BONTANG – Nasib sial dialami tim Futsal Bontang di laga perdana kontra tuan rumah Kutim pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kaltim, di GOR Sangatta, Jumat (7/12) kemarin. Tim asuhan Firman Davin ini harus rela menelan kekalahan dengan skor 3-6 karena faktor nonteknis.
Firman mengungkapkan, banyak keputusan wasit saat laga perdana kemarin yang kontroversial. Seperti kartu kuning pertama yang tidak perlu pada penjaga gawang hingga mengakibatkan kartu merah, kemudian sering terjadi foul bila tuan rumah membawa bola, berbeda saat anak asuhnya.
“Lebih parahnya lagi ada ofisial tuan rumah yang provokasi sampai masuk ke tengah lapangan,” ungkapnya.
Meski demikian, ia tetap bangga terhadap timnya. Karena meski permainan dirasa tak adil, mereka masih bermain enjoy. Bahkan menurutnya dari segi permainan imbang antara Bontang dan Kutim. Hanya yang menjadi kendala, pemain terkurung dari tekanan tuan rumah karena selalu diuntungkan wasit yang selalu memberikan foul tuan rumah.
“Sebenarnya permainan sudah bagus, faktor nonteknis lah yang menjadi dalang semua ini,” tegasnya.
Ia berharap di laga selanjutnya, pengadil dapat lebih suportif. Pasalnya bila tidak dibenahi, ditakutkan bukan hanya merugikan prestasi suatu tim kabupaten/kota yang mengikuti Porprov ini, melainkan dapat merusak perkembangan tim Futsal Kaltim bahkan di timnas di masa datang. “Semoga kejadian ini tidak dialami kota lain,” pungkasnya. (ver)







