• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Internasional

ABK WNI Diduga Diperbudak di Kapal Ikan Tiongkok

by Redaksi Bontang Post
7 Mei 2020, 10:30
in Internasional
Reading Time: 2 mins read
0
Salah satu ABK WNI yang diduga menjadi korban perbudakan di kapal ikan Tiongkok (MBC News)

Salah satu ABK WNI yang diduga menjadi korban perbudakan di kapal ikan Tiongkok (MBC News)

Share on FacebookShare on Twitter

Kabar tidak menyenangkan datang dari Korea Selatan. Beberapa warga negara Indonesia dilaporkan menjadi korban perbudakan di dalam kapal ikan milik Tiongkok yang melaut di Negeri Ginseng.

Kabar ini datang dari stasiun televisi Korea Selatan MBC News. Dalam tayang berita berdurasi 4 menit tersebut, beberapa anak buah kapal (ABK) WNI yang menjadi korban perbudakan tersebut membeberkan pengalaman pahit yang mereka alami.

Dengan wajah yang diburamkan, beberapa ABK Tanah Air yang bersedia memberikan kesaksian mengatakan bahwa mereka dipaksa bekerja setidaknya 18 jam sehari. Dalam kurun waktu itu, mereka bahkan tidak diizinkan duduk. Salah satu dari mereka malah mengatakan pernah bekerja selama 30 jam tanpa duduk sama sekali.

Mereka hanya bisa melepas lelah setiap 6 jam kala waktu makan. “Jam makan ini yang dimanfaatkan oleh kami untuk duduk,” ujar seorang ABK WNI yang identitas serta wajahnya disamarkan.

Baca Juga:  Miras Ilegal Asal Tiongkok Disita

Tak cuma soal bekerja, panganan mereka di dalam kapal pun dibedakan. Para ABK WNI, menurut penuturan salah satu korban, diberi minuman air laut yang sudah difilter. Sementara, air mineral yang sesungguhnya diminum oleh para ABK Tiongkok.

“Nggak bisa minum air itu sama sekali. (Setelah minum) Rasanya ada dahak di leher,” ujar seorang saksi lainnya.

Laporan MBC News lebih lanjut menyampaikan bahwa sudah ada beberapa ABK WNI yang meninggal di kapal tersebut. Jenazah mereka pun dibuang begitu saja di laut setelah dimasukkan ke dalam peti.

Padahal, dalam surat perjanjian kerja yang juga ditampilkan oleh MBC News, tertulis jelas bahwa jika ada ABK WNI yang meninggal, maka jenazahnya akan dikremasi dan abunya akan dipulangkan ke keluarga masing-masing di Indonesia.

Baca Juga:  Janji Tiongkok Tutup Kamp Uighur Diragukan

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=3QIEmJ1mCZY[/embedyt]

Gaji Tidak Manusiawi

Kemalangan para ABK WNI di kapal ikan Tiongkok tersebut tidak sampai di situ. Dari laporan MBC News, disebutkan juga bahwa mereka yang sudah bekerja selama 13 bulan di kapal itu hanya mendapat bayaran 140 ribu won, atau setara Rp 1,7 juta.

Artinya, dalam sebulan mereka hanya mendapat upah Rp 133 ribu.

Nasib para ABK WNI yang malang ini akhirnya menemukan titik terang setelah mereka berhasil pindah ke kapal lain yang kemudian bersandar di Busan pada 14 April lalu. Saat sedang menunggu masa penantian untuk bisa pulang ke Tanah Air, salah satu ABK WNI mengeluh mengalami sakit di dada, sebelum akhirnya meninggal pada 27 Maret.

Berangkat dari situ, kelompok Hak Azasi Manusia (HAM) yang mendengar kabar itu kemudian melaporkan kejadian ini kepada polisi laut Korea Selatan untuk melakukan investigasi lebih lanjut. Sayang, dua hari setelah kejadian itu, kapal ikan Tiongkok tersebut keburu pergi dari Busan sehingga polisi tidak bisa melanjutkan investigasi di sana.

Baca Juga:  Kemenkes Pastikan Semua WNI di Lokasi Karantina Natuna Masih Sehat

Untungnya, beberapa ABK WNI yang bertahan hidup masih berada di Busan. Mereka pun lalu menceritakan semua kengerian yang mereka alami di dalam kapal tersebut.

Belakangan, baru diketahui bahwa kapal ikan Tiongkok tersebut juga melakukan illegal fishing. Kapal tersebut seharunya hanya menangkap ikan tuna. Namun kenyataannya, mereka juga menangkap ikan hiu untuk mengambil siripnya.

YouTuber Korea Selatan yang fasih berbahasa Indonesia, Jang Hansol ikut menyebarluaskan informasi tersebut melalui akun YouTube Korea Reomit miliknya. Lewat video yang ia unggah, Hansol ikut menerjemahkan berita yang disiarkan MBC News tersebut.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=YALDZmX-W0I[/embedyt]

(jpc)

Source: Jawa Pos
Tags: abk wniperbudakantiongkok
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Berjibaku Saat Puasa, Dua Hektar Lahan Terbakar Berusaha Dijinakkan

Next Post

Pemandangan Tak Biasa saat Ramadan di Lokasi Wisata Bontang Kuala

Related Posts

Tiongkok Tawarkan Proyek Infrastruktur di Ibu Kota Baru
Nasional

Tiongkok Tawarkan Proyek Infrastruktur di Ibu Kota Baru

20 Mei 2020, 16:30
Menlu: ABK WNI di Kapal Tiongkok Belum Terima Gaji, Kerja 18 Jam
Internasional

Menlu: ABK WNI di Kapal Tiongkok Belum Terima Gaji, Kerja 18 Jam

11 Mei 2020, 11:30
Rupiah Sementara Terkuat di Asia
Ragam

Ekonomi Tiongkok Mulai Pulih dari Korona, Rupiah Terima Sentimen Positifnya

31 Maret 2020, 19:30
Akhirnya Tiongkok Cabut Status Lockdown Hubei
Internasional

Akhirnya Tiongkok Cabut Status Lockdown Hubei

26 Maret 2020, 12:30
Tingkat Polusi Udara di Tiongkok Menurun Saat Virus Korona Mewabah
Internasional

Tingkat Polusi Udara di Tiongkok Menurun Saat Virus Korona Mewabah

6 Maret 2020, 12:00
Kfc China Contactless Delivery System 640x377
Internasional

Bertahan dari Korona, Masyarakat Andalkan Petugas Delivery Makanan

17 Februari 2020, 12:00

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.