• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Neni : Masyarakat Bontang Harus Punya Jaminan Kesehatan 

by BontangPost
2 Mei 2017, 12:40
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
TINGKATKAN KESEJAHTERAAN: Wali Kota Bontang, Neni Moernaeni saat berbicara di depan seluruh peserta Askesos yang hadir. (HUMAS)

TINGKATKAN KESEJAHTERAAN: Wali Kota Bontang, Neni Moernaeni saat berbicara di depan seluruh peserta Askesos yang hadir. (HUMAS)

Share on FacebookShare on Twitter

Ekonomi Pekerja Sektor Informal Rentan, Perlunya Perlindungan Asuransi

BONTANG. Meski tengah mengalami defisit anggaran, tidak lantas menyurutkan semangat Pemkot Bontang untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya Sosialisasi Asuransi Kesejahteraan Sosial (Askesos) yang diikuti 400 KK calon peserta Program Keluarga Harapan (PKH). Acara dikemas dengan penyerahan simbolis jaminan kecelakaan kerja dan penyerahan kartu Askesos, Jumat (28/4).

Asuransi Kesejahteraan Sosial (Askesos) adalah sistem perlindungan sosial yang diluncurkan oleh Departemen Sosial. Tujuannya adalah memberikan jaminan pertanggungan dalam bentuk penggantian pendapatan keluarga.

Sasaran adalah masyarakat pekerja mandiri di sektor informal, antara lain pedagang kaki lima, pembantu rumah tangga, buruh bangunan, buruh tani, nelayan, tukang ojek, serta pekerja kasar lainnya di Indonesia khususnya Kota Bontang.  Ekonomi keluarga yang rentan, menjadi alasan penting bagi para pekerja ini untuk mendapat perlindungan asuransi.

Baca Juga:  Tidak Otomatis Jadi PNS, Artahnan Ingatkan CPNS Tunjukkan Kinerja

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Bontang, Abdu Safa Muha, sejak Tahun 2013, peserta Askesos telah dikerjasamakan dengan BPJS Ketenagakerjaan. Dengan begitu peserta bisa mendapat klaim kecelakaan dan kematian jika terjadi musibah. Melalui sosialisasi ini, besar harapan pemerintah agar masyarakat lebih peka dan ikut dalam program asuransi ini.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Kantor Wali Kota Jalan Awanglong, dibuka oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni didampingi oleh Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Bontang, Abdu Safa Muha dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kota Bontang, Rio.

Dalam sambutannya Neni menuturkan, masyarakat harus paham pentingnya memiliki jaminan kesehatan.

Baca Juga:  Pemkot Dukung Kompetisi Basket 

“Saya mau semua masyarakat Bontang punya jaminan kesehatan. Kalau yang tidak mampu akan diakomodir dengan Kartu Indonesia Sehat, dan bagi pekerja akan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Asuransi ini penting sebagai proteksi dini, sehingga jika terjadi kecelakaan kerja atau kematian pendanaan akan ditanggung oleh asuransi mereka,” kata Neni.

Kemudian Neni melanjutkan, Bontang termasuk dalam 9 kota dari 98 kota se Indonesia yang siap untuk penyaluran bantuan PKH secara non tunai di Tahun 2017 (lebih maju setahun dari rencana semula, yakni Tahun 2018). Sehingga Neni meminta masyarakat untuk melengkapi data peserta pengurus PKH, serta menyamakannya dengan data rekening dan atm yang akan diterbitkan pihak bank. Karena jika data tidak sama, bantuan sosial tidak akan bisa dicairkan.

Baca Juga:  Kisah Inspiratif Warga Bontang: Dedy Nugraha (234); Sempat Jadi Sopir Travel, Kini Fokus Kembangkan Pariwisata

Lalu Neni mengungkap kegembiraannya, karena masyarakat kini bisa secara mandiri bisa membayar iurannya sendiri. Tidak lagi bergantung pada pemerintah pusat.

“Adapun manfaatnya adalah klaim asuransi jaminan kecelakan kerja (JKK) dengan iuran Rp. 6.800/bulan, jaminan kematian (JKM) Rp. 10.000/bulan, klaim jaminan hari tua (JHT) Rp. 20.000/bulan dan jika terjadi musibah dengan besaran sesuai ketentuan BPJS Ketenagakerjaan. Jadi saya harap masyarakat termasuk di dalamnya OPD dan Non PNS bisa ikut program ini karena besar manfaatnya,” jelas Neni.

Neni pun berharap, melalui sosialisasi ini bisa menyamakan persepsi di antara pelaksana program Askesos yakni BPJS Ketenagakerjaan, LPA dan peserta Askesos khususnya PKH dan penyebaran informasi terkait Askesos bagi masyarakat rentan. (hms)

Tags: jaminan kesehatanpemkot bontangwarga bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pasca Uji Coba, Bontang FC Fokus Latihan Bertahan

Next Post

Isi May Day dengan Dialog Antar Buruh 

Related Posts

Main Bola Bareng Warga, Agus Haris Dengar Langsung Keluhan soal Bontang
Pemkot Bontang

Main Bola Bareng Warga, Agus Haris Dengar Langsung Keluhan soal Bontang

6 September 2026, 09:25
Angka Pengangguran Bontang Dibidik Turun Jadi 5 Persen
Pemkot Bontang

Angka Pengangguran Bontang Dibidik Turun Jadi 5 Persen

2 September 2026, 11:00
Karhutla Mengintai Bontang, Agus Haris Ingatkan Warga Jangan Bakar Sampah
Pemkot Bontang

Karhutla Mengintai Bontang, Agus Haris Ingatkan Warga Jangan Bakar Sampah

27 Agustus 2026, 11:19
Eskalator Bermasalah, Pemkot Bontang Harus Bayar Utang Rp100 Juta
Pemkot Bontang

Eskalator Bermasalah, Pemkot Bontang Harus Bayar Utang Rp100 Juta

27 Agustus 2026, 10:00
Utang dari Rp1 Miliar Membengkak Jadi Rp56 Miliar, Wawali Buka Opsi Bubarkan PT Bontang Transport
Pemkot Bontang

Utang dari Rp1 Miliar Membengkak Jadi Rp56 Miliar, Wawali Buka Opsi Bubarkan PT Bontang Transport

26 Agustus 2026, 12:53
Bontang Waspadai Kebakaran Lahan, Area Bontang Lestari Dipantau Ketat
Pemkot Bontang

Bontang Waspadai Kebakaran Lahan, Area Bontang Lestari Dipantau Ketat

25 Agustus 2026, 16:05

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Medis Tak Catat Persalinan, Polisi Dalami Kabar Jasad Bayi di Bontang Ditukar Bantal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.