• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Menguji Kemauan Tidak Berkarat

by BontangPost
5 Agustus 2018, 09:15
in Dahlan Iskan
Reading Time: 2 mins read
0
AKRAB: Dahlan Iskan di tengah mahasiswa calon kompleks Penari langit Ricky Elson di Ciherang.(Disway)

AKRAB: Dahlan Iskan di tengah mahasiswa calon kompleks Penari langit Ricky Elson di Ciherang.(Disway)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

 

Tapi kambing-kambingnya ada. Tidak mengapa juragannya tidak ada: Ricky Elson lagi di Malang. Biasa. Diundang mahasiswa. Diskusi engeneering. Ia masih seorang engeneer yang unggul. Kadang ia menyebut dirinya angoneer. Melakukan pekerjaan angoneering. Angon kambing.

 

Kambingnya lebih 300 ekor. Di Ciheras. Di tempat ia mendidik calon-calon engeneer. Yang datang ke Ciheras dari seluruh Indonesia. Juga tempat menempa mereka. Menjalani school of suffering. Agar menjadi engeneer berkarakter.

 

Saya tidak mungkin membatalkan jadwal mendadak saya. Ke Ciheras itu. Biar pun hanya bertemu para kambing, misalnya.

Hari itu saya sudah berada di dekat-dekat situ: di Sirna Rasa. Di pusatnya tarekat Qadiriyah. Bertemu mursyid Abah Gaos. Melaporkan perjalanan spiritual saya selama di Amerika –di samping perjalanan bisnis.

 

Ternyata sudah ada murid Abah Gaos di Amerika. Mendirikan masjid besar di Texas. Di kota Houston. Masjid Istiqlal.

 

Dari Sirna Rasa saya mampir ke Cipatujah. Melewati Danau Panjalu yang magis. Melewati jalan-jalan kecil tapi mulus. Berliku. Naik-turun gunung. Sambil menikmati indahnya alam Priangan. Saya juga melewati Pamijahan. Yang makam mursyid tarekat Satariyahnya diziarahi ribuan orang tiap hari. Termasuk saya. Beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Penyelamatan

 

Maka ketika tiba di Ciheras senja sudah tiba. Langsung salat maghrib. Lantas melihat-lihat kambing dan domba. Juga melihat tempat pembuatan aneka produk: tepung daun kelor, penyulingan jahe, pembuatan virgin coconut oil. Serba kecil. Serba sederhana. Seperti ikan-ikan kecil di kolam kecil.

 

Tapi itu ikan.

Ada nafasnya.

Ada keringatnya.

Ada semangatnya.

Bukan monster.

Yang akan menelan kita.

 

Saya pun menunggu acara berikutnya: makan malam.

Tapi tiba-tiba lampu mati. Gelap. Untung ada tenaga angin. Di halaman rumput itu tetap terang benderang. Kincir-kincir angin di situ menghasilkan listrik.

Itulah para penari langit made in Ciheras. Hasil praktek para mahasiswa. Di bawah bimbingan Ricky Elson.

 

Maka di lapangan rumput itulah kami makan malam. Tikar digelar. Daun pisang dijejer. Memanjang di atas tikar. Masih ada pelepahnya. Tiga baris.

Baca Juga:  Rekor 8 Menit

 

Nasi ditumpah di atas daun pisang itu. Juga ikan bakarnya. Sambalnya. Sayur kangkungnya. Mentimun rajangnya.

 

Sekitar 100 mahasiswa makan malam bersama. Duduk di tikar. Berjajar. Berhadap-hadapan. Menghadap daun pisang.

 

Di halaman itu pulalah acara berikutnya dilaksanakan. Kampung sekitar masih gelap.  Pet tidak segera byar. Tapi sinar lampu penari langit di halaman itu masih sangat terang.

 

Itulah acara evaluasi harian. Dilakukan secara disiplin tiap malam. Mengenai apa yang dilakukan mahasiswa sepanjang hari itu.

 

Forum evaluasi ini khas mahasiswa: serius tapi santai. Banyak celetukan gerr. Sahut-menyahut. Penuh gelak tawa. Atau saling ejek.

 

Lebih 20 kelompok belajar di Ciheras. Kelompok turbin. Kelompok otomation.  Kelompok pembuatan bilah. Dan semua yang terkait teknologi.

 

Mereka memang mahasiswa tehnik. Umumnya semester enam atau tujuh. Umumnya juga satu bulan di Ciheras.

 

Laporan kelompok itu umumnya dimulai dari olahraga. Ada yang jalan di pantai. Atau main voly. Lokasi ini memang di bibir pantai selatan Tasikmalaya. Debur ombak sangat besar. Sepanjang hari. Sepanjang malam.

Baca Juga:  Ditutup dengan Bir Istri Semobil

 

Setelah laporan tehnik umumnya ditutup dengan ini: angon. Memandikan atau memberi makan kambing itulah prodi angoneering di Ciheras.

 

Malam itu ada empat mahasiswa yang baru tiba. Harus maju ke tengah lingkaran: memperkenalkan diri. Dan siap dibully. Ada yang dari Gorontalo, Malang, Balikpapan dan Jakarta.

 

Mereka adalah calon ikan-ikan besar. Orang baru bisa besar kalau ada kemauan. Mereka sudah menunjukkan kemauan itu. Datang dan tinggal di Ciheras. Tanpa ada yang meminta –apalagi memaksa.

 

Kemauan itu yang harus diuji: berapa karatkah kemauan itu. Ciheras adalah lembaga penguji kemauan. Saya melihat kemauan mereka –untuk meminjam istilah dalam menilai emas– setidaknya sudah 22 karat.

 

Banyak orang mengatakan punya kemauan. Tapi banyak juga yang kemauannya hanya 18 karat. Bahkan tidak berkarat sama sekali.(dahlan iskan)

Tags: dahlan iskan
Share4TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pikap Hantam Dump Truk, Tangan dan Kaki Patah 

Next Post

Tawaf Qudum, Sai, dan Tahalul

Related Posts

Menang Nirkuasa
Dahlan Iskan

Menang Nirkuasa

10 Mei 2019, 06:17
Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Dokter Cerai

9 Mei 2019, 06:00
Kursi Roda
Dahlan Iskan

Kursi Roda

7 Mei 2019, 06:43
37 Derajat
Dahlan Iskan

37 Derajat

6 Mei 2019, 05:57
Orang Suci
Dahlan Iskan

Orang Suci

5 Mei 2019, 12:01
Jantung Bocor
Dahlan Iskan

Jantung Bocor

4 Mei 2019, 13:05

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.