SAMARINDA – Rencana pelaksanaan musyawarah luar biasa daerah (Musdalub) DPD Partai Golkar Kaltim dijadwalkan akan dihelat di tengah hiruk pikuk penyelenggaraan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018. Kepastian itu menyusul keputusan hasil rapat pleno yang diselenggarakan di Balikpapan, Selasa (6/3) kemarin. Pada rapat itu diputuskan musdalub Beringin Kaltim akan dilaksanakan April mendatang.
Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan, DPP Golkar, Hetifah Sjaifudian mengatakan, dari hasil rapat pleno kemarin telah ditunjuk ketua panitia, steering committee (SC), dan organizing committee (OC) musdalub. Semua persiapan kegiatan tersebut akan dipimpin oleh Wakil Koordinator Bidang (Korbid) Pemenangan Pemilu Wilayah Jawa dan Kalimantan, Muchtarudin yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Kaltim.
“Yang ditunjuk sebagai Ketua SC, pak Hatta Zainal. Sedangkan Ketua OC, pak Sahril Basran. Sesuai usulan kader dan pengurus partai, musdalub dilaksanakan April mendatang. Cuman tanggalnya, belum diputuskan,” ungkap Hetifah saat dihubungi media ini, kemarin.
Dia menuturkan, tanggal pelaksanaan kegiatan musdalub menyesuaikan dengan kesiapan Ketua Umum DPP Golkar, Airlangga Hartarto. Pasalnya, kegiatan tersebut akan dihadiri langsung pria yang juga menjabat sebagai Menteri Perindustrian ini.
“Rencananya, pelaksananaan musdalub akan dipimpin oleh pak Airlangga. Teman-teman panitia akan segera melakukan komunikasi untuk memastikan kesiapan pak Airlangga,” kata wanita yang duduk di Komisi I DPR RI tersebut.
Ketua Umum Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) ini mengungkapkan, pelaksanaan kegiatan rapat pleno kemarin juga membahas berbagai pertimbangan, terutama keuntungan dan kerugian jika pelaksanaan musdalub dihelat sebelum atau pasca Pilgub Kaltim.
Sebagian peserta rapat pleno memberikan pertimbangan, jika musdalub dilaksanakan sesudah masa pilgub, dikhawatirkan mempengaruhi pemilihan legislatif (pileg). Terutama dalam proses perekrutan mereka yang menjadi calon anggota legislatif. Baik di tingkat kabupaten/kota, ataupun provinsi.
“Kalau dilaksanakan sebelum pilgub, ada juga kekhawatiran sebagaian kader, akan menghambat persiapan pemenangan pak Andi Sofyan Hasdam dan pak Rizal Effendi sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur. Takutnya memecah konsentrasi kader dan pengurus partai, karena harus mempersiapkan musdalub dan kampanye pilgub,” tutur wanita yang karib dengan kacamata ini.
Namun demikian, Hetifah menyebut, jika musdalub diselenggarakan sebelum masa pencoblosan pilgub, maka akan memudahkan menggerakan mesin partai untuk memenangkan pilgub dan pileg. “Kalau cepat dapat ketua definitif, maka mudah menggerakan mesin partai,” tegasnya. (*/um/drh)







