• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Mini APBN Made in Khan

by M Zulfikar Akbar
15 Januari 2019, 09:14
in Dahlan Iskan
Reading Time: 3 mins read
0
Dahlan Iskan

Dahlan Iskan

Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah baru ini sangat berani: memperkenalkan ‘Mini APBN’.
Tentu ‘istilah APBN Mini’ jadi isu miring. Yang dimanfaatkan oposisi. Habis-habiskan.
Tapi perdana menteri yang olahragawan ini cuek.
‘APBN Mini’ adalah rencana anggaran negara yang hanya  berlaku 4 bulan. Berarti dalam setahun ini akan ada pembahasan RAPBN tiga kali. Tiap 4 bulan.

Imran Khan, kapten tim kriket juara dunia, sangat percaya diri. Mentalnya mental juara. Memang baru di zaman Khanlah Pakistan juara dunia. Untuk pertama kali. Dan tidak pernah lagi.
Saat terpilih jadi perdana menteri Khan memang mewarisi ekonomi yang parah. Dari perdana menteri sebelumnya: Nawaz Sharif. Yang disebut belakangan itu juga mewarisi ekonomi yang lebih parah dari pendahulunya lagi. Begitu terus di Pakistan. Berpuluh tahun. Berhasil menjadi negara Islam yang sangat demokratis. Tapi gagal ekonominya. Berantakan.

Khan mencoba cari terobosan. Ia relatif tidak terlibat dua dinasti politik yang saling menjatuhkan: kelompok Bhutto dan kelompok Sharif.
Waktu kampanye Khan menunjukkan sangat anti dua-duanya. Termasuk anti proyek Tiongkok. Yang identik dengan pemerintahan Sharif.
Ia membawa motto ‘Pakistan Baru’.
Tapi begitu terpilih Khan sangat rasional. Tidak mau ditekan partai. Termasuk tidak mau mewujudkan anti proyek Tiongkoknya.

Baca Juga:  Lebih Menyiksa dari Sakit Jantung

Pakistan diramalkan hanya akan bisa hidup enam bulan. Hutang jatuh temponya sangat besar. Cadangan devisanya hanya cukup untuk impor satu bulan.
Untuk bisa hidup perlu suntikan dana USD 12 miliar. Cito.
Apa boleh buat.

Khan segera mengontak IMF. Meski ia tahu rakyatnya sudah antipati. Lembaga itu dianggap penyengsara rakyat. Yang hanya akan minta tarif-tarif naik. Subsidi dicabut. Perusahaan negara diswastakan.
Tapi Pakistan perlu dana mendadak. Perlu juga sinyal yang baik.

Dengan mengontak IMF Khan tidak terasa anti Barat. Sikap anti Barat hanya akan menambah musuh.
Tapi ia juga tahu: prosedur minta tolong IMF sangat berbelit. Bisa-bisa Pakistan keburu pingsan.
Ia pun mengontak raja Arab Saudi. Sahabat lama Pakistan. Termasuk pelindung utama lawannya: Nawaz Sharif.
Tapi Khan rasional. Hanya Arab yang punya uang banyak. Dan kalau kalau bisa mengambil hatinya bisa memberikan apa saja.

Berhasil. Sang Raja  menjanjikan bantuan USD 6 miliar.
Lega.
Tapi belum cukup.
Dan baru janji.
Khan segera melupakan ucapannya saat kampanye. Ia pun bergegas ke Beijing. Tiongkok lah yang punya uang banyak. Yang prosedurnya tidak sulit. Tidak seperti negara Arab. Yang dalam hal uang tidak punya agama. Pun perhitungannya mirip Yahudi.

Baca Juga:  Ditutup dengan Bir Istri Semobil

Beijing menyambut Khan dengan hangat. Ucapan penyambutannya pun menyenangkan Khan: Tiongkok bisa jadi teman di segala cuaca.
Beres.
Gabungan Saudi-Beijing telah cukup.
Tidak usah buru-buru menyerah ke IMF – – meski tidak juga pernyataan tidak butuh lagi.
Gabungan Arab-Tiongkok juga kombinasi cerdas. Seperti apa cerdasnya? Ikuti disway besok. Semoga tidak ada yang mendadak penting.

Beijing sendiri senangnya bukan main. Yang semula sudah khawatir. Pemerintah baru dikira langsung berang: membatalkan proyek-proyek One Belt One Road. Yang komitmen ya dibuat di masa Nawaz Sharif. Yang proyeknya mencapai USD 60 miliar. Hanya untuk satu negara Pakistan.
Nilainya sama dengan proyek serupa. Yang diciptakan belakangan oleh Amerika. Untuk program serupa di seluruh dunia. Tak ayal kalau proyek itu menimbulkan heboh juga. Di dalam negeri sendiri. Dan di seluruh dunia.
Yang bahkan beberapa pekerja Tiongkok sampai mati dibunuh. Yang konsulat Tiongkok sampai diserbu.

Baca Juga:  Kapal Api

Khan tidak mau ditekan seperti itu. Ia lakukan penyelidikan total. Minggu lalu terungkap: penyerbuan ke konsulat itu dirancang di Afganistan. Didalangi oleh team intelijen India. Pelakunya gerakan separatil Baluchistan. Yang ingin merdeka dari Pakistan.
India menolak tuduhan itu. Tapi sudah biasa. Atau masih biasa. Kedua negara itu bermusuhan. Sejak pemisahan India-Pakistan. Menjadi negara Hindu dan Islam. Di tahun 1965.

India memang negara yang paling menolak One Belt One Road. Istilah ‘Jebakan Tiongkok’ pertama kali diciptakan oleh India. Dikampanyekan ke seluruh dunia. Didukung Amerika.
Khan cuek. Ia tidak mau terjebak perang dingin geopolitik itu. Ia menciptakan geopolitik sendiri: mengkombinasikan China-Arab.

Khan lagi cari jalan sendiri. Untuk menyelamatkan Pakistan.
Termasuk mengambil jalan sangat beresiko: mengajukan ‘APBN Mini’ ke DPR.
Apa pun langkah itu kreatif. Kreatif kepepet. Kepepet kreatif. Untuk bisa selamat dari kebangkrutan. Sambil memberikan harapan.

Manufacturing hope.
Dalam posisi kepepet masih bisa merancang kemajuan.
Tidak terjebak hanya sebagai pemadam kebakaran. (Dahlan Iskan)

Tags: dahlan iskandis way
Share2TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kasus Pembunuhan Bayi yang Dibekap Ibu Kandung, Oknum Polisi Bisa Tersangka

Next Post

2025, Tak Ada Lagi Sampah ke TPA

Related Posts

Menang Nirkuasa
Dahlan Iskan

Menang Nirkuasa

10 Mei 2019, 06:17
Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Dokter Cerai

9 Mei 2019, 06:00
Kursi Roda
Dahlan Iskan

Kursi Roda

7 Mei 2019, 06:43
37 Derajat
Dahlan Iskan

37 Derajat

6 Mei 2019, 05:57
Orang Suci
Dahlan Iskan

Orang Suci

5 Mei 2019, 12:01
Jantung Bocor
Dahlan Iskan

Jantung Bocor

4 Mei 2019, 13:05

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.