BONTANG – Ketiadaan anggaran Pemkot Bontang dalam memberikan paket pelatihan kerja kepada para pencari kerja (pencaker) di Bontang, membuat Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTK-PTSP) mencari peluang sumber pendanaan lain selain pemerintah. Hal ini dilakukan agar program mereka tetap bisa berjalan meski nihil anggaran.
Beberapa terobosan yang dilakukan yaitu bekerja sama dengan balai pelatihan kerja yang memiliki program pelatihan kerja secara gratis. Salah satunya bermitra dengan Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Cevest Bekasi.
Adapun upaya lainnya yaitu mendorong Lembaga Pelatihan dan Keterampilan (LPK) yang ada di Bontang untuk mengajukan bantuan pelatihan ke Balai Latihan Kerja (BLK) pusat. Dengan harapan bisa mendapat bantuan paket pelatihan kerja sesuai dengan kompetensi yang diprogramkan dalam LPK tersebut.
“Tahun ini kita (Bontang, Red.) berhasil mendapatkan bantuan pelatihan kerja sekaligus uji kompetensinya dari pusat untuk enam LPK dan enam kejuruan,” ujar Usman HM, Kabid Pelatihan, Produktivitas, dan Penempatan Tenaga Kerja DPMTK-PTSP Bontang.
Usman merincikan, program bantuan tersebut terdiri dari pelatihan pengelolaan hasil budidaya oleh LPK BBEC, pelatihan otomotif oleh LPK Sasana Widya, pelatihan kecantikan oleh LPK Aisyah, pelatihan operator komputer oleh LPK Global dan LPK Giga Com, serta pelatihan teknisi AC oleh LPK Erajaya. Untuk mendapatkan paket pelatihan tersebut kata Usman, LPK harus mengirimkan proposal terlebih dahulu.
Jika dinilai layak, maka tim dari pusat pun akan melakukan visitasi ke Bontang untuk mengecek langsung lokasi LPK. Setelah dinyatakan lolos, maka dari pusat pun akan memberikan paket pelatihannya.
“Namun memang pengajuan ini dilakukan secara bergantian. Sehingga pengajuannya tidak bisa setiap tahun LPK. Harus dua tahun sekali,” ucap Usman.
Untuk itu dirinya berharap, dengan adanya program pelatihan ini bisa memberikan ilmu dan keterampilan kepada anak-anak Bontang. Sehingga mengurangi angka pengangguran dan menyiapkan sumber daya manusia dalam rangka menyongsong hadirnya investor yang membutuhkan tenaga kerja dari Bontang.
“Tujuan lainnya, kami juga terus mendorong agar peserta pelatihan bisa berwirausaha secara mandiri sehingga dapat menciptakan lapangan kerja baru di Bontang,” pungkasnya. (bbg)






