• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Neni-Joni Tanya Urusan Konkuren Pilihan, Basri-Najirah Jawab Pengembangan Ekonomi Mikro

by Redaksi Bontang Post
21 November 2020, 14:33
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi UMKM

Ilustrasi UMKM

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Dalam debat publik kedua, Joni mempertanyakan konkuren yang menjadi prioritas Basri-Najirah jika APBD Bontang kembali merosot. Mengingat pandemi Covid-19 hingga kini masih berlangsung.

Dikatakan Basri Rase, saat ini realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Bontang masih sangat minim. Itu yang menjadi fokus dirinya ketika nantinya terpilih. Bagaimana mendongkrak PAD melalui ekonomi mikro berbasis kerakyatan.

Basri masih optimis bila APBD Bontang masih seperti saat ini. Namun pun, bila terjadi penurunan, dia mengaku tidak masalah. Dan sudah menyiapkan langkah antisipatif.

Adapun ekonomi mikro yang dimaksudkannya ialah mendukung pelaku UMKM di Bontang. Melalui suntikan dana stimulan Rp 50-250 juta per rukun tetangga (RT). Dana itu, kata Basri, bisa digunakan untuk membeli alat bantu usaha. Semisal mesin jahit atau mesin sepatu.

Baca Juga:  Masalah SDM; Basri Rase: Kami Utamakan Tenaga Lokal

Basri yakin Bontang bisa hidup dari pelaku UMKM, lantaran banyak kota lain di pulau Jawa sudah membuktikan. Dia mengambil contoh Lamongan, Jawa Timur. Tanpa industri makro, kota itu bisa eksis.

“Insha Allah dengan one village, one product kita bisa,” katanya.

Jawaban tersebut direspon Joni. Kata dia, ada yang keliru dari jawaban Basri. Joni menjabarkan, bila urusan konkuren adalah klasifikasi urusan pemerintahan sebagaimana diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2014. Klasifikasi urusan pemerintahan dibagi 3, yakni urusan pemerintahan absolut, pilihan, dan umum.

Urusan konkuren, lanjut Joni, masih dibagi dua, yakni pemerintahan wajib dan pilihan. Pemerintahan wajib harus dilakukan oleh seluruh daerah di Indonesia, sementara pilihan menyesuaikan potensi di masing-masing daerah. Kata Joni, bila dirinya dan Neni dipercaya memimpin Bontang, urusan konkuren pilihan yang dipilih ialah peningkatan kelautan dan perikanan.

Baca Juga:  INGAT!!! Paslon Wajib Ikut Debat Publik

Lantaran Bontang didominasi kawasan pesisir. Meningkatkan pariwisata untuk mendorong kunjungan pelancong. Menjaga arus perdagangan, dan Industri, karena dari sana banyak lapangan kerja tersedia.

“Itu saja saya bilang. Konkuren itu pilihan,” ujarnya.

Giliran Basri merespons. Kata dia, silahkan bila itu menjadi pilihan Neni-Joni. Tapi Basri-Najirah memilih fokus pada ekonomi mikro. Memberdayakan masyarakat secara menyeluruh. Karena dia berkeyakinan, Bontang bisa hidup bila UMKM-nya bergelora. Disamping pengembangan pariwisata. Dengan mengandalkan stimulan Rp 50-250 juta per RT.

“Silahkan kalau itu pilihan bapak. Tapi ini adalah pilihan kami,” tandasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Debat Publik
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kurun Dua Bulan, Dua ASN Disdamkartan Bontang Terjerat Narkoba

Next Post

Masalah KDRT Jadi Perhatian Paslon

Related Posts

Masalah KDRT Jadi Perhatian Paslon
Bontang

Masalah KDRT Jadi Perhatian Paslon

21 November 2020, 14:48
Neni Ingatkan Potensi Hukum, Basri Optimistis Berdayakan Penjahit Lokal
Bontang

Neni Ingatkan Potensi Hukum, Basri Optimistis Berdayakan Penjahit Lokal

20 November 2020, 15:44
Pdamm
Bontang

Ini Strategi Calon Wakil Wali Kota Benahi Layanan PDAM

20 November 2020, 14:43
Bontang

Basri Sebut Perda Tenaga Kerja Lokal Jangan Cuma Disimpan, Neni Klaim Turunkan Angka Pengangguran

19 November 2020, 17:22
Banjir Guntung Minim Disinggung, Warga Minta Turut Diperhatikan
Bontang

Basri Optimistis Tangani Banjir dalam Tiga Tahun, Joni Ingin Bangun Polder

19 November 2020, 11:05
Neni Minta Warga Tidak Bangun Rumah di Daerah Resapan
Bontang

Neni Minta Warga Tidak Bangun Rumah di Daerah Resapan

18 November 2020, 20:55

Terpopuler

  • Puluhan Warga Tagih Uang di Toko Emas Berebas Tengah Bontang, Dugaan Investasi Bodong Mencuat

    Puluhan Warga Tagih Uang di Toko Emas Berebas Tengah Bontang, Dugaan Investasi Bodong Mencuat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Bontang Gelar Mutasi Besok, Nama Pejabat Masih Dirahasiakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Bulan, Polisi Ringkus 24 Tersangka Narkoba, Kasus Terbanyak di Bontang Selatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.