksanakan di Indonesia.

Baca Juga:  Harga Cabai Turun Drastis 

“Model itu yang saya anjurkan untuk (perayaan May Day) di seluruh Indonesia. Dan mungkin pertama kali dilaksanakan di Indonesia,” ucap mantan Bupati Kutai Timur ini.

Baginya, peringatan Hari Buruh Internasional di daerah lain boleh saja dengan cara unjuk rasa. Namun untuk di Bumi Etam, secara tegas Gubernur menyampaikan tidak boleh sampai dilaksanakan. Gubernur ingin peringatan Hari Buruh di Kaltim berjalan tertib dan kondusif.

“Kami berikan kehormatan kepada buruh untuk apel bersama dengan Brimob, TNI, ASN, dan para pengusaha. Silahkan sampaikan aspirasinya. Untuk apa ribut-ribut dengan buruh. Saya berkewajiban memberikan kesejahteraan para buruh. Kenapa harus mempersulit mereka,” tuturnya.

Disebutkan, Pemprov Kaltim tidak sedikit pun memiliki keinginan menghambat setiap tuntutan para buruh dan pekerja. Terutama terkait masalah Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten (UMK). Menurut Awang, jika ada bupati/wali kota yang menghambat, maka dirinya siap menjatuhkan sanksi.

Baca Juga:  Soal Pencoretan Edy dari Daftar Bacaleg, Bawaslu Serahkan ke KPU 

“Kalau ada bupati atau wali kota yang tidak mentaati UMK, akan kami berikan sanksi. Pertama, kami tegur dulu. Kedua, juga begitu. Kalau sudah ketiga, kami serahkan ke Kemendagri,” katanya.

Terkait serbuan Tenaga Kerja Asing (TKA) di beberapa daerah lainnya, Gubernur memastikan bahwa yang demikian tidak ada di provinsi yang dia pimpin. Namun jika ada, Gubernur meminta supaya masyarakat bisa menunjukkannya. Sehingga dirinya bisa mengambil langkah penertiban.

“Tidak ada di Kaltim. Tunjukkan dimana kalau ada. Di sini (Kaltim, Red.) tidak ada tenaga kerja asing yang bermasalah. Sudah saya cek. Tidak ada di Kaltim yang meresahkan. Kalau seperti di Morowali atau Konawe, ya memang ada,” sebutnya.

Baca Juga:  Jelang Pilgub Kaltim 2018, Yusran ‘Berlayar’ Menuju KT 1

Sementara itu, Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) perwakilan Kaltim, menuntut pemerintah supaya lebih tegas menangani berbagai permasalahan buruh. Salah satunya terkait masalah upah buruh yang dinilai tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah.

“Kami meminta pemerintah membentuk tim investigasi untuk memantau penerapan UMP maupun UMK setiap perusahaan. Karena sampai sekarang, masih banyak perusahaan yang tidak memberikan upah buruh sesuai UMP ataupun UMK yang telah ditetapkan,” sebut Ketua SBSI Kaltim, Amir P Ali, kemarin.

Masalah lain yang juga disorot SBSI Kaltim yakni terkait penerapan Peraturan Presiden (PP) Nomor 20 Tahun 2018 tentang TKA. Dia menilai, aturan tersebut dapat mengancam keberadaan tenaga kerja lokal disejumlah daerah, termasuk di Kaltim.

“Itu kan jelas merugikan daerah. Harusnya (aturan) itu tidak boleh dibiarkan. Karena ini rawan di Kaltim, makanya pemerintah juga harus tegas,” pintanya. (drh)

Tags: Gubernurhari buruhMay DayMetro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Dewan Belum Terima Nama Calon Wawali

Next Post

Kapolri Dicatut Urusan Kaus

Related Posts

Penanganan Banjir Bontang Disinggung dalam Aksi May Day
Bontang

Penanganan Banjir Bontang Disinggung dalam Aksi May Day

1 Mei 2023, 19:03
Perlindungan Buruh Minim, Perda Tenaga Kerja Bontang Dinilai Tumpul
Bontang

Perlindungan Buruh Minim, Perda Tenaga Kerja Bontang Dinilai Tumpul

1 Mei 2023, 18:47
Aksi May Day di Simpang Ramayana, Jalan MH Thamrin Ditutup Sementara
Bontang

Aksi May Day di Simpang Ramayana, Jalan MH Thamrin Ditutup Sementara

1 Mei 2023, 15:05
Aksi Hari Buruh, Massa Sebut Pekerja dari Luar Bontang Tambah Angka Pengangguran
Bontang

Aksi Hari Buruh, Massa Sebut Pekerja dari Luar Bontang Tambah Angka Pengangguran

1 Mei 2023, 14:58
Tujuh Tuntutan Buruh, dari Cabut UU Cipta Kerja sampai Tolak Upah Murah
Nasional

Tujuh Tuntutan Buruh, dari Cabut UU Cipta Kerja sampai Tolak Upah Murah

1 Mei 2023, 10:46
Pemkot Gandeng 19 Serikat Pekerja Peringati May Day, Ini Kata Wawali Basri Rase
Advertorial

Aksi Sosial Warnai Peringatan May Day

2 Mei 2019, 15:10

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.