• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Soal Pembukaan Bandara, Dinkes Kaltim: Kebijakan yang Membingungkan

by Redaksi Bontang Post
11 Mei 2020, 10:30
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Penumpang Maskpai Lion Air yang harus melalui protokol kesehatan covid-19. (selasar)

Penumpang Maskpai Lion Air yang harus melalui protokol kesehatan covid-19. (selasar)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA– Pada Minggu (10/5/2020) maskapai Lion Air (kode penerbangan JT), Wings Air (kode penerbangan IW), Batik Air (kode penerbangan ID) member of Lion Air Group memastikan pengoperasian kembali armadanya. Disampaikan oleh Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, dalam proses dan persiapan perjalanan udara calon tamu atau penumpang, Lion Air Group wajib memenuhi beberapa persyaratan.

Persyaratan itu meliputi; Tiba lebih awal di terminal keberangkatan yakni empat jam sebelum keberangkatan; Menunjukkan dokumen atau berkas kelengkapan, meliputi tiket, identitas diri, surat keterangan bebas Covid-19 atau surat keterangan sehat, surat keterangan perjalanan dan dokumen lain yang harus dipenuhi sesuai Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020; Mengenakan masker sebelum penerbangan, saat di dalam pesawat hingga mendarat dan keluar dari bandar udara; Mencuci tangan atau menggunakan cairan pembersih kuman pada tangan (hand sanitizer); Mengikuti aturan jarak aman (physical distancing) sebagaimana diberlakukan; dan Menjaga kebersihan selama berada di dalam pesawat.

Baca Juga:  Pemerintah Siapkan Bandara dan Pelabuhan

Mengacu pada Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, yang mengatur kebijakan mengenai larangan aktivitas mudik, berikut kriteria dan syarat (persyaratan pengecualian) calon penumpang yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta.

“Menunjukkan hasil negatif Covid-19 berdasarkan Rapid Test/ Polymerase Chain Reaction (PCR) Test atau surat keterangan sehat dari dinas kesehatan/ rumah sakit/ puskesmas/ klinik kesehatan; Menunjukkan surat tugas bagi Aparatur Sipil Negara, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia yang ditandatangani oleh minimal pejabat setingkat eselon 2,” jabarnya.

Selanjutnya, menunjukkan surat tugas bagi pegawai Badan Usaha Milik Negara/Badan Udaha milik Daerah/Unit Pelaksana Teknis/Satuan Kerja/organisasi non-pemerintah/Lembaga Usaha yang ditandatangani oleh Direksi/Kepala Kantor; bagi yang tidak mewakili lembaga pemerintah atau swasta harus membuat surat pernyataan yang diteken di atas materai dan diketahui lurah atau kepala desa setempat; menunjukkan identitas diri (KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah), dan melaporkan rencana perjalanan (jadwal keberangkatan, jadwal saat berada di tempat penugasan, serta waktu kepulangan).

Baca Juga:  Rawat Pasien Positif Covid-19, Layanan Poli Spesialis RS LNG Badak Dibatasi

Dimintai tanggapannya mengenai hal ini, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi M Ishak mengatakan, kebijakan ini membuat sedikit kebingungan pemerintah daerah.

“Memang dari sisi kesehatan, kami melihat ini tidak menguntungkan untuk kami dengan dibukanya jalur penerbangan. Tapi dari sisi ekonomi mungkin ini menjadi salah satu faktor yang mendorong, karena sekarang kan memang terjadi pelemahan pergerakan ekonomi,” ujarnya.

Andi mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi, untuk mempersiapkan diri menyambut pergerakan orang dari luar Kaltim, utamanya yang datang dari zona merah. Memperkuat titik-titik pintu kedatangan pun saat ini tengah dilakukan.

“Memang untuk bisa terbang ada beberapa persyaratan yang harus dilakukan seperti negatif hasil rapid test, tapi hal itu tidak bisa menjadi jaminan bagi mereka yang lolos rapid test bukan berarti mereka tidak membawa virus. Karena bisa saja itu adalah negatif palsu atau non-reaktif palsu,” tambahnya.

Baca Juga:  BTG-16 Dinyatakan Sembuh dari Covid-19, Dua Pasien Masih Dirawat

Bisa saja mereka yang dinyatakan tidak reaktif atau negatif rapid test, karena yang bersangkutan memiliki daya tahan tubuh kuat. Sehingga, bisa menekan gejala virus corona, padahal sesungguhnya penumpang itu membawa virus (carrier). (kpg)

Berita ini telah terbit di SELASAR.co dengan judul, Soal Pembukaan Bandara, Dinkes Kaltim: Kebijakan yang Membingungkan
Source: Selasar
Tags: bandaracoronadinkes kaltimmenhub
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Lawan Covid-19, FKPM Loktuan Bagi 1.500 Masker Gratis

Next Post

Menlu: ABK WNI di Kapal Tiongkok Belum Terima Gaji, Kerja 18 Jam

Related Posts

Kedatangan 153 WN Tiongkok, Irwan: Pemerintah Tak Konsisten
Kaltim

Anggota DPR RI Berharap Alih Fungsi Bandara Milik KPC

26 Desember 2021, 19:19
Pilkada Serentak, APD Dibolehkan Jadi Alat Kampanye
Nasional

Epidemiolog UI Sebut Cara Pakai Masker Pemimpin yang Tidak Benar

30 Agustus 2020, 14:30
Kasus Positif Kembali Bertambah, BTG-12 Terpapar Covid-19 Usai dari Sulawesi Barat
Bontang

Bontang Tambah Satu Kasus Non-Klaster Covid-19

28 Agustus 2020, 20:17
Antigen Kandidat Vaksin Covid-19 Indonesia Selesai Oktober
Nasional

Pemerintah Wacanakan 2 Tipe Vaksin Covid, Berbayar dan Gratis

28 Agustus 2020, 18:00
Tak Perlu Masker Bedah atau N95, Warga Cukup Pakai Masker Kain
Bontang

Perwali Protokol Kesehatan Terbit, Mulai Teguran sampai Penahanan

28 Agustus 2020, 14:00
Bontang Transmisi Lokal, Anjungan Ujung Bontang Kuala Tidak Ditutup
Bontang

Bontang Transmisi Lokal, Anjungan Ujung Bontang Kuala Tidak Ditutup

28 Agustus 2020, 12:14

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.