• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Meski Mahal, Warga Kaltim Suka Konsumsi Pertamax Turbo

by M Zulfikar Akbar
16 Februari 2019, 17:00
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
EKSPANSI: Warga Balikpapan langsung menjajal Pertamax Turbo yang mulai tersedia di SPBU Jalan MT Haryono. Dengan BBM jenis ini, sistem pembakaran mesin dipastikan lebih maksimal dan ramah lingkungan.FUAD MUHAMMAD/KALTIM POST

EKSPANSI: Warga Balikpapan langsung menjajal Pertamax Turbo yang mulai tersedia di SPBU Jalan MT Haryono. Dengan BBM jenis ini, sistem pembakaran mesin dipastikan lebih maksimal dan ramah lingkungan.FUAD MUHAMMAD/KALTIM POST

Share on FacebookShare on Twitter

BALIKPAPAN- Meski terbilang paling mahal di kelasnya, nyatanya konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax Turbo di Kalimantan terus naik. Kaltim tercatat memiliki konsumsi paling tinggi. Pertamina Marketing Operation Region VI di Kaltim, mencatat per Januari 2019 penyaluran BBM dengan RON 98 ini di Balikpapan sebesar 64 kiloliter (kl) dan Samarinda 48 kl.

Junior Officer of Communication & Relations Pertamina Kalimantan Aries Buana mengatakan, Pertamax Turbo mulai dipasarkan di Kaltim sejak November lalu. Memang penjualan belum dilakukan secara masif. Masih di beberapa SPBU tertentu atau utamanya di daerah maju. Tapi, konsumsinya terus menanjak.

“Sebenarnya di Kalimantan pertama kali Pertamax Turbo diluncurkan di Kalbar pertengahan tahun lalu. Setelah itu, pada November baru serempak di seluruh provinsi lainnya yang ada di Kalimantan,” tuturnya Jumat (15/2).

Baca Juga:  Soal Pemindahan Ibukota, Presiden Jokowi Tinjau Bukit Soeharto

Dia membeberkan, dikenalkan sejak November, peningkatan konsumsi baru terjadi pada Januari lalu. Konsumsi November di Balikpapan sebesar 48 kl, Desember stagnan, dan Januari 64 kl. Samarinda juga demikian, posisi 16 kl di Desember, Januari mencapai 48 kl. Kalau di jumlah Kaltim konsumsinya per Januari 112 kl.

Sementara itu, provinsi lain menunjukkan konsumsi cukup bagus. Kalimantan Barat, Pontianak konsumsinya mencapai 72 kl. Kalimantan Tengah yakni Palangkaraya 30 kl. Di Banjar Baru konsumsinya 32 kl dan Banjarmasin 16 kl. Berdasarkan kota, Pontianak paling tinggi karena lebih dulu. Namun kalau per provinsi Kaltim paling tinggi.

Adapun harga Pertamax Turbo untuk wilayah Kalimantan sekarang Rp 11.400. Tarif BBM itu sudah turun dari harga Rp 12.200. Ia menjelaskan, untuk promo khusus Pertamax Turbo belum ada. Hanya promo undian penggunaan BBM nonsubisidi. Artinya, kesadaran masyarakat untuk pemilihan BBM lebih baik bagi kendaraan sudah mulai tumbuh.

Baca Juga:  Kontraktor asal Bontang Diduga Terjaring OTT KPK

Ketua Asosiasi Mekanik dan Bengkel Indonesia Kalimantan Timur Lukman Hakim mengatakan, Pertamax Turbo ini hanya untuk kendaraan masa kini. Dilihat dari nilai oktan Pertamax Turbo, yaitu 98, maka bahan bakar ini hanya cocok untuk kendaraan dengan rasio kompresi dan suhu tinggi. “Cocok untuk kendaraan yang sudah memakai sistem injeksi,” bebernya.

Kehadiran Pertamax Turbo akan menjawab kebutuhan bahan bakar “bergizi” untuk kendaraan dengan sistem direct injection dan turbocharger/supercharger. “Saya sendiri tidak merekomendasikan kepada kendaraan yang masih memakai sistem karbu. Lebih baik menggunakan Pertamax atau Pertalite saja,” tuturnya.

BBM RON 98 ini membuat pembakaran lebih sempurna dan hemat bagi kendaraan memiliki kompresi besar. Kalau motor di bawah 125 cc kurang rekomendasi. Motor dengan mesin 125 cc ke bawah memiliki kompresi mesin 10:1 atau bahkan kurang dari itu. Ketika pilih BBM dengan spesifikasi lebih tinggi dari standar, maka akan ada energi yang tidak terbakar sempurna. Sehingga efisiensi pemakaian bahan bakarnya lebih boros, kemudian akan ada flek atau istilahnya mesin ngelitik akibat mesin mengalami pembakaran lebih dari yang dibutuhkan.

Baca Juga:  SKK Migas Roadshow ke Pemerintah Kutim, Pertamina Berkomitmen Membangun Kutim

Oleh karena itu, untuk motor bermesin kecil baik matik atau bebek, sudah cukup pakai Pertalite. “Gak perlu sok keren-kerenan pakai Pertamax Turbo. Pilih yang sesuai karakteristik mesinnya saja,” katanya. Kalau mobil, sambung dia, untuk kendaraan roda empat yang sudah berstandar Euro IV. (aji/ndu/k15/kpg)

Tags: kaltimpertamax turbopertamina
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

19 Hari Minum Air Laut, Nelayan Filipina Ditemukan Terdampar di Perairan Indonesia

Next Post

Cerdaskan Masyarakat lewat Transaksi Nontunai

Related Posts

Jaga Pasokan Listrik dan BBM, APBN Kucurkan Rp 331,4 Triliun ke PLN-Pertamina
Nasional

Jaga Pasokan Listrik dan BBM, APBN Kucurkan Rp 331,4 Triliun ke PLN-Pertamina

19 September 2026, 14:00
Pertamina Didesak Buka Penyebab Hujan Abu di Balikpapan, Warga Mengaku Sesak Napas
Kaltim

Pertamina Didesak Buka Penyebab Hujan Abu di Balikpapan, Warga Mengaku Sesak Napas

26 Juni 2026, 21:24
Kemnaker Rilis Biaya Hidup Layak di 38 Provinsi, Kaltim Rp5,7 Juta
Kaltim

Kemnaker Rilis Biaya Hidup Layak di 38 Provinsi, Kaltim Rp5,7 Juta

24 Desember 2025, 12:08
Kaltim Masuk 10 Besar Provinsi Paling Korup, Nilai Suap Capai Rp16,36 Miliar
Kaltim

Kaltim Masuk 10 Besar Provinsi Paling Korup, Nilai Suap Capai Rp16,36 Miliar

11 Oktober 2025, 08:00
Ahok Sebut Proyek Kilang Balikpapan “Ngaco Banget”, Ada Dosa Lama yang Harus Dibongkar
Kaltim

Ahok Sebut Proyek Kilang Balikpapan “Ngaco Banget”, Ada Dosa Lama yang Harus Dibongkar

3 Maret 2025, 17:00
Pertamina Diminta Terbuka terkait Berulangnya Kebakaran di Instalasi Kilang Balikpapan
Kaltim

Pertamina Diminta Terbuka terkait Berulangnya Kebakaran di Instalasi Kilang Balikpapan

28 Mei 2024, 14:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.