BONTANG – Komisi I DPRD Bontang akan memanggil Disdik Bontang, Selasa (4/7) hari ini. Hal ini dilakukan berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dipimpin Ketua Komisi I DPRD Bontang, Agus Haris pada pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online, di SMP Negeri 9, SMP Negeri 5, SMP Negeri 1, dan SMP Negeri 2, Senin (3/7) kemarin.
Banyak masyarakat mengeluh mengenai kurangnya informasi kepengurusan nilai afirmasi atau kemaslahatan untuk mendaftar di SMP. Bagi calon siswa yang akan mengikuti seleksi PPDB ini bisa mendaftar melalui https://bontang.siap-ppdb.com dan datang ke sekolah.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Bontang Bilher Hutahean menuturkan, dari hasil sidak, banyak didapatkan keluhan masyarakat mengenai kurangnya informasi nilai afirmasi.
Baik itu melalui jalur bina lingkungan, keluarga miskin (gaskin) yang dibuktikan dengan memiliki kartu Indonesia Pintar (KIP) dan bina prestasi. Maka dari itu, agar permasalahan ini dapat terurai dan bisa segera terselesaikan, rencananya Selasa (4/1) hari ini pihaknya memanggil Disdik.
“Kami (Komisi I DPRD Bontang, Red.) akan panggil Disdik untuk melihat apakah bisa bijaksana untuk membuka kembali nilai afirmasi melihat banyaknya keluhan masyarakat,” tuturnya,
Bilher mengatakan, namun di sisi lain dari masyarakat, dari hasil pengakuan kepala sekolah, ada juga masyarakat yang tidak mengurus nilai afirmasi karena pulang kampung. Mengenai hal ini ia pun menyampaikan, jangan hanya pemerintah dan sekolah yang gencar sosialisasi, masyarakat pun diharapkan dapat aktif bila sudah mengetahui sistem pendaftaran menggunakan nilai afirmasi tersebut.
“Masyarakat bila sudah mendapat informasi dahulukan lah dulu kepentingan dalam mengurus anak-anaknya agar bisa masuk sekolah yang diharapakan atau diinginkan,” harapnya.
Dia menambahkan, sedangkan untuk ramainya pendaftar, dari hasil sidak, membludaknya calon siswa ini tidak seperti tahun lalu. Ini karena tahun lalu banyak siswa ataupun orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya di salah satu sekolah yang dianggap menjadi pilihan utama.
Namun kini semua sekolah itu dapat menjadi pilihan utama bagi para calon siswa. Kemudian untuk titipan-titipan, pihaknya tidak melihat pada pendaftaran pertama ini. Namun dikatakannya, biasanya titipan itu berasal dari anak guru yang mengajar di sekolah itu. Tetapi kini sudah jelas, melalui sistem afirmasi, anak guru pun sekarang sudah diakomidir di sekolah.
“Jadi memang tujuan kami Sidak ini adalah agar pendaftaran siswa baru berjalan lancar dan masyarakat tidak ada yang merasa dirugikan ataupun kecewa,” pungkasnya. (ver)







