BONTANG – Di musim liburan akhir tahun ini, lonjakan penumpang di Pelabuhan Loktuan tidak begitu signifikan. Justru lonjakan terjadi sepekan sebelum Natal, tepatnya saat KM Binaiya tiba di Bontang Selasa (18/12) dini hari lalu. Pada keberangkatan saat itu, tercatat jumlah penumpang mencapai 1.416 orang. Jumlah tersebut naik hampir tiga kali lipat dari keberangkatan sebelumnya yang berjumlah 571 penumpang pada Sabtu (15/12) lalu.
Dari penuturan Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang, keberangkatan kapal terakhir sebelum Natal yaitu KM Egon yang berangkat pada Minggu (23/12) lalu dengan memuat penumpang sebanyak 734 orang. Tasroni, Kabid Perhubungan Laut Dishub Bontang mengatakan, dibandingkan keberangkatan sebelumnya, memang terjadi penurunan. Namun jika dibandingkan dua keberangkatan sebelumnya, terjadi kenaikan meski tidak signifikan. Kenaikannya hanya berkisar 163 orang.
“Kalau dibandingkan dengan momen Idulfitri lalu, memang jauh berbeda. Antusias masyarakat di momen natal ini yang menggunakan transportasi kapal cenderung menurun,” ujarnya saat diwawancara Bontang Post, Rabu (26/12) kemarin.
Dikatakan Tasroni, selama Desember ini ada 8 jadwal kedatangan dan keberangkatan di Pelabuhan Loktuan dari PT Pelni. Dari 8 jadwal keberangkatan tersebut, tersisa 2 keberangkatan lagi. Pertama Jumat (28/12) mendatang dengan tujuan Awerange, dan terakhir Senin (31/12) dengan tujuan Awerange, Makassar, Labuan Bajo, Bima, dan Benoa.
“Namun informasi yang kami dapat ada tambahan kapal swasta yang datang, yaitu KM Queen Soya yang akan tiba di Bontang besok (hari ini, Red.) dengan tujuan Pare-Pare,” tuturnya.
Dengan adanya tambahan ini kata dia, tentu bisa menjadi alternatif masyarakat yang akan berangkat menggunakan transportasi laut. Dirinya memprediksi, arus balik mudik penumpang ini akan terjadi Januari mendatang. Namun untuk tanggal pastinya, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.
“Karena jadwal untuk Januari kami belum terima dari PT Pelni. Sehingga belum tahu kapan pastinya,” tuturnya.
Di momen Natal dan tahun baru ini, Dishub bersama stakeholder terkait pun juga telah meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi penumpang lewat pendirian posko terpadu yang ada di Pelabuhan Loktuan. Pengawasan dan pengamanan ini kata dia, telah dimulai sejak 18 Desember lalu dan akan berakhir 7 Januari 2019 mendatang.
KAPASITAS DITAMBAH 10 PERSEN
Pada libur Natal dan tahun baru saat ini, ada kebijakan dari Dirjen Perhubungan Laut untuk kapal motor (KM) untuk menambah kapasitas penumpang hingga 10 persen. Namun, karena jumlah penumpang masih normal khususnya di Pelabuhan Loktuan, kebijakan tersebut tak pernah digunakan.
“Ini berlaku saat hari-hari besar keagamaan saja, tujuannya tidak lain agar dapat menampung para penumpang yang membludak,” jelas Tasroni.
Tasroni memaparkan, sejatinya untuk lonjakan penumpang saat menjelang Natal, tahun baru hingga Idulfitri tidak pernah setinggi kota lain. “Tak pernah kebijakan itu digunakan selama ini, karena mungkin saat liburan banyak yang menggunakan pesawat saat ke luar kota,” katanya.
Dia menambahkan, untuk menambah kapasitas penumpang dari jumlah yang ditetapkan ketika terjadi lonjakan. Sebenarnya itu bukan kewenangan pihaknya. Melainkan kewenangan Dirjen Perhubungan Laut melalui kantor Unit Pelayanan Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas I Loktuan. Sedangkan untuk penambahan kapasitas penumpang, pihak kapal sebenarnya sudah memiliki standar keselamatan penumpang dengan menyediakan cadangan alat keselamatan 10 persen.
“Untuk menambah kapasitas penumpang harus juga melihat alat keselamatan karena memang itu yang utama. Namun semua itu yang menyediakan adalah pihak kapal,” tutupnya. (ver/bbg)







