SAMARINDA – Wajah Sukiman alias Ujang tampak memucat. Lima polisi berpenutup kepala menjemputnya di kediaman, Jalan Gerilya, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, pada Rabu (22/2) dini hari. Lebih membuatnya ciut hingga tak bisa berkata, ketika polisi mendapat narkoba dalam kuasanya.
Itu adalah bagian dari operasi senyap garapan kepolisian yang mulai gencar digelar. “Sekarang kami kerja cerdas. Tidak ada kompromi, semua dilibas,” ungkap Kasat Resnarkoba Polresta Samarinda Kompol Belny Warlansyah.
Sementara itu, tidak jauh dari lokasi penangkapan, ketika matahari mulai meninggi, Sukri (75), ayah Ujang, hanya berulang kali memanggil nama anak bungsunya itu. Dia tidak bisa beranjak dari peraduan karena mengalami kelumpuhan. Sedangkan istrinya, Suryati (69), tak bisa berbuat banyak, karena juga sedang berjuang meredam sakit jantungnya.
Ujang yang dipanggil tak kunjung datang, malah kabar buruk lebih dulu bertandang. Info tertangkapnya Ujang membuat mereka larut dalam duka. Suryati, dengan suara terisak hingga napasnya sesak, meminta kejelasan kepada polisi lewat sambungan telepon. “Anggota sudah menjelaskan, dasar dan barang buktinya mengapa dia tertangkap,” terang Belny.
Sementara itu, Ujang, dengan mata memerah imbas menyalahgunakan narkoba sebelum ditangkap, menceritakan, barang terlarang itu adalah pesanan seseorang. Membeli sabu-sabu dari bandar lain, dia jual lain di tempat yang tak tentu. Keuntungan penjualan itu, dia pakai untuk mengobati orangtuanya.
Belny menegaskan, selanjutnya kegiatan operasi senyap akan terus berlanjut. Mereka bahkan berencana melibatkan anjing pelacak untuk memburu jaringan besar narkoba. (*/dra/ndy)






