• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Internasional

81 Orang Meninggal, 43 Ribu Diperkirakan Tertular Virus Korona

by M Zulfikar Akbar
28 Januari 2020, 15:30
in Internasional
Reading Time: 2 mins read
0
Le Keqiang berkunjung ke Wuhan. Dia ditunjuk sebagai ketua satgas khusus penanganan 2019-nCov. (prokal)

Le Keqiang berkunjung ke Wuhan. Dia ditunjuk sebagai ketua satgas khusus penanganan 2019-nCov. (prokal)

Share on FacebookShare on Twitter

KETAKUTAN pada penularan virus 2019-novel Coronavirus (2019-nCov) melanda berbagai negara. Kemarin (27/1/2020) pemerintah Malaysia melarang kunjungan turis dari Wuhan dan kota-kota lain di sekitarnya. Malaysia tidak akan mengeluarkan visa lebih dulu untuk penduduk dari wilayah tersebut. Sejauh ini sudah ada 4 orang yang positif tertular di Malaysia.

Pemerintah Jerman juga mendesak penduduknya agar tidak pergi ke Tiongkok lebih dulu. Mereka berencana mengevakuasi penduduk Jerman yang berada di Wuhan. Tindakan serupa sudah dilakukan oleh AS dan Prancis. Saat ini masih ada 4.096 turis yang terjebak di Wuhan.

Hingga Senin (27/1/2020), pencegahan penularan virus yang berasal dari Wuhan, Provinsi Hubei itu masih belum menunjukkan tanda-tanda keberhasilan. Sebaliknya, penularan virus yang disinyalir berasal dari binatang liar itu kian meluas. Sebanyak 81 orang telah kehilangan nyawa akibat 2019-nCov. Selain itu, 2.821 orang positif tertular di Tiongkok saja. Tidak termasuk wilayah otonomi khusus Hongkong dan Macau. Total di seluruh dunia mencapai 2.882 kasus.

Baca Juga:  Demi Kemaslahatan Warga Samarinda, Wakil Wali Kota Tunda Resepsi Pernikahan Anaknya

Versi para peneliti, jumlah itu hanyalah ujung gunung es. Akademisi di University of Hong Kong (HKU) memperkirakan, hingga Sabtu (25/1/2020) sudah ada 43.590 orang yang tertular virus tersebut di Wuhan saja. Itu termasuk orang-orang yang penularannya masih dalam tahap inkubasi alias tidak menunjukkan tanda-tanda. Mereka yang sudah menampakkan tanda tertular mencapai 25.630 orang.

”Jumlah itu akan naik dua kali lipat sekitar 6 hari ke depan,” ujar Dekan Fakultas Kedokteran HKU Gabriel Leung seperti dikutip South China Morning Post. Dia menggunakan penghitungan matematis berdasarkan kasus-kasus di seluruh dunia.

Leung mengungkapkan, penularan dari manusia ke manusia sudah terjadi di kota-kota besar di Tiongkok. Karena itu, dia meminta agar semua orang bersiap karena ini akan menjadi wabah global. Mereka memperkirakan bahwa infeksi di lima kota besar di Tiongkok akan mencapai puncaknya pada akhir April atau awal Mei. Lima kota tersebut yaitu Beijing, Shanghai, Guangzhou, Shenzhen, dan Chongqing.

Baca Juga:  Jangan Mudik Dulu, Nyawa Lebih Penting daripada Tradisi

Perkiraan para akademisi HKU bisa jadi benar. Sebab, Wali Kota Wuhan Zhou Xianwang mengungkap bahwa sekitar 5 juta orang telah meninggalkan kota sebelum isolasi diberlakukan. Bisa jadi mereka dalam tahap inkubasi.

Direktur Komisi Kesehatan Tiongkok Ma Xiaowei menjelaskan bahwa periode inkubasi mencapai 10-14 hari. Pada tahap ini, seseorang sudah bisa menularkan virus ke orang lain meski dia tidak menunjukkan tanda-tanda sakit.

Untuk menekan penularan, pemerintah Tiongkok memperpanjang libur nasional tahun baru Imlek hingga Minggu (2/2/2020). Shanghai bahkan meminta agar segala bisnis ditutup lebih dulu hingga 10 Februari. Larangan itu berlaku untuk semua perusahaan kecuali perusahaan medis, pemasok obat-obatan, dan supermarket.

Senin (27/1/2020) Perdana Menteri (PM) Tiongkok Le Keqiang berkunjung ke Wuhan. Dia ditunjuk sebagai ketua satgas khusus penanganan 2019-nCov. Di saat bersamaan, Dirjen Badan Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus berada di Beijing untuk membahas masalah virus tersebut dengan para pakar kesehatan dan pemerintah Tiongkok. Sampai kemarin, WHO belum mengeluarkan status darurat global.

Baca Juga:  Stok Langka, Warga Nekat Curi Hand Sanitizer di Rumah Sakit

Virus mematikan itu sejatinya sudah muncul sejak akhir November. Namun pemerintah Tiongkok baru memberitahu WHO pada akhir Desember. Itu mengingatkan akan penularan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang awal penyebarannya sempat ditutupi oleh pemerintah Tiongkok.

Sementara itu, penduduk Wuhan yang diisolasi mulai resah. Dalam video yang beredar di kanal YouTube, salah satu penduduk mengungkapkan bahwa stasiun pengisian bahan bakar tutup. Jalanan sepi, tidak ada kendaraan umum yang beroperasi. Orang-orang yang sakit kesulitan pergi ke rumah sakit. Saluran panggilan darurat juga selalu sibuk. Kalau toh mereka di rumah sakit, para pasien dibiarkan begitu saja karena kurangnya tenaga medis. (sha/oni/kpg)

Print Friendly, PDF & Email
Source: Prokal
Tags: coronavirustiongkokvirus koronawuhan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Resahkan Warga, 10 Motor Balap Diamankan

Next Post

Pemerintah Tak Larang Warga Tiongkok ke Indonesia

Related Posts

Tiongkok Tawarkan Proyek Infrastruktur di Ibu Kota Baru
Nasional

Tiongkok Tawarkan Proyek Infrastruktur di Ibu Kota Baru

20 Mei 2020, 16:30
Menlu: ABK WNI di Kapal Tiongkok Belum Terima Gaji, Kerja 18 Jam
Internasional

Menlu: ABK WNI di Kapal Tiongkok Belum Terima Gaji, Kerja 18 Jam

11 Mei 2020, 11:30
ABK WNI Diduga Diperbudak di Kapal Ikan Tiongkok
Internasional

ABK WNI Diduga Diperbudak di Kapal Ikan Tiongkok

7 Mei 2020, 10:30
Dinkes Bontang Bantah Dua Rumah Sakit Tutup, Masa Isolasi Diperpanjang
Bontang

Hasil Rapid Test, 55 Pegawai RSIB Negatif Corona

26 April 2020, 19:36
RSUD Tetap Layani Pasien Gawat Darurat, Buka IGD Sementara
Bontang

Breaking News!!! Satu Pasien Lagi Positif Covid-19

25 April 2020, 17:57
PDP Meninggal Pasca Dirujuk dari RSIB, Ini Penjelasan Manajemen
Bontang

Ini Kronologi Meninggalnya PDP Usia 8 Tahun di Bontang

24 April 2020, 20:25

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.753 Warga Bontang Tak Lagi Ditanggung BPJS Gratis dari Pusat, Ini Solusi Pemkot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dishub Bontang Siapkan Penataan Parkir Kafe di Tanjung Laut Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.