bontangpost.id – Kondisi sebagian akses di Kelurahan Bontang Kuala membutuhkan perbaikan. Pasalnya, banyak jembatan yang sudah berlubang. Hal itu membuat wakil rakyat angkat suara.
Ketua Komisi III DPRD Amir Tosina mengatakan, lokasi ini merupakan jendela Bontang. Wisatawan tentunya akan berkunjung ke Bontang Kuala untuk menikmati panorama dan kuliner. Sehingga dibutuhkan akses yang mendukung.
“Saya harapkan akses ini ada pembangunan yang lebih baik. Supaya kawasan ini menjadi cantik. Alhasil animo pengunjung semakin tinggi,” kata Amir.
Menurut dia, paling tidak akses sudah bermaterial beton. Layaknya di Kampung Selambai, Loktuan. Politikus Gerindra ini menjelaskan, sejatinya pemkot sudah memiliki perencanaan pada tahun sebelumnya. Dia berharap, perencanaan itu tidak sampai kedaluwarsa. Sehingga terkesan membuang anggaran.
“Perencanaan yang ada jangan sampai mubazir,” ucapnya.
Melalui perencanaan itu bisa diajukan bantuan anggaran kepada pemerintah pusat maupun provinsi. Pasalnya, jika hanya bergantung APBD Bontang maka sangat memberatkan. Sebab, nilai anggaran yang dibutuhkan puluhan miliar.
Sebagai informasi, jembatan kayu di RT 10, Kelurahan Bontang Kuala, mulai diperbaiki. Lurah Bontang Kuala Suiza Ixan Saputro mengatakan, kondisi kayu ulin di jembatan tersebut memang sudah mengkhawatirkan. Beberapa kayu patah, mengakibatkan jalan berlubang.
Apalagi masyarakat menggunakan jalan tersebut sebagai salah satu akses utama untuk beraktivitas. “Kemarin juga sempat dipalang di bagian yang lubang, supaya enggak ada korban,” katanya.
Akhirnya, pihaknya mengganti kayu yang telah rusak dengan kayu yang baru. Adapun perbaikan tersebut menggunakan skema swakelola. “Kami siapkan kayunya dan masyarakat bekerja sama untuk mengganti,” ujarnya. (ak)







