• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Menelusuri Sisi Lain dari Lombok, NTB (1); Membangun Daerah dengan Hasil Pertanian

by BontangPost
24 Agustus 2017, 12:32
in Feature
Reading Time: 3 mins read
0
TANAMAN UNGGULAN: Penulis menyempatkan waktu melihat langsung tanaman jagung yang kini giat dikembangkan masyarakat di Lombok Barat.(IST)

TANAMAN UNGGULAN: Penulis menyempatkan waktu melihat langsung tanaman jagung yang kini giat dikembangkan masyarakat di Lombok Barat.(IST)

Share on FacebookShare on Twitter

Selain dikenal dengan kota seribu masjid, Kabupaten Lombok dan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tengara Barat (NTB) kini dikenal juga dengan daerah lumbung pertanian. Penyematan nama ini tentu bukan tanpa alasan. Karena sejauh mata memandang, kita akan disuguhkan dengan berbagai hasil pertanian. Dari tanaman jagung, kedelai, bawang merah, cabe, dan hasil pertanian lain terhampar luas di Provinsi NTB.

DIRHAN, Mataram 

SABTU (19/8) pukul 12.00 Wita, gemuruh suara pesawat kian kuat terdengar. Getaran roda mengalas di landasan. Lalu pelan tapi pasti kecepatannya melambat. Kemudian diususul suara dari pramugari. “Pesawat telah tiba di Bandara Internasional Lombok, terima kasih telah terbatang bersama kami,” ucapnya memberitahukan kepada penumpang pesawat.

Keluar dari pesawat, penumpang disambut cerahnya mentari. Satu persatu di antara mereka berlalu dengan tujuannya masing-masing. “Inilah Lombok, Mas. Pulau kecil yang bernama Provinsi NTB,” kata Apri warga asal Kabupaten Lombok Tengah.

Pria berusia 27 tahun tersebut dikenal penulis saat hendak terbang dari Bandara Internasional Surabaya menuju Lombok. Dalam kunjungan penulis ke Lombok, pria yang berprofesi sebagai kapten kapal tersebut secara tidak sengaja sekaligus menjadi Tour Guide dadakan.

Oh iya, kunjungan penulis ke Mataram dalam rangka menghadiri kegiatan kepemudaan yang akan dilaksanakan di Senggigi, Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat selama tiga hari lamanya. Nah, sebagai informasi, untuk menuju ke sana, bisa menggunakan mobil Damri dan Taksi.

Baca Juga:  Biaya Tes Kesehatan Paslon, Tagihan Rumah Sakit Capai Rp 496 Juta 

Dalam rangka menghemat biaya, April menyarankan penulis naik mobil Damri karena jauh lebih murah.

Menurutnya, jika menggunakan mobil Damri, maka cukup dengan sewa Rp 25 ribu dari bandara menuju Terminal Damri di Kota Lombok. Lalu dilanjutkan dengan naik Damri lain dengan tujuan ke Senggigi di Kabupaten Lombok Barat seharga Rp 35 ribu. Sementara jika menggunakan taksi sekitar Rp 100 ribu-120 ribu.

Dari Bandara menuju Kota Mataram dibutuhkan waktu sekitar 40 menit. Ditemani sahabat baru, April, penulis bergegas naik mobil Damri yang sejak tadi telah berbaris rapi di terminal bandara. Sesaat kemudian, setelah semua kursi penumpang terisi, suara kendaraan roda enam tersebut menderu meninggal bandara.

Sekitar sepuluh menit selepas mobil meninggalkan bandara, perjalanan penulis dimanjakan dengan hijaunya persawahan. Sekilas memandang dari balik kaca mobil, tak sepetak pun tanah meliburkan diri dari aktifitas bercocok tanam.

Di antara hijaunya persawahan, satu tanaman pertanian terlihat cukup dominan. Berdaun lebar dan panjang, tanaman itu berdiri tegak dirimbunnya tanaman lain. Antara sawah yang satu dengan yang lain, tanaman yang rata-rata memiliki tinggi 1-3 meter dan berusia tanam 150 hari ini menyambungkan dedaunannya.

“Kalau di Lombok ini, hasil utama pertanian masyarakat adalah Jagung,” suara April memecah pandangan penulis yang sejak tadi larut dalam hijau dan asrinya persawahan.

Baca Juga:  Pertanyakan Posisi Sofyan di Debat Pilgub, Sikap Isran Disayangkan

Menurut bapak satu anak itu, sejak 10 tahun terakhir tanaman Jagung telah menjadi primadona dan hasil utama pertanian yang diolah masyarakat. Terlebih lagi sejak program itu digalakkan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi.

“Sejak Tuan Guru Bajang (Nama lain Gubernur NTB, Red.) menjadi gubernur, tanaman jagung sudah jadi tanaman unggulan di sini. Makanya, jangan heran kalau semua sawah di sini ditanami jagung,” ungkanya.

Berdasarkan data pemerintah setempat, pada tahun 2014 produksi jagung di NTB meningkat drastis dari 350.000 ton menjadi 785.867 ton. Meroketnya hasil pertanian jagung masyarakat tidak lepas dari adanya program pijar yang dikembangkan pemerintah.

Sebagai alas pertumbuhan hasil tani itu, Pemerintah NTB juga telah membuka ruang bagi investor untuk mendirikan pabrik pengolahan jagung. Baik di dalam Lombok maupun di Sumbawa. Tak pelak, peningkatan hasil pertanian itu mendorong peningkatan kesejahteran masyarakat.

Bagi masyarakat NTB, jagung telah menjadi salah satu pangan pokok. Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam sebagai pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya), diambil minyaknya (dari bulir), dibuat tepung (dari bulir, dikenal dengan istilah tepung jagung atau maizena), dan bahan baku industri (dari tepung bulir dan tepung tongkolnya).

Baca Juga:  Bersenjata Lengkap, Kepolisian Mengawal Logistik Pemilu

“Hampir semua petani, dari Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Barat, sampai ke Lombok Timur, rata-rata menanam jagung. Banyak masyarakat di sini punya kendaraan, rumah, dan sebagainya, ya dari hasil bertani jagung,” tutur April sebelum berpamitan turun dari mobil. Pria lulusan ilmu pelayaran tersebut telah ditunggu istri dan anaknya di tepi Jalan Poros Kabupaten Lombok Barat.

“Sampai jumpa lagi, Mas. Kabar-kabarkan aja jika nanti ada jalan-jalan ke Lombok Barat,” sambung April melepas penulis, sebelum mobil Damri kembali melaju. “Siap. Terima kasih, Mas,” ucap penulis.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Provinsi NTB tahun 2009, luas sawah di ibu kota provinsi, atau Kota Mataram mencapai 2.278 hektar. Lalu berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Lombok Barat tahun 2015, luas lahan pertanian di daerah tersebut mencapai 16.903 hektar areal. Sementara di Kabupaten Sumbawa luas lahan mencapai 56.145 hektar areal.

Sejak program tanaman jagung digalakan pemerintah, tanaman jagung telah jadi primadona masyarakat Lombok, Sumbawa, hingga di Kabupaten Dompu dan Bima. Meski begitu, tanaman lain yang juga jadi andalam masyarakat NTB adalah tanaman bawang merah dan padi. Selain itu, petani juga mengembangkan hasil pertanian lain seperti, menaman cabe, kacang ijo, kacang tanah, dan kedelai. (bersambung)

Tags: Metro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Djailani Dapat Dukungan

Next Post

Kisah Gerakan Rakyat Kutai Mempertahankan Kemerdekaan (6); ‘Terbakar’ Peristiwa Sangasanga, Bikin Belanda Kelabakan

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.