• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Mengurai Konflik Buaya dan Manusia di Perairan Kampung Selambai

by Fitri Wahyuningsih
4 Maret 2021, 12:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Sepekan dua remaja diserang buaya di wilayah Selambai, Loktuan. (Fitri Wahyuningsih/bontangpost.id)

Sepekan dua remaja diserang buaya di wilayah Selambai, Loktuan. (Fitri Wahyuningsih/bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Perluasan areal permukiman dan kawasan industri, hingga perilaku masyarakat disinyalir jadi faktor terjadinya konflik antara manusia dan buaya di perairan Kampung Selambai, Loktuan, Bontang Utara.

Seperti diketahui, kurun sepekan dua kali buaya menyerang penduduk di perairan Kampung Selambai. Kasus pertama terjadi, Rabu (24/2/2021). MDH disergap buaya ketika asik berenang di laut. Untungnya remaja 16 tahun itu berani. Ia tendang kepala buaya, yang membuat ia bisa lepas dan lekas naik ke permukaan.

Selang 3 hari, kasus serupa terjadi lagi. Kali ini menimpa remaja 13 tahun inisial AL. Kakinya tiba-tiba disambar buaya ketika bermain di bibir jembatan. Ia terjerembab ke laut, tapi tetap melakukan perlawanan. Kepala buaya dihajarnya pakai tangan kosong. Dan lekas dia naik ke permukaan. Atas kejadian ini, AL mendapat 30 jahitan di kaki kiri.

Baca Juga:  Buaya Kerap Muncul di Pemukiman, Faisal Sebut Disdamkarkan Perlu Dibekali Pelatihan hingga Alat Bius

Kepala Resort BKSDA Kaltim, Witono menjelaskan, banyak faktor yang menyebabkan konflik buaya dan manusia. Untuk di Bontang dan secara umum wilayah di Kaltim, pemicunya tiga. Habitat buaya terganggu atau berubah fungsi akibat perluasan permukiman dan kawasan industri; sumber pakan berkurang; dan perilaku masyarakat yang tidak menaati imbauan ketika tahu kawasan tersebut jelas habitat buaya.

Ketika habitatnya rusak atau berubah fungsi, praktis predator tersebut mencari kawasan baru. Masuk ke permukiman warga, yang notabene bukan habitat buaya. Ketika buaya masuk ke permukiman warga, berkontribusi terhadap eskalasi konflik antara manusia dan satwa buas tersebut.

“Habitatnya menyempit, perubahan peruntukkan. Dulu masyarakat tidak ketemu karena memang buaya ada dihabitanya, sumber pakannya masih banyak,” urai Witono kepada bontangpost.id, Rabu (3/3/2021) sore.

Baca Juga:  Penumpang Kapal Klotok Diduga Diterkam Buaya, Hilang di Teluk Balikpapan

Kata Witono, buaya yang hidup di pesisir Loktuan adalah jenis buaya muara. Predator ini memang lebih agresif ketimbang jenis lain. Sementara untuk sumber pakan buaya umumnya mamalia yang ke pesisir. Misalnya monyet dan bekantan.

“Selain juga ikan dan satwa lain di pesisir ya,” bebernya.

Untuk buaya yang direlokasi di Bontang, kata Witono, umumnya dibawa dulu ke markas BKSDA. Pelepasan buaya kembali ke alam liar mesti mempertimbangkan faktor lingkungan. Jangan sampai lokasi pelepasan menghadirkan konflik baru.

“Kita perhitungkan juga kapasitas di lokasi pelepasan. Jangan sampai terjadi konflik baru,” tandasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Buaya selambaidiserang buayaditerkam buaya
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

10 Titik di Api-Api Terendam Banjir

Next Post

Pendapatan Sarang Walet Nihil, Ketua Dewan; Bapenda Jemput Bola, Jangan Diam

Related Posts

Populasi Dinilai Membahayakan, Wali Kota Bontang Instruksikan Penangkapan Buaya
Bontang

Populasi Dinilai Membahayakan, Wali Kota Bontang Instruksikan Penangkapan Buaya

3 Maret 2026, 15:07
BPJS Akhirnya Aktif, Korban Buaya Loktuan Bontang Masih Berjuang di ICU
Bontang

BPJS Akhirnya Aktif, Korban Buaya Loktuan Bontang Masih Berjuang di ICU

2 Maret 2026, 19:20
Bocah Korban Serangan Buaya di Loktuan Bontang Kritis, Dirawat Intensif di ICU
Bontang

Bocah Korban Serangan Buaya di Loktuan Bontang Tak Punya BPJS, Biaya Perawatan Andalkan Urunan

2 Maret 2026, 13:00
Bocah Korban Serangan Buaya di Loktuan Bontang Kritis, Dirawat Intensif di ICU
Bontang

Bocah Korban Serangan Buaya di Loktuan Bontang Kritis, Dirawat Intensif di ICU

2 Maret 2026, 07:15
Serangan Buaya di Loktuan Bontang, Bocah 11 Tahun Jadi Korban
Bontang

Serangan Buaya di Loktuan Bontang, Bocah 11 Tahun Jadi Korban

28 Februari 2026, 17:14
Penumpang Kapal Klotok Diduga Diterkam Buaya, Hilang di Teluk Balikpapan
Kaltim

Penumpang Kapal Klotok Diduga Diterkam Buaya, Hilang di Teluk Balikpapan

28 Juni 2024, 09:29

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ironi Pajak Walet Bontang: Bangunan Ratusan, Setoran Nol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.