• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Internasional

Menlu: ABK WNI di Kapal Tiongkok Belum Terima Gaji, Kerja 18 Jam

by Redaksi Bontang Post
11 Mei 2020, 11:30
in Internasional
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi kapal ikan. (CNN Indonesia/Fajrian)

Ilustrasi kapal ikan. (CNN Indonesia/Fajrian)

Share on FacebookShare on Twitter

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, mengatakan tindakan eksploitasi yang dialami Anak Buah Kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) di kapal pencari ikan Tiongkok berupa gaji yang tidak sesuai kontrak dan waktu bekerja lebih dari 18 jam.

Retno mengatakan berdasarkan informasi awal dari ABK, beberapa dari mereka ada yang belum menerima gaji sama sekali. Sebagian lainnya menerima gaji yang tidak sesuai kontrak.

“Ada permasalahan gaji. Sebagian dari mereka belum menerima gaji sama sekali, sebagian lainnya menerima gaji namun tidak sesuai dengan angka yang disebutkan di dalam kontrak yang mereka tandatangani,” kata Retno dalam konferensi pers virtual, Minggu (10/5/2020).

Retno juga mengatakan ABK mengakui mendapat jam kerja yang tak manusiawi. Rata-rata mereka harus bekerja lebih dari 18 jam.

Baca Juga:  ASTAGA!! WNI Diduga Bunuh Kakak Kim Jong-un, Ini Kronologisnya

“Informasi lain yang adalah jam kerja yang tidak manusiawi. Rata-rata mereka mengalami kerja lebih dari 18 jam per hari,” ujar Retno.

Oleh karena itu, Retno mengatakan Pemerintah Indonesia akan memastikan hak-hak ABK WNI terpenuhi. Ia juga mengatakan kasus ini akan ditindaklanjuti secara tegas melalui proses hukum secara paralel baik oleh otoritas Tiongkok maupun otoritas Indonesia.

“Indonesia akan memastikan mekanisme kerja sama hukum dengan otoritas Republik Rakyat Tiongkok dalam penyelesaian kasus ini,” kata Retno.

Sebelumnya, Retno mengatakan Pemerintah Indonesia mengutuk perlakukan tak manusiawi kepada para ABK WNI yang dilakukan oleh perusahaan pencari ikan asal Tiongkok. Menlu mengungkapkan perlakuan yang dialami ABK melanggar hak-hak asasi manusia.

Baca Juga:  Akhirnya Tiongkok Cabut Status Lockdown Hubei

“Kita mengutuk perlakuan yang tidak manusiawi yang dialami oleh ABK kita selama bekerja di kapal-kapal milik perusahaan RRT,” kata Retno.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, menyatakan 14 ABK WNI yang mengalami eksploitasi di kapal pencari ikan Tiongkok telah tiba di Jakarta pada Jumat (8/5).

Ke-14 orang itu tiba di Jakarta bersama dengan jenazah satu jenazah ABK WNI dengan inisial EP. Sehari berselang, EP diterbangkan ke Medan, Sumatera Utara dan kemudian di bawah ke rumah duka.

EP merupakan satu dari empat ABK WNI yang meninggal dunia. EP meninggal dunia di Busan Medical Centre, Korea Selatan, dengan dugaan pneumonia. Sementara tiga jenazah ABK WNI yang lain dilarung ke laut.
(jnp/jal/cnn)

Baca Juga:  Pemulangan WNI dari Wuhan Dilakukan 1 Februari
Source: CNN
Tags: ABKmenluretno marsuditiongkokwni
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Soal Pembukaan Bandara, Dinkes Kaltim: Kebijakan yang Membingungkan

Next Post

Polres Bontang Ringkus Terduga Pelaku Begal

Related Posts

205 WNI Terancam Hukuman Mati di Negara Orang
Internasional

205 WNI Terancam Hukuman Mati di Negara Orang

23 Maret 2022, 17:00
Tiongkok Tawarkan Proyek Infrastruktur di Ibu Kota Baru
Nasional

Tiongkok Tawarkan Proyek Infrastruktur di Ibu Kota Baru

20 Mei 2020, 16:30
ABK WNI Diduga Diperbudak di Kapal Ikan Tiongkok
Internasional

ABK WNI Diduga Diperbudak di Kapal Ikan Tiongkok

7 Mei 2020, 10:30
Rupiah Sementara Terkuat di Asia
Ragam

Ekonomi Tiongkok Mulai Pulih dari Korona, Rupiah Terima Sentimen Positifnya

31 Maret 2020, 19:30
Akhirnya Tiongkok Cabut Status Lockdown Hubei
Internasional

Akhirnya Tiongkok Cabut Status Lockdown Hubei

26 Maret 2020, 12:30
Tingkat Polusi Udara di Tiongkok Menurun Saat Virus Korona Mewabah
Internasional

Tingkat Polusi Udara di Tiongkok Menurun Saat Virus Korona Mewabah

6 Maret 2020, 12:00

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.