bontangpost.id – Puncak arus mudik Lebaran di Bontang dipastikan meningkat dari tahun sebelumnya. Khususnya jalur laut. Oleh sebab itu, Dinas Perhubungan Bontang mulai menyiapkan sejumlah skema.
Terpantau, arus mudik Lebaran menggunakan kapal KM Egon mulai terlihat padat pada, Jumat (31/3/2023) sekira pukul 13.00 siang di Pelabuhan Loktuan. Dengan tujuan Pare-Pare – Batu Licin – Surabaya – Lempar – Waingapu.
Kasi Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang Welly Zakius mengatakan mudik menggunakan kapal alias jalur laut paling banyak diminati masyarakat Bontang. Selain lokasi pelabuhannya yang mudah diakses harga tiketnya jauh lebih terjangkau.
“Secara nasional pun tahun ini jumlah pemudik diprediksi meningkat juga. Karena peralihan dari masa pandemi, toh peraturannya tidak seketat dulu,” akunya saat dikonfirmasi.
Melihat tingginya minat masyarakat untuk mudik tahun ini, kata Welly pihaknya bakal melakukan beberapa skema yakni pendirian posko pengamanan serta menambah kuota tiket kapal sebesar 30 persen dari kuota normal.
“Karena tahun ini tidak ada penambahan kapal. Makanya kami ingin mengajukan penambahan tiket ke Pelni. Untuk mengantisipasi membeludaknya penumpang. Itu nanti ranahnya Pelni. Jadi mereka nanti yang akan koordinasi dengan pemerintah pusat,” bebernya.
Menanggapi hal itu, Kepala PT Pelni Cabang Samarinda Syarif Hidayat mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan kuota tiket tambahan di setiap keberangkatan kapal dengan dirjen perhubungan laut Indonesia. Namun, sampai saat ini pihaknya belum menerima keputusan resmi.
“Pengajuan tiket tambahan terjadi rata se-Indonesia. Dan sampai sekarang kami belum menerima berapa kuota tiket tambahan yang akan diterima Bontang,” sambungnya.
Kendati demikian, ia optimis 30 persen kuota tiket tambahan yang ia ajukan akan disetujui oleh Dirjen Perhubungan Laut Indonesia. Dengan begitu kuota tiket kapal KM Binaiya yang semula memiliki kapasitas 970 penumpang menjadi 1.600 penumpang.
Sementara untuk KM Egon
yang semula memiliki kapasitas 405 penumpang menjadi 600 tiket penumpang.
“Insyaallah, pasti disetujui lah,” singkatnya.
Sebagai informasi, untuk keberangkatan KM Binaiya pada 8 April baru terjual 50 lembar tiket. Dari kapasitas kapal mencapai 970 penumpang. Sementara keberangkatan KM Binaiya selanjutnya pada 12 April. Kapal ini memiliki rute Bontang-Awerange-Labuan Bajo-Bima-Tanjung Benoa.
Faktor penyebab tiket KM Binaiya masih banyak sisa lantaran kapal baru saja menyelesaikan masa perawatan. Informasi pengoperasional pun baru disebar pekan lalu. Sehingga masyarakat memang sebelumnya terpusat di keberangkatan KM Egon.
“Kalau Egon keberangkatan terakhir pada 15 April itu tiketnya sudah habis. Kalau di acc pusat insyaallah ada tiket tambahan lagi,” tutupnya. (*)







